11:00 . Meski Sudah Ada Aplikasi Online, Dispendukcapil Tetap Layani Manual   |   10:00 . Panen Ale Pinggir Bengawan Solo   |   09:00 . Ini Jadwal PPDB Online Tingkat SMP   |   08:00 . Semangat Raup Rupiah dari Anyaman Bambu   |   07:00 . 3 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Saat Bayi Demam   |   22:00 . Jalan Beton Mulai Digarap, Ini Komentar Warga   |   21:00 . Sehari Sebelum Kecelakaan, Korban Buat Status Alam Kubur   |   20:00 . Tambahan 2 Orang Positif Covid-19 dari ODP   |   19:00 . Alhamdulillah....5 Orang Positif Covid-19 di Bojonegoro Sembuh   |   18:00 . Saksi: Tadi Saya Sudah Berteriak   |   17:00 . Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu di Balen Memakan Korban Jiwa   |   16:00 . Besok, Semua Operator Sekolah Ikuti Diklat Online   |   15:00 . Sutikno: Pembatalan Kebarangkatan Jamaah Haji Adalah Langkah Tepat   |   14:00 . Kepala SMA/SMK yang Ikut Hadir Pelantikan di Surabaya di Rapid Test   |   13:00 . Jamaah Haji Batal Berangkat, Petugas Haji Dibubarkan   |  
Thu, 04 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 15 January 2020 13:00

Terompet Ajaib Pengusir Burung Emprit

Terompet Ajaib Pengusir Burung Emprit

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro - Hama burung emprit (pipit) tentu membuat pusing para petani padi saat tanaman mulai berisi. Ada saja cara yang bisa dilakukan oleh para petani untuk mengusir kerumunan burung pipit yang hinggap di tanaman padi.

Seperti petani di Desa Kedungprimpen Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro ini, yang mengusir burung pipit menggunakan terompet.

Terompet dirasa ampuh mengusir kawanan burung pipit, sehingga menjadi andalan para petani sejak 2017 silam. Metode ini kini sudah mulai menyebar ke kelompok petani lainnya.

"Sangat ampuh untuk mengusir hama burung. Dulunya sebelum pakai terompet hama burung ini tidak takut, tanaman kami seperti padi rusak karena dimakan burung. Dan sejak memakai terompet, tanaman kami terbebas dari burung, hasilnya bagus," kata Dono (48), salah satu petani di Desa Kedungprimpen, kepada blokBojonegoro.com.

Suara terompet yang keras membuat kerumunan burung emprit pemakan padi terbang. Terompet tersebut dibunyikan bersahut-sahutan antar petani tak pelak suasana sawah gaduh.

Petani lainnya, Warno (58) menjelaskan, akibat serangan burung ia bersama petani lainnya terpaksa harus menunggui sawah dari pagi hingga menjelang malam, untuk mengantisipasi agar tanaman padi tidak habis dimakan burung.

“Kami menunggui tanaman padi di sawah ini hingga menjelang malam. Saking banyaknya burung emprit", tuturnya.

Dengan banyaknya suara terompot, membuat burung emprit yang biasanya menyerang secara berkelompok terbang pergi. Padahal tiap kelompok burung emprit ini, bisa berisi 100 hingga 200 ekor dan terbang bersama-sama di atas tanaman padi. [her/mu]

Tag : burung pipit, burung, padi, petani


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat