17:00 . Silaturahim IHM NU Kecamatan Kanor, Dihadiri 10.000 Anggota   |   16:00 . Dinas Perdagangan Wacanakan Pembuatan Kartu Penerima Elpiji Bersubsidi   |   15:00 . Kurangi Risiko Longsor, Kodim Dan Pemkab Tanam Rumput Vetiver   |   12:00 . Harga Bawang Putih Merangkak Naik, Cabai Berangsur Turun   |   11:00 . Sumur KWG-PWA1 Ditargetkan Produksi 150 Barrel Minyak Per Hari   |   10:00 . Pertamina EP Syukuran Tajak Sumur KWG PWA-1 di Trembes   |   09:00 . Intip Cerita Pemuda Bojonegoro Buat Sepeda Listrik   |   08:00 . Pertamina Group Jadi Mitra Terbaik PWI Tuban   |   07:00 . Anak Balita Tidak Mau Tidur Siang, Orang Tua Harus Bagaimana?   |   17:00 . TNI Bojonegoro Bekali Siswa SMKN Kasiman Kedisiplinan dan Wasbang   |   15:00 . Mengasyikan Anak-Anak TK Ini Bermain Sambil Belajar Budidaya Ikan   |   14:00 . Kemenag Ajukan Pembuatan Visa Jemaah Haji ke Surabaya   |   13:00 . Begini Tanggapan Warga Terkait Sensus Penduduk Online 2020   |   12:00 . Ada 10 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Bojonegoro   |   11:00 . Dishub Targetkan Rp31 Miliar dari Parkir Berlangganan 2020   |  
Fri, 28 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 18 August 2019 11:00

Festival 'Sego Liwet' di Balen

Wujud Syukur, Jalin Silaturahim

Wujud Syukur, Jalin Silaturahim

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Rangkaian HUT ke-74 RI di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro begitu meriah, salah satunya dengan Festival 'Sego Liwet', Sabtu (17/8/2019) malam. Kegiatan yang dilakukan setiap tahun sebagai bentuk syukur, namun sekarang ini dikemas berbeda untuk menjalin kebersamaan masyarakat setempat.

Setidaknya ada ratusan tumpeng 'Sego Liwet' yang ditata rapi di sepanjang Jalan Desa Kedungdowo, serta diikuti seluruh masyarakat setempat dan juga tetangga desa. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah, bentuknya melestarikan 'Sego Liwet' yang dibuat masyarakat," kata Kepala Desa Kedungdowo, Yuyus Adi saat festival berlangsung.

Kepala Desa Kedungdowo dua periode menjabat itu menjelaskan, masyarakat Desa Kedungdowo ikut serta mewujudkan syukur dalam HUT ke 74 RI, karena 'Sego Liwet' adalah bentuk implementasi hasil kerja keras yang harus dinikmati bersama-sama. Termasuk sedekah bumi, menjadi wujud syukur pada pendiri atau sesepuh desa.

"Tidaklah dinyatakan syukur pada Allah, ketika tidak syukur pada orang-orang dan para pejuang yang menjadi perantara nikmat. Mari selalu guyup rukun, hanya dengan kebersamaan semua akan bisa diraih," ujarnya.

Sedangkan Camat Balen, Husnan yang hadir langsung dan membuka Festival 'Sego Liwet', mengapresiasi acara dan mengangkat dua jempolnya atas apa yang dilakukan masyarakat Desa Kedungdowo. "Luar biasa hal yang tak biasa. Mungkin disini satu satunya kegiatan yang dikemas sedemikian rupa," ungkapnya.

Mantan Camat Gondang itu menambahkan, doa bersama dan ungkapan syukur atas kemerdekaan RI adalah keniscayaan untuk limpahan riski dan keberkahan. Pasalnya tanah kita dipupuk oleh jasad dan darah para pahlawan bangsa. "Maka patutlah kita mengenang dengan doa dan kerja keras untuk mengisi kemerdekaan," imbuhnya.

Melalui sedekah bumi atau nyadran lanjut Husnan, merupakan budaya lokal yang harus dilestarikan. Sebab kerja keras dan kebersamaan adalah kunci keberhasilan pembangunan, sebagaimana filosofinya 'Sego Liwet' yakni mangan bareng, muluk kan tunggalan (makan bersama, makan langsung tanpa sendok dan sepiring berdua). [zid/lis]

Tag : ri, hut, kemerdekaaan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat