21:00 . Berikut Kondisi IDM Bojonegoro 2019   |   20:00 . Truk Material Nahas di Jalan Waduk Pacal   |   19:00 . Ketua Komisi B Terima Banyak Keluhan Sektor Pertanian   |   18:00 . Rumput Lahan Kosong Terbakar, Warga Desa Campurrejo Panik   |   17:00 . Syahdu di Warung Semok Bareng Gong Bumbung   |   15:00 . Gong Bumbung Jidok Temani Warung Semok   |   14:00 . Mars Kemenag, Ajang Kenalkan ASN Untuk Tanamkan Kerja dan Jalin Kesatuan   |   13:00 . Harga Emas Terpantau Turun Rp 3.000 Per Gram   |   12:00 . Tingkatkan IDM di Bojonegoro, Pemkab Sinergikan Para Pemangku Kebijakan   |   11:00 . Hari Terakhir, BPKAD dan Bapedda yang Diminati, Disdik Masih Kosong   |   10:00 . Saka Wira Kartika Siaga Kodim Bojonegoro Laksanakan Baksos di Rendeng   |   09:00 . Disnakan Berikan Bimtek Pengolahan Pakan Ternak   |   08:00 . Sejuk dan Jernih, Wisata Air yang Murah dan Menarik   |   07:00 . Kunci Stamina Prima untuk Calon Pengantin   |   20:00 . Peringati Milad HMI Akan Gelar Lomba Menulis   |  
Thu, 30 January 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 12 April 2019 16:00

Firdausi Nuzula

Kuliah Sambil Bisnis, Sudah Rekrut 2 Karyawan

Kuliah Sambil Bisnis, Sudah Rekrut 2 Karyawan

Kontributor: Mokhamad Arifin

blokBojonegoro.com - Memiliki kesibukan belajar di perguruan tinggi mestinya tidak menjadi alasan bagi para generasi muda untuk tetap berkarya, lebih-lebih karya tersebut memiliki nilai jual. Berawal tugas pembuatan proposal  Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) yang diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) pada 2016 silam, ide bisnisnya mulai mengembang.

Firdausi Nuzula, Mahasiswi semester 6 jurusan akuntansi STIE Cendekia ini telah merintis bisnis tas rajut miliknya yang diberi merk CroBo selama 3 tahun sejak semester 1. Ia menganggap bahwa menjadi mahasiswa itu malah harus lebih kreatif, tidak hanya memiliki aktifitas didalam kelas saja.

“Mahasiswa itu sebenarnya malah banyak peluang. Contohnya, banyak program kreatifitas, lomba karya tulis, dan masih banyak lagi.” Katanya saat diskusi dirumah industinya.

Sementara ini, perempuan kelahiran Bojonegoro, 23 Desember 1997 itu telah memenuhi permintaan produk rumahanya (home industry) itu  dari tetangga, kerabat dan teman kuliah.

“Bahkan sempat ada yang pemesan dari Bogor.” tambahnya.

Ia mulai bisnisnya ini dengan modal 200 ribu dengan terus menambahkan setiap laba penjualan sebagai modal. Namun, sekarang perempuan asli Desa Kenep, Balen ini telah berhasil mengantongi keuntungan 1.720.000 setiap harinya.

“Dulu itu saya sempet off setahun, tidak produksi sama sekali. Baru setelah itu tahun 2017 memutuskan untuk merekrut karyawan.” Jelasnya.

Saat ini, bisnis tas rajutnya itu telah dikerjaan oleh 2 karyawanya. Ia, bertugas sebagai pemasar yang disambi dengan kuliah. Dengan digitalisasi sekarang, Ia menargetkan produknya akan dapat tersebar di seluruh Indonesia dan pasar Internasional.[fin/lis]

Tag : bisnis, wirausaha, umkm


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat