16:00 . Dinas Perdagangan Wacanakan Pembuatan Kartu Penerima Elpiji Bersubsidi   |   15:00 . Kurangi Risiko Longsor, Kodim Dan Pemkab Tanam Rumput Vetiver   |   12:00 . Harga Bawang Putih Merangkak Naik, Cabai Berangsur Turun   |   11:00 . Sumur KWG-PWA1 Ditargetkan Produksi 150 Barrel Minyak Per Hari   |   10:00 . Pertamina EP Syukuran Tajak Sumur KWG PWA-1 di Trembes   |   09:00 . Intip Cerita Pemuda Bojonegoro Buat Sepeda Listrik   |   08:00 . Pertamina Group Jadi Mitra Terbaik PWI Tuban   |   07:00 . Anak Balita Tidak Mau Tidur Siang, Orang Tua Harus Bagaimana?   |   17:00 . TNI Bojonegoro Bekali Siswa SMKN Kasiman Kedisiplinan dan Wasbang   |   15:00 . Mengasyikan Anak-Anak TK Ini Bermain Sambil Belajar Budidaya Ikan   |   14:00 . Kemenag Ajukan Pembuatan Visa Jemaah Haji ke Surabaya   |   13:00 . Begini Tanggapan Warga Terkait Sensus Penduduk Online 2020   |   12:00 . Ada 10 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Bojonegoro   |   11:00 . Dishub Targetkan Rp31 Miliar dari Parkir Berlangganan 2020   |   10:00 . 501 Pendekar Se-Jawa Timur Ikuti Kejuaraan Rektor Unigoro   |  
Thu, 27 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 14 November 2019 14:00

Pemerintah Tetap Pakai Skema Bagi Hasil Gross Split di Sektor Migas

Pemerintah Tetap Pakai Skema Bagi Hasil Gross Split di Sektor Migas

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memberi sinyal akan mempertahankan skema bagi hasil minyak dan gas bumi (migas) dengan sistem gross split.  Meski dia masih membuka masukan dari investor tentang skema bagi hasil di industri ini.

Menurut dia, selama ini sebagian investor memberikan sambutan baik atas penerapan skema bagi hasil migas gross split. Itu karena ada ‎kepastian dalam penetapan besaran bagi hasil migas berdasarkan parameter yang telah ditentukan.

"Sejauh ini gross split sudah nyaman juga karena mereka ada kepastian. Kalau cost recovery dikerjakannya tahun ini tahun depan harus dievaaluasi dulu. Tapi kalau gross split sudah dibagi dari awalnya sudah terprogram,"‎ kata Arifin, di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Meski tetap mempertahankan penerapan bagi hasil migas yang digagas Arcandra Tahar tersebut, namun pihaknya tetap membuka kesempatan investor memberikan masukan terhadap bagi hasil migas yang diinginkan.

"Kita pada intinya akan mempertahankan GS tapi nggak mengesampingkan atau mengabaikan pesan investor," tutur dia.

Terkait dengan produksi migas, sebelumnya Arifin mengungkapkan, produksi minyak dalam negeri dari sumur yang sudah operasi harus dioptimalkan.

Langkah ini demi menekan impor Bahan Bakar Minyak (BBM), ‎sehingga bahan baku untuk memproduksi BBM tersedia dari dalam negeri‎.

Dia melanjutkan, selain mengandalkan produksi minyak dari sumur yang sudah ada, untuk menggenjot produksi minyak dalam negeri juga akan mengoptimalkan pencarian minyak dari sumur baru.

‎"Sama untuk mempercepat pengusahaan wilayah kerja migas baru," tandasnya.

Sumber: https://www.liputan6.com/bisnis/read/4109351/pemerintah-tetap-pakai-skema-bagi-hasil-gross-split-di-sektor-migas

 

Tag : esdm, bagi, hasil, migas


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat