20:00 . Jelang Pemilu, 749 Calon PPK Ikuti Tes CAT   |   19:00 . Curah Hujan Tinggi, TPT Jembatan Jetak Bojonegoro Longsor   |   18:00 . Waspada Penipuan Digital, Masyarakat Perlu Bijak Bermedsos   |   17:00 . Cegah Longsor dan Banjir, Pemkab Bojonegoro Bangun Tebing Penahan   |   16:00 . Polisi Terus Selidiki Laporan Dugaan Sertifikat Tanah Palsu di Kasiman   |   15:00 . Tips Hemat Hadapi Godaan Diskon Belanja Akhir Tahun   |   14:00 . Kejari Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi APBDes Deling   |   13:00 . UINSA Terima Anugerah Top 45 Publik Inovasi Terbaik   |   12:00 . Diduga Kurang Konsentrasi, Remaja Meninggal Dunia Usai Menabrak Pemotor di Dander   |   08:00 . Pemkab Bojonegoro Masih Tunggu Juknis Inpres Pengadaan Kendaraan Listrik Kedinasan   |   07:00 . Bayi Rewel Saat Tidur Malam, Apa Bisa karena Ruam Popok?   |   16:00 . BMKG Juanda: Waspada Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang   |   15:00 . BPBD Jatim Beberkan Potensi Daerah Rawan Bencana, Termasuk Bojonegoro   |   13:00 . Jalan Darurat Jembatan Kedungjati Kembali Dibuka   |   12:00 . Bupati Bojonegoro Bersama Sekretaris Utama BMKG Tandatangani MoU Mitigasi Bencana   |  
Tue, 06 December 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Panen Sayuran Hidroponik di Depan Kantor Disperta Bojonegoro

blokbojonegoro.com | Wednesday, 18 December 2019 20:00

Panen Sayuran Hidroponik di Depan Kantor Disperta Bojonegoro

Pengirim: Iskak Riyanto*

blokBojonegoro.com - Sebagai upaya untuk mencukupi kebutuhan gizi keluarga, mulai tahun 2019 Kementerian Pertanian mengembangan Obor Pangan Lestari (OPAL). Dengan OPAL diharapkan masing-masing rumah tangga memanfaatkan pekarangan dengan ditanami buah-buahan dan sayur-sayuran untuk dikonsumsi sendiri sebagai bentuk ketahanan pangan.

Sebagai percontohan Dinas Pertanian Bojonegoro mengembangkan OPAL di depan kantor dengan tanaman sistem hidroponik, tanaman buah dalam pot (Tabulampot), dan kolam ikan. Dan saat ini sawi samhong dan sawi pakcoy hidroponik sudah mulai dipanen.

Helmy Elisabeth, Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro saat melakukan panen perdana bersama staff  mengatakan OPAL merupakan salah satu upaya untuk pemanfaatan lahan pekarangan, serta upaya pemenuhan gizi masyarakat baik nabati maupun hewani.

"Apabila dilakukan secara konsisten dan masif maka OPAL bisa sebagai upaya diversifikasi pangan," kata Helmy lagi, Rabu (18/12/2019).

Hal senada dikatakan Zaenal Fanani, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta, OPAL sebagai prototipe bahwa pangan tidak harus membeli, tetapi bisa kita cukupi sendiri dari pekarangan masing-masing. "Sebagai percontohan kita kembangkan tanaman hidroponik, kolam ikan, dan Tabulampot media tanah," katanya beberapa waktu yang lalu.

Zaenal menambahkan bahwa sistem tanam OPAL menyesuaikan potensi yang ada di masyarakat, bisa tanam langsung di tanah, tabulampot atau hidroponik. "Saat ini kita masih menyelesaikan pembuatan kolam ikan. OPAL sengaja kita letakan di depan kantor agar mudah dilihat dan ditiru masyarakat untuk dikembangkan di pekarangan masing-masing," tambahnya.

Indah, teknisi sekaligus praktisi hidroponik  mengatakan bahwa tanaman hidroponik yang ia kembangkan di depan Kantor Disperta memakai 2 sistem, yakni Nutrient Film Technique (NFT) dan Deep Flow Technique (DFT). Kedua sistem ini hampir sama yakni larutan nutrisi diberikan sangat dangkal dan mengalir terus menerus. Keuntungan sistem ini adalah tercukupinya pasokan air, oksigen dan nutrisi pada akar yang kena. Air digerakan oleh tenaga listrik dengan pompa air ukuran kecil.  Kelebihanya masih ada genangan air dalam paralon kalau listrik mati dan masih aman.

Indah menambahkan Hidroponik merupakan sistem bertanam dengan memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media. Seperti diketahui tanaman bisa hidup bila ada nutrisi/unsur hara, air, oksigen, dan sinar matahari.

"Kelebihan hidroponik antara lain ramah lingkungan, hemat air, efisiensi tenaga dan waktu, tidak membutuhkan tempat yang luas, pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kualitas hasil tanaman dapat terjaga, dan tidak mengenal musim," kata Indah, yang juga PPL Kecamatan Malo itu.

Masih menurut Indah, media tanam hidroponik bisa arang sekam, rock wool, serbuk serabut kelapa, zeolite, pecahan genteng/batu bata, kerikil, serbuk serat pakis, dan lain-lain. [lis]

*PPL Disperta Bojonegoro.

Tag : Disperta, tanam , OPAL



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat