21:00 . PDAM Macet, Begini Tanggapan Perusahaan   |   20:00 . Masyarakat Keluhkan Air PDAM Macet   |   19:00 . Lini Depan Kurang Tajam, Pelatih Persibo Terus Berburu Striker   |   18:00 . 352.567 Rokok Ilegal Dimushakan   |   17:00 . DPMD Pastikan Seluruh Desa Sudah Terima Dana Oprasional Pilkades   |   16:00 . Persiapkan Kondisi Fisik, Tim Futsal Porprov Bojonegoro Check Up Kesehatan   |   15:00 . Tingginya Pengangguran Pencaker Kurang Manfaatkan Media Informasi   |   14:00 . Kurangi Penggangguran Pasca Kelulusan Sekolah, UPT BLK Gelar Job Market Fair 2019   |   13:00 . PU Fraksi DPRD Dijawab Pemkab   |   12:00 . Sejarah Pilkades dari Masa ke Masa   |   11:00 . Bea Cukai Bojonegoro Musnahkan 352.567 Batang Rokok   |   10:00 . Suporter Persibo Sambut Mantan Pemain Persipura di Juanda Surabaya   |   09:00 . Festival Tari Thengul Internasional, ini Rangkaian Acaranya...   |   08:00 . Juli, di Bojonegoro ada Acara Berskala Internasional   |   07:00 . 8 Cara Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan untuk Anak   |  
Wed, 26 June 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 18 March 2019 16:00

Satgas PPA Diharapkan Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak

Satgas PPA Diharapkan Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Deklarasi dan Pengukuhan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (SATGAS PPA) dilakukan di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Senin (18/3/2019). Acara tersebut dihadiri Bupati Bojonegoro, Dinas P3AKB, Camat, Satgas PPA dari setiap kecamatan di Bojonegoro.

Kepala Dinas P3AKB Adie, Witjaksono menyampaikan, Satgas ini ditunjuk langsung oleh Bupati Bojonegoro sebagai Satgas PPA tingkat dusun, desa hingga tingkat kabupaten. "Yang mana berjumlah sekitar 1600 Satgas," kata Adie Witjaksono.

Satgas ini dibentuk karena adanya permasalahan perempuan dan anak. Sehingga perlu dibentuknya satgas. Perlakuan kekerasan bukan dari luar tapi dari dalam keluarga tersebut.

"Dengan demikian adanya satgas ini dapat mensosialisasikan tentang bahaya kekerasan terhadap anak dan perempuan," ucapnya.

Jika anggota satgas ini mengetahui adanya kekerasan terhadap anak atau perempuan diharapkan bisa memberikan Solusi atau melaporkan kepada perangkat atau juga kepada aparat.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah memyampaikan, bahwa dalam kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan jangan dilihat dari jumlah kasus saja namun juga dari kedalaman kasus eksploitasi terhadap anak itu sendiri.

Satgas ini diharapkan tidak hanya menurunkan kuantitas angka kekerasan terhadap anak namun juga meningkatkan kualitas terhadap pendampingan dan pembinaan kepada korban.

Sebagai Satgas PPA ibu-ibu semua harus memiliki rasa yang sama terhadap korban. Tidak berprilaku diskriminatif terhadap korban. Bisa menjaga rahasia korban.

"Semua satgas harus memiliki komitmen tersebut agar pendampingan terhadap anak dan perempuan bisa berjalan maksimal," pungkasnya. [yud/ito]

Tag : satgas, anak, perempuan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 24 June 2019 13:00

    Komunitas KBM Gelar Halal Bihalal dan Kopdar

    Komunitas KBM Gelar Halal Bihalal dan Kopdar omunitas Kita Belajar Menulis (KBM) Bojonegoro menggelar halal bihalal sekaligus kopi darat keempat. Acara tersebut dilaksanakan di kediaman salah satu rumah Anggota KBM, Roni Hardiawan, di Dusun Bakalan, Kepohbaru Bojonegoro....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat