12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |   11:00 . Bupati Ana Pantau Langsung Rapid Test di Pasar   |   10:00 . Lagi, Pedagang 3 Pasar Tradisonal di Rapid Test   |   08:00 . Ular Sanca Besar Hebohkan Warga   |   07:00 . Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan   |   21:00 . New Normal untuk Pesantren, Begini Kata Wagub Emil   |   20:00 . Merekatkan Persatuan Bangsa, Polisi Kawal Kampung Siaga   |   19:45 . Wagub Jatim Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |   19:30 . Tambahan 1 Orang Positif Covid-19 dari ODP   |   19:15 . Via Vidcon, Wagub Emil Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |   19:00 . Mahasiswa ini Kuliah Sambil Berwirausaha Bisnis Camilan Kurma Selimut   |   18:00 . Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim Apresiasi Penanganan Covid-19 di Bojonegoro   |   17:00 . Meski Kecewa Batal Berangkat, Calon Haji Pasrah   |   16:00 . Bupati Ngopdar Bersama Pemuda Bojonegoro   |   15:00 . Ular Sanca Kembang Hebohkan Warga Balen   |  
Sat, 06 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 18 March 2019 16:00

Satgas PPA Diharapkan Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak

Satgas PPA Diharapkan Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Deklarasi dan Pengukuhan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (SATGAS PPA) dilakukan di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Senin (18/3/2019). Acara tersebut dihadiri Bupati Bojonegoro, Dinas P3AKB, Camat, Satgas PPA dari setiap kecamatan di Bojonegoro.

Kepala Dinas P3AKB Adie, Witjaksono menyampaikan, Satgas ini ditunjuk langsung oleh Bupati Bojonegoro sebagai Satgas PPA tingkat dusun, desa hingga tingkat kabupaten. "Yang mana berjumlah sekitar 1600 Satgas," kata Adie Witjaksono.

Satgas ini dibentuk karena adanya permasalahan perempuan dan anak. Sehingga perlu dibentuknya satgas. Perlakuan kekerasan bukan dari luar tapi dari dalam keluarga tersebut.

"Dengan demikian adanya satgas ini dapat mensosialisasikan tentang bahaya kekerasan terhadap anak dan perempuan," ucapnya.

Jika anggota satgas ini mengetahui adanya kekerasan terhadap anak atau perempuan diharapkan bisa memberikan Solusi atau melaporkan kepada perangkat atau juga kepada aparat.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah memyampaikan, bahwa dalam kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan jangan dilihat dari jumlah kasus saja namun juga dari kedalaman kasus eksploitasi terhadap anak itu sendiri.

Satgas ini diharapkan tidak hanya menurunkan kuantitas angka kekerasan terhadap anak namun juga meningkatkan kualitas terhadap pendampingan dan pembinaan kepada korban.

Sebagai Satgas PPA ibu-ibu semua harus memiliki rasa yang sama terhadap korban. Tidak berprilaku diskriminatif terhadap korban. Bisa menjaga rahasia korban.

"Semua satgas harus memiliki komitmen tersebut agar pendampingan terhadap anak dan perempuan bisa berjalan maksimal," pungkasnya. [yud/ito]

Tag : satgas, anak, perempuan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat