19:00 . Orang Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah, Hari ini ada 1 Orang   |   18:00 . Petani Desa Sumengko Pilih Tanam Semangka, ini Alasannya...   |   17:00 . 15 Menit Lagu Jadi Langsung Record, Video Clip Ambil Konten Lokal   |   16:00 . Siap-siap New Normal, Pondok Pesantren Disterilkan   |   15:00 . Jaga Kebugaran Fisik Atel Latihan Online   |   14:00 . Akhir Pekan, Harga Buyback Emas Merosot Rp16.000   |   13:00 . Disdik Himbau Sekolah Tak Adakan Perpisahan   |   12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |   11:00 . Bupati Ana Pantau Langsung Rapid Test di Pasar   |   10:00 . Lagi, Pedagang 3 Pasar Tradisonal di Rapid Test   |   09:00 . Mantabkan Ketahanan Pangan, Kodim Bojonegoro Tanam Padi Perdana di lahan Demplot   |   08:00 . Ular Sanca Besar Hebohkan Warga   |   07:00 . Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan   |   21:00 . New Normal untuk Pesantren, Begini Kata Wagub Emil   |   20:00 . Merekatkan Persatuan Bangsa, Polisi Kawal Kampung Siaga   |  
Sun, 07 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 24 May 2019 12:00

Kesadaran Masyarakat Bojonegoro akan Sampah Masih Rendah?

Kesadaran Masyarakat Bojonegoro akan Sampah Masih Rendah?

Kontributor: Mokhamad Arifin

blokBojonegoro.com - Kabupaten Bojonegoro, tahun 2018 setidaknya memiliki jumlah penduduk sekitar 1,3 juta jiwa dengan jumlah pasar sebanyak 79 pasar tradisional di seluruh kecamatan yang ada di Bojonegoro. Setiap hari, sampah yang dihasilkan mencapai 243 meter kubik.

Hal tersebut, selain menimbulkan tumbuhnya peluang usaha yang besar, perlu disadari juga bahwa masyarakat masih rendah dalam kesadaran membuang sampah. Apalagi, wilayah Bojonegoro banyak dialiri sungai maupun kali, sehingga memudahkan masyarakat membuang sampah sembarangan.

"Dari hal terkecil, masalah paling urgen di Bojonegoro yaitu kesadaran membuang sampah,"ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Nurul Azizah saat ditemui blokBojonegoro.com di ruanganya.

Sebagai contoh, lanjut Bu Nurul, terdapat Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Sukorejo, namun masyarakat bukan membuang sampah di dalam tong yang sudah disediakan, malah dibuang sembarangan di sekitar. Akibatnya, meskipun tersedia tempat pembuangan, sampah tetap berserakan.

"Belum lagi ditambah yang ada di kecamatan di Bojonegoro. Sekaligus juga yang ada dibantaran kali maupun bengawan,"tuturnya kepada blokBojonegoro.com

Selama ini, salah satu upaya yang terus dilakukan pihak DLH yaitu berupa pembentukan kader penggerak lingkungan yang terdiri dari anak sekolah, anak kampung hingga komunitas-komunitas yang memiliki tujuan sama. Melalui kader ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya.

"Jika alam kita tetap lestari, anak cucu kita juga yang ikut menikmati,"pungkasnya. [fin/ito]

Tag : sampah, dlh, tps, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat