20:00 . Tembus 1 Juta, Kasus Covid Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara   |   19:00 . Polres Bojonegoro Kawal 3.680 Vial Vaksin Covid-19   |   18:00 . Rektor UNUGIRI Resmi Dilantik Ketum PBNU Secara Virtual   |   17:00 . Polres Bojonegoro Amankan Pelaku Pembalakan Liar   |   16:00 . BPBD Laksanakan Kegiatan Edukasi Bencana Banjir dan Penyerahan Sembako   |   15:00 . IPNU IPPNU Gayam beserta FPKT Bahu Membahu Tanam 1000 Pohon   |   14:00 . BPBD Lakukan Penyemprotan Disinfektan   |   13:00 . Donor Plasma Konvalesen, PMI Bojonegoro Akan Lakukan Rapat Koordinasi   |   12:00 . 37.473 Warga Bojonegoro Terima BST Melalui Kantor Pos   |   11:00 . Dikawal Ketat, Vaksin Sinovac Tiba di Bojonegoro   |   10:00 . Hendak Melawan, Spesialis Pembobol Konter Didor   |   09:00 . Vaksin Sinovac Tiba di Bojonegoro   |   08:00 . Puluhan Ribu Vaksinator Bersiap Jadi Komunikator Andal   |   07:00 . Kesal dengan Suara Dengkuran Pasangan? Coba Lakukan Trik Aneh Ini   |   06:00 . PPKM Diperpanjang Hingga 8 Februari   |  
Wed, 27 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

EMCL Sosialisasikan Keamanan dan Keselamatan Jalur Pipa Minyak

blokbojonegoro.com | Tuesday, 30 July 2019 12:00

EMCL Sosialisasikan Keamanan dan Keselamatan Jalur Pipa Minyak

Reporter: M. Anang Febri/blokTuban.com

blokBojonegoro.com - Demi memberikan pemahaman kepada masyarakat beserta pemangku desa yang dilalui jalur pipa minyak dari Lapangan Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerja sama dengan Yayasan Sedulur Pena (YSP) melakukan sosialisasi keamanan dan keselamatan jalur pipa minyak.

Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Kecamatan Soko tersebut, melibatkan para pemangku desa yang dilalui jalur pipa, yakni Desa Simo, Sokosari, Mentoro, Bangunrejo, Sumurcinde, Jegulo, dan Desa Nguruan. Adapun perwakilan dari Pilar Kecamatan, Camat Soko, Polsek Soko, Koramil Soko, juga perwakilan dari Kalakhar Pam Obvit Polda Jatim, yang mengikuti sosialisasi dalam bentuk diskusi tersebut.

Camat Soko, Suwito dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pentingnya sosialisasi keselamatan dan keamanan jalur pipa kepada masyarakat ini dimaksudkan agar warga masyarakat, khusunya pemangku desa yang dilalui jalur pipa dapat mengetahui tentang aktivitas yang diperbolehkan maupun yang tidak diperkenankan di sekitar area jalur pipa

Pada kenyataanya dari Eks pemilik lahan yang dilalui jalur pipa, masih menggunakan lahan untuk tanam pada saat musim tanam sedang berlangsung tanpa mengetahui keadaan bagaiman safety yang harus dilakukan.

"Inilah yang nanti perlu dimengerti oleh Pemerintah Desa supaya disampaikan kepada masyarakat. Agar bisa menerjemahkan dan menjelaskan hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada tanah yang di dalamnya ada pipa minyak," kata Suwito yang sesudahnya resmi membuka acara.

Kaitannya dengan pipa negara, sambung Camat, harus benar-benar dipahami oleh masyarakat sekitar desa-desa yang dilalui jalur pipa. Agar masyarakat tidak melanggar dan tidak membahayakan keamanan jalur pipa.

Adapun potensi bahaya yang seringkali disampaikan, sampai saat ini belum ada. Kendati begitu dari Pemdes diharapkan bisa memberikan pemahaman yang baik dan benar kepada masyarakat, supaya tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Perwakilan dari EMCL, Andi Widianto memberikan pengenalan terkait operasi kerja EMCL yang ada di Lapangan Banyu Urip. Dalam proses pekerjaannya, ada 5 divisi yang dioptimalkan masing-masing agar mendukung kesuksesan kerja dari pada EMCL.

Devisi 1 untuk membangun fasilitas, Devisi 2 untuk membangun jalur pipa darat yang melintasi desa-desa, Devisi 3 untuk pengerjaan pipa bawah laut. Sedangkan Devisi 4, bekerja untuk pembangunan kapal penampung minyak, dan Devisi 5 bekerja dalam pembangunan infrastruktur.

Dari semua itu, tingkat keselamatan bekerja sudah berkelas dunia. Terbukti dengan tidak ada insiden yang tercatat selama proses pekerjaan. Keandalan fasilitas pekerjaan yang bagus, uptime 99% memberi dampak pada

"Sedangakan sosialisasi keselamatan jalur pipa nanti yang akan disampaikan oleh rekan YSP, diharapkan dapat menciptakan pekerja dengan aman untuk pekerja, untuk masyarakat, dan juga lingkungan," Papar Andi.

Keamanam dan kselamatan jalur pipa tentu ada pengaruh besar terhadap capaian produksi. Terbukti, dari total produksi sampai saat ini, Lapangan Banyu Urip menjadi produsen nomor 1 di Indonesia.

"Produksi gross hingga Mei 2019 sudah 220,2 kBD dibandingkan target APBN 216,0 kBD yang lebih dari 25% minyak Nasional menjadi produsen minyak nomor 1," jelasnya lagi.

Sementara itu Muslimin selaku Manager ROW YSP, yang merupakan mitra kerja EMCL menyatakan, bahwa pihaknya berkewajiban melakukan sosialisasi dan kampanye kepada masyarakat sekitar jalur pipa secara kontinus, agar pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang keselamatan jalur pipa lebih terjaga dengan koordinasi yang kuat.

Kegiatan semacam ini nantinya bakal diadakan pula di kawasan Kecamatan Rengel, Plumpang, dan Kecamatan Palang, berikut Dinas-Dinas terkait lainnya yang ada di Kabupaten Tuban.

Tujuan sosialisasi keamanan dan keselamatan jalur pipa yang sering digalakkan, padahal sudah tertanam sejak tahun 2012 dan tetap dilakukan sampai saat ini, adalah komitmen nyata untuk menjaga keselamatan bersama.

Data meeting dan survei tentang struktur pipa, menunjukkan spek lebar 12 meter, dan diantaranya ada beberapa patok penanda. Struktur tersebut juga diikuti dengan kabel optik berjarak lebih dangkal dari pada pipa minyak, yang mana rawan rusak jika tak dilakukan penanganan dengan baik.

"Patok tanda, dan papan tanda bahaya itu penting. Walaupun terlihat sepele, akan mengganggu keselamatan jalur pipa jika tak diperhatikan dengan baik," ujarnya.

Adapun yang perlu diperhatikan soal keselamatan jalur pipa oleh petani maupun masyarakat sekitar, yakni bekas pembakaran sampah yang biasanya didominasi oleh limbah pertanian, dibakar dan dilakukan berulang, akan membahayakan keamanan jalur pipa.

Selain itu pohon keras yang tumbuh liar, maupun sengaja ditanam dekat area jalur pipa, diharapkan dapat dikoordinasikan dengan baik. Yang tertanam dengan sengaja, diharapkan tak lagi ditanam. Sedangkan keberadaan pohon liar, kiranya dari Pemdes  bisa menginformasikan pihak keselamatan jalur pipa. Baik kepada security penjaga, humas EMCL, maupun lainnya.

"Harapan kita setelah ini ada feedback terkait keselamatan jalur pipa. Bisa tentang pengolahan lahan jalur pipa, antisipasi, maupun koordinasi. Mengingat panjang jalur pipa di Tuban dan Bojonegoro itu lebih panjang di Tuban. 42 Km di Tuban, dan 30 Km di Bojonegoro," pungkasnya yang kemudian disambung dengan sesi tanya jawab diskusi bersama. [feb/lis].

Tag : emcl, jalur, pipa, row, soko, ysp


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat