18:00 . Ibu-ibu PKK di Kedungprimpen Belajar Pemasaran Daring   |   17:00 . FKMB UINSA Kembangkan Potensi Desa Melalui Bakmas   |   16:00 . Nyentrik, Polisi Ramah Dikenal Kumisnya   |   15:00 . Boromania Beri Waktu Manajemen Persibo Beri Kepastian   |   14:00 . Pendekar Velg Super Jago   |   13:00 . Sama-sama Naik, ini Harga Jual dan Buyback   |   12:00 . Meski Selesai Secara Kekeluargaan, Mbah Dul Enggan Balik   |   11:00 . PWI Bojonegoro Gelar Lomba Menulis Potensi Desa   |   10:00 . Nurul Hayat Bojonegoro Resmikan 3 Rumah Baru untuk Korban Puting Beliung   |   09:00 . ABC Kampanyekan Pola Hidup Bersih dan Sehat di Desa Setren   |   08:00 . Ular Besar Diamankan di Lingkungan Warga Kota Bojonegoro   |   07:00 . Kunci Stamina Prima untuk Calon Pengantin   |   21:00 . Antisipasi Banjir, Pemkab Bojonegoro Gelar Pelatihan Anggota Satlinmas Desa   |   20:00 . Dalam Satu Hari, Damkar Bojonegoro Tangkap 4 Ular di Lokasi Berbeda   |   19:00 . Harga Cabai Rawit Melonjak Hingga Rp85 Ribu Per Kilogram   |  
Fri, 24 January 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 09 January 2020 20:00

Layani Petani, PPL Temayang Harus Lewati Nganjuk

Layani Petani, PPL Temayang Harus Lewati Nganjuk

Pengirim : Iskak Riyanto*

blokBojonegoro.com - Demi melayani petani binaanya di Desa Soko, Kecamatan Temayang, penyuluh pertanian lapangan Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro harus menempuh jalan panjang melewati wilayah Kabupaten Nganjuk.

PPL Temayang, Sutoyo, mengatakan bahwa secara geografis Desa Soko berada di ujung tengggara Kabupaten Bojonegoro berbatasan dengan Kabupaten Nganjuk. Jarak dari kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Temayang sekitar 61 km bila memutar lewat Kabupaten Nganjuk.

"Musim hujan seperti ini kalau mau ke Desa Soko, khususnya Dusun Sekidang yang berada di balik bukit tidak bisa lewat jalan poros kecamatan atau desa. Sebenarnya hanya berjarak sekitar 15 km, tetapi sangat becek dan licin. Harus memutar lewat Kabupaten Nganjuk, tepatnya Kecamatan Ngluyu," cerita Sutoyo, Kamis (9/1/2020).

Menurut Sutoyo, hari Selasa kemarin bersama satu PPL lainya ia menghadiri pertemuan kelompok tani di dusun Sekidang dengan agenda acara pembagian bantuan hibah program petani mandiri (PPM). Bantuan berupa pupuk dan benih padi, yang merupakan program unggulan pemberdayaan petani dari Pemkab Bojonegoro. "Selain pembagian PPM, ada agenda acara penumbuhan kelompok tani baru," kata Sutoyo lagi.

Sementara itu, Kepala Seksi SDM Disperta, Djoko PW mengatakan bahwa selain faktor geografis khususnya wilayah Bojonegoro bagian selatan, tugas PPL memang berat. Di Disperta ada 5 Kepala Bidang, masing-masing Bidang ada 3 Kepala Seksi. Paling tidak, ada 15 Kepala Seksi yang mempunyai kegiatan dan melibatkan peran PPL, itu bagaimana polahnya kawan-kawan yang di lapangan.

"Dan semua kegiatan intinya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, sebagai contoh PPM, Alsintan, JUT, Jitut Jides, SLPTT, RDKK, Bimtek, dan lain-lain," terang Djoko, panggilanya, Kamis (9/1/2020).

Masih kata Djoko, semestinya 1 PPL membina 1 desa, tetapi sementara ini 1 PPL membina 3-5 desa. "Semoga kawaan-kawan PPL selalu diberi kesehatan dalam menjalankan tugasnya," doa Djoko, yang juga seorang mubaliq.

*PPL Disperta Bojonegoro.

Tag : soko, temayang, pertanian, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat