15:00 . 250 Pemancing Buru Ikan Lele di Embung Tejo   |   14:00 . Ratusan Pancing Penuhi Embung Tejo   |   13:00 . Pekan Madaris Kecamatan Kanor Sukses Digelar   |   12:00 . Muslimat-Fatayat NU Kanor Santuni Ratusan Yatim Piatu dan Dhuafa   |   11:00 . Entas Kemiskinan, Pembangunan 856 RTLH Digenjot   |   08:00 . Virginia dan Jawa Tetap Jadi Pilihan Petani Tembakau Bojonegoro   |   07:00 . Bolehkah Ibu Hamil Mengunyah Permen Karet?   |   20:30 . Meriahnya Pensi Pekan Madaris di Kanor   |   20:00 . UNUGIRI Bertekad Ciptakan SDM Terampil   |   19:00 . Dewan Pendidikan: Kekerasan di Lingkungan Sekolah Masih Kerap Terjadi   |   18:00 . Komitmen Ciptakan SRA di Bojonegoro Masih Minim?   |   17:00 . Bantu Pantau Lalu Lintas, Dishub Tambah Empat CCTV Rp360 Juta   |   16:00 . Lazisnu Bojonegoro Bantu Korban Kebakaran di Kedungadem   |   15:00 . Persibo Fokus Buru Pemain Tengah dan Belakang   |   14:00 . Diduga Selang Regulator LPG Bocor, Rumah di Desa Deru Hangus   |  
Sun, 22 September 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 26 April 2019 10:00

Rumah Kreatif Mojodeso Produksi Cat dari Limbah Banner dan Batik

Rumah Kreatif Mojodeso Produksi Cat dari Limbah Banner dan Batik

Kontributor: Mokhamad Arifin

blokBojonegoro.com - Pesta demokrasi tahun 2019 di Indonesia telah terlaksana dengan hiruk-pikuk atribut, terutama Alat Peraga Kampanye (APK) dari banner.

Omzet para pelaku usaha pembuatan banner jenis vinyl pun melonjak drastis. Produksi banner pun tidak bisa dielakkan dari limbah yang dihasilkan.

Melihat hal itu, Rumah Kreatif Desa Mojodeso mampu menjawab persoalan ini.

Berawal dari uji coba permintaan salah seorang pelaku usaha banner di Kecamatan Kepohbaru yang merasa takut membuang limbahnya yang ditampungnya dalam banyak drum, kemudian diolah oleh tim dari Rumah Kreatif ini.

Ketua tim, Adib Nurdiyanto mengatakan, bahwa limbah cair dari proses produksi banner bewarna hitam pekat ini ketika terkena kulit, salah satu efeknya adalah gatal-gatal. Bahkan jika disiramkan ke rumput, rumput pun bisa mati dalam waktu 3 hari.

"Oleh karena itu, sangat jelas bahwa limbah ini sangat mencemari air ketika dibuang langsung ke lingkungan," tuturnya.

Adib menambahkan, ia mengembangkan cat yang cocok digunakan untuk tembok dan pelapis kayu dari olahan limbah cair banner ini bersama dua anggota timnya di Rumah Kreatif, yaitu bersama Kastam yang mengurus logistik limbah dan Daud untuk bagian teknis.

Selain limbah banner, ia juga menyulap limbah cair batik menjadi produk serupa.

"Cat daur ulang ini efektif untuk menutup pori-pori pada kayu. Ketika diaplikasikan untuk tembok saat diujikan ke bahan logam seperti seng, daya lengketnya tinggi," jelasnya.

Sementara itu, Daud yang mengurusi bagian teknis menjelaskan, pengolahan cat daur ulang dari limbah batik sudah dimulai sejak Bulan Februari, sedangkan yang dari limbah banner dimulai sejak April.

"Pembuatan cat kami lakukan malam hari. Karena saat siang, anggota tim bekerja sesuai profesinya masing-masing," jelasnya. [fin/mu]

Tag : limbah banner, cat daur ulang, limbah

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat