09:00 . Dakwah Islam Indonesia: Merangkul Bukan Memukul (Munas X MUI 2020)   |   08:00 . Indonesia Berpengalaman dan Siap Distribusi Vaksin Sampai ke Pelosok   |   07:00 . Nyeri Haid Hilang Setelah Menikah, Mitos atau Fakta?   |   06:00 . Ayo Warga Jatim Jangan Lengah Lur.....   |   20:00 . UPDATE Perkembangan Penanganan Covid-19 Indonesia   |   19:00 . Optimisme Pendidik di Tengah Tantangan Pandemi Covid-19   |   18:00 . Pembelajaran di Tengah Pandemi Covid, Pemkab Semangati Guru   |   17:00 . Vaksin Upaya Serius Negara Melindungi Masyarakat   |   16:00 . 36 Pelanggar Prokes di Ngasem Diberikan Sanksi Sosial   |   15:00 . Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang   |   14:00 . Masih Muda, Mahasiswi Ini Semangat Berwirausaha   |   13:00 . Kapan Anak Harus Pakai Masker?   |   12:00 . Hari Guru Nasional: Garda Guru Perangi Covid-19   |   11:00 . Peran Remaja Masjid Era Milenial   |   10:00 . 5 Hal yang Harus Dihindari saat Pakai Masker   |  
Fri, 27 November 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 18 March 2019 16:00

Satgas PPA Diharapkan Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak

Satgas PPA Diharapkan Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Deklarasi dan Pengukuhan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (SATGAS PPA) dilakukan di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Senin (18/3/2019). Acara tersebut dihadiri Bupati Bojonegoro, Dinas P3AKB, Camat, Satgas PPA dari setiap kecamatan di Bojonegoro.

Kepala Dinas P3AKB Adie, Witjaksono menyampaikan, Satgas ini ditunjuk langsung oleh Bupati Bojonegoro sebagai Satgas PPA tingkat dusun, desa hingga tingkat kabupaten. "Yang mana berjumlah sekitar 1600 Satgas," kata Adie Witjaksono.

Satgas ini dibentuk karena adanya permasalahan perempuan dan anak. Sehingga perlu dibentuknya satgas. Perlakuan kekerasan bukan dari luar tapi dari dalam keluarga tersebut.

"Dengan demikian adanya satgas ini dapat mensosialisasikan tentang bahaya kekerasan terhadap anak dan perempuan," ucapnya.

Jika anggota satgas ini mengetahui adanya kekerasan terhadap anak atau perempuan diharapkan bisa memberikan Solusi atau melaporkan kepada perangkat atau juga kepada aparat.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah memyampaikan, bahwa dalam kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan jangan dilihat dari jumlah kasus saja namun juga dari kedalaman kasus eksploitasi terhadap anak itu sendiri.

Satgas ini diharapkan tidak hanya menurunkan kuantitas angka kekerasan terhadap anak namun juga meningkatkan kualitas terhadap pendampingan dan pembinaan kepada korban.

Sebagai Satgas PPA ibu-ibu semua harus memiliki rasa yang sama terhadap korban. Tidak berprilaku diskriminatif terhadap korban. Bisa menjaga rahasia korban.

"Semua satgas harus memiliki komitmen tersebut agar pendampingan terhadap anak dan perempuan bisa berjalan maksimal," pungkasnya. [yud/ito]

Tag : satgas, anak, perempuan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 26 November 2020 15:00

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan Keluarga besar Blok Media Group (BMG). Personil dari Blok Multimedia (anak perusahaan BMG), M. Tholibin resmi melepas masa lajangnya setelah menyunting pujaan hatinya, Siti Muza'roah....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat