13:00 . Dari Masker Bantu Ekonomi Tetangga   |   12:00 . Petakan Daerah Rawan Bencana, 18 Kecamatan Rawan Longsor dan 16 Banjir Bandang   |   11:00 . Dampak Pandemi, Pertumbuhan Kendaraan di Bojonegoro Lesu   |   10:00 . Begini Komentar Pelaku Usaha yang Mendapatkan BLT UMKM Tahap Pertama   |   09:00 . Inilah Warga yang Dapat Penghargaan di HJB 343 Termasuk Nakes Pencegahan Covid   |   08:00 . 307 Pasien di Jatim Sembuh, Kasus Baru Tambah 300 Orang   |   07:00 . Kebiasaan Pegang Ponsel yang Memicu Nyeri Leher   |   06:00 . Digelar Berbeda Upcara Hari Jadi Bojonegoro Tetap Patuhi Protokol Kesehatan   |   05:00 . Alhamdulillah, Hasil Testing 86% Negatif Covid 19   |   04:00 . 4 Orang Sembuh, 7 Baru dan 1 Orang Dinyatakan Meninggal   |   20:00 . KPK RI Enggan Berkomentar Terkait Gugatan PI Blok Cepu   |   19:00 . Rapikan Administrasi, Askab PSSI Manfaatkan Teknologi   |   18:30 . Isolasi di Rumah   |   18:00 . Alumni Stikes Rajekwesi Jadi Tenaga Kesehatan di Luar Negeri   |   17:30 . 3 Wajib Lawan Covid   |  
Wed, 21 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 15 January 2020 13:00

Terompet Ajaib Pengusir Burung Emprit

Terompet Ajaib Pengusir Burung Emprit

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro - Hama burung emprit (pipit) tentu membuat pusing para petani padi saat tanaman mulai berisi. Ada saja cara yang bisa dilakukan oleh para petani untuk mengusir kerumunan burung pipit yang hinggap di tanaman padi.

Seperti petani di Desa Kedungprimpen Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro ini, yang mengusir burung pipit menggunakan terompet.

Terompet dirasa ampuh mengusir kawanan burung pipit, sehingga menjadi andalan para petani sejak 2017 silam. Metode ini kini sudah mulai menyebar ke kelompok petani lainnya.

"Sangat ampuh untuk mengusir hama burung. Dulunya sebelum pakai terompet hama burung ini tidak takut, tanaman kami seperti padi rusak karena dimakan burung. Dan sejak memakai terompet, tanaman kami terbebas dari burung, hasilnya bagus," kata Dono (48), salah satu petani di Desa Kedungprimpen, kepada blokBojonegoro.com.

Suara terompet yang keras membuat kerumunan burung emprit pemakan padi terbang. Terompet tersebut dibunyikan bersahut-sahutan antar petani tak pelak suasana sawah gaduh.

Petani lainnya, Warno (58) menjelaskan, akibat serangan burung ia bersama petani lainnya terpaksa harus menunggui sawah dari pagi hingga menjelang malam, untuk mengantisipasi agar tanaman padi tidak habis dimakan burung.

“Kami menunggui tanaman padi di sawah ini hingga menjelang malam. Saking banyaknya burung emprit", tuturnya.

Dengan banyaknya suara terompot, membuat burung emprit yang biasanya menyerang secara berkelompok terbang pergi. Padahal tiap kelompok burung emprit ini, bisa berisi 100 hingga 200 ekor dan terbang bersama-sama di atas tanaman padi. [her/mu]

Tag : burung pipit, burung, padi, petani


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat