07:30 . Satpol PP dan Pedagang Tarik Meja   |   07:00 . Bolehkah Anak Makan Telur Setengah Matang?   |   06:00 . Ditertibkan Satpol PP, Pemilik Warung Buang Makanan   |   19:00 . Orang Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah, Hari ini ada 1 Orang   |   18:00 . Petani Desa Sumengko Pilih Tanam Semangka, ini Alasannya...   |   17:00 . 15 Menit Lagu Jadi Langsung Record, Video Clip Ambil Konten Lokal   |   16:00 . Siap-siap New Normal, Pondok Pesantren Disterilkan   |   15:00 . Jaga Kebugaran Fisik Atel Latihan Online   |   14:00 . Akhir Pekan, Harga Buyback Emas Merosot Rp16.000   |   13:00 . Disdik Himbau Sekolah Tak Adakan Perpisahan   |   12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |   11:00 . Bupati Ana Pantau Langsung Rapid Test di Pasar   |   10:00 . Lagi, Pedagang 3 Pasar Tradisonal di Rapid Test   |   09:00 . Mantabkan Ketahanan Pangan, Kodim Bojonegoro Tanam Padi Perdana di lahan Demplot   |   08:00 . Ular Sanca Besar Hebohkan Warga   |  
Sun, 07 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 12 August 2019 15:00

Hari Raya Idul Adha 1440 H

Bungkus Daging Gunakan Daun dan Besek, DeDurian Park akan Ajak Menanam Bambu

Bungkus Daging Gunakan Daun dan Besek, DeDurian Park akan Ajak Menanam Bambu

Reporter: Parto Sasmito
 
blokBojonegoro.com - Himbauan dan ajakan mengurangi penggunaan kantong plastik, terutama pada momen Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah, yakni untuk pembagian daging kurban, direspon positif masyarakat luas. Termasuk DeDurian Park Jombang.
 
Masyarakat Wonosalam, Kabupaten Jombang menyatu dalam kebersamaan kembali ke alam. Bahkan salah satu pendiri DeDurian Park, Muhammad Gurning punya perspektif lebih luas. 
 
"Nanti akan lahir lebih banyak lagi pengrajin besek dan bahan bahan dari bambu. Bahkan petani akan semangat menanam kembali bambu dan pisang," ujar Muhammad Gurning.
 
Menurut Muhammad, Inilah momentum kebangkitan petani. Menanam bambu selama ini dianggap kurang produktif akan kembali menjadi produktif. "Belum lagi, manfaat lain dengan kembali menanam bambu maka akan pula mejadi bagian penting pengikat air hingga menjadi sumber mata air bagi masyarakat," imbuh Gurning yang aktif bergerak dirikan start up bidang pertanian Goolive.
 
Dirut DeDurian Park, Yusron Aminulloh menilai, di sinilah perlunya inovasi yang tidak meninggalkan nilai-nilai lokal atau local genius. Sudah saatnya belajar budaya tani dan budaya bermasyarakat tapi tetap menyatu dengan alam.
 
Salah satu kekuatan lokal masyarakat Wonosalam, kata Yusron adalah guyub. Di sini masyarakat bisa izin tidak kerja karena sedang membantu tetangganya bongkar rumah hingga membersihkan kebun.
 
"Sebuah adat positif yang banyak ditinggalkan masyatakat lain. Maka kami akan belajar pada kekuatan lokal itu," tambah Yusron.
 
 
Sebagaimana banyak viral di medsos, pada acara penyembelihan hewan kurban, kini banyak fenomena baru di berbagai kota. Yakni tidak menggunakan plastik tapi berganti daun pisang dan tumbu/besek (keranjang dari bambu).
 
"Kami bangga dan senang masyarakat menyambut antusias program anti plastik ini. Disamping upaya meningkatkan ekonomi para pengrajin besek (tumbu), kami juga mengajak masyarakat hidup sehat tanpa plastik," tegas Dir Op DeDurian Park, Rully Anwar.
 
Bersama dengan komunitas petani dan desa, akan pula digiatkan kembali menanam bambu dan pisang. Sembari nilai ekonominya ditingkatkan dengan pemanfaatan pada aktifitas sehari-hari, budi daya bambu dan pisang pun harus digiatkan supaya ketersediaannya terjamin.
 
"Alhamdulillah, gerakan ini akan kami teruskan tidak hanya saat Idul Adha, tetapi juga nantinya dalam keseharian kami di Cafe Bido yang kami kelola di DeDurian Park. Tumbu dan Daun Pisang akan menjadi pelengkap dalam layanan kami, " tambah Rully. [ito/lis]

Tag : dedurian, park, jombang, wonosalam


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat