12:00 . Selamat Jalan Mas BS   |   11:00 . Harga Sejumlah Komoditi Terpantau Masih Stabil   |   07:00 . 3 Kebutuhan Dasar Tumbuh Kembang Anak yang Harus Dipenuhi   |   21:00 . Total, 91 Orang Tekonfirmasi Positif di Bojonegoro   |   17:00 . Ini Alasan KSBB Difokuskan di Daerah Perbatasan   |   16:00 . Bupati Resmi Buka Karya Bakti Skala Besar Tahun 2020   |   15:00 . DPRD : Pemenuhan Hak Disabilitas Perlu Diperhatikan   |   14:00 . Antisipasi Kekeringan, BPBD Mulai Petakan Wilayah Rawan Kekeringan   |   13:00 . Hedonisme dan Pertaruhan Kredibilitas KPK   |   12:00 . 3 Hari, 613 Calon Mahasiswa Rapid Tes di Labkesda Bojonegoro   |   11:00 . Sebelum Operasi Sikat Semeru 2020, ini yang Dilakukan Polres Bojonegoro   |   10:00 . RUU PKS Ditarik dari Prolegnas, Kopri Bojonegoro Kecewa Kepada DPR   |   09:00 . Asti Pelihara Belasan Kucing Ras dan Kampung   |   08:00 . Haji Ditunda, 9 Jamaah Haji Ajukan Pembatalan Pelunasan BPIH 2020   |   22:30 . 2 Hari Stagnan Tak Ada Tambah Sembuh dan Positif Covid-19   |  
Tue, 07 July 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 06 February 2020 12:00

Kabar Persibo

Boromania Terus Desak Manajemen Persibo Mundur

Boromania Terus Desak Manajemen Persibo Mundur

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Kelompok suporter Persibo Bojonegoro, Boromania terus mendesak manajemen tim yang berjuluk Laskar Angling Dharmo ini untuk mundur dari kursi kepengurusan.

Tak hanya itu, Boromania juga menyerukan agar manajemen secepatnya mengembalikan Persibo kepada Askab PSSI yang kemudian diserahkan ke Pemkab Bojonegoro, dalam hal ini Bupati Bojonegoro untuk menunjuk kepengurusan atau manajemen baru.

Boromania menganggap selama tiga musim kompetisi, manajemen dianggap gagal membawa Persibo untuk naik kasta ke liga lebih tinggi. Malah, dalam dua tahun belakang Persibo terus terpuruk dan hanya sampai di fase grup Liga 3 Regional Jawa Timur saja.

"Kita berharap manajemen sadar diri, mereka telah gagal membawa Persibo untuk lebih baik lagi," ungkap Presiden Boromania, Jasmo.

Tak hanya itu, Boromania juga menekankan manajemen Persibo untuk menyerahkan kepada Askab PSSI Bojonegoro secara sukarela, tanpa ada embel-embel ataupun persyaratan lainnya.

Pria asal Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo ini juga mengingatkan manajemen Laskar Angling Dharmo melihat kilas penyerahan manajemen Persibo sebelumnya kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sekitar tahun 2013.

Pada waktu itu manajemen sebelumnya menyerahkan Persibo kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan sukarela lantaran kesulitan masalah anggaran. Kemudian, bupati saat itu menunjuk manajemen baru yang dipimpin oleh Abdulloh Umar.

"Kita menginginkan manajemen sekarang menyerahkan Persibo kepada Pemkab Bojonegoro secara sukarela, seperti manajemen sebelumnya. Masa demi icon Bojonegoro ini harus dipatok dengan sebuah harga dan perlu diingat Persibo adalah milik masyarakat Bojonegoro, bukan hanya oknum saja," tegasnya kepada blokBojonegoro.com.

Boromania juga menekankan agar manajemen Persibo menyerahkan kepada Pemkab Bojonegoro dengan tanda tangan hitam di atas putih, bukan lewat omongan saja. Boromania menginginkan tidak ada pengingkaran janji yang dilakukan manajemen Persibo Bojonegoro.

"Kita beri waktu manajemen sampai hari Senin besok, jika belum ada kejelasan kita bakal kumpul lagi dengan temen-temen DPP Boromania, bahkan jika tidak didengarkan jalan terkahir kita dengan turun jalan," lanjut Jasmo.

Sebelumnya Boromania juga sudah melayangkan surat kepada Bupati Bojonegoro terkait rencana akan audiensi terkait permasalahan ini.

Namun, dari pihak Pemerintah Kabupaten Bojonegoro masih menunggu kejelasan dari manajemen Persibo terkait rencana pengembalian kepada Pemkab Bojonegoro.

"Kuncinya itu berada di manajemen Persibo, kita sempat juga menghubungi humas dari Persibo tetapi katanya harus satu pintu melali CEO Persibo, yaitu Pak Umar. Namun, saat kita menghubungi Pak Umar melalui Handphone malah dirijek, tetapi kita khusnudhon saja, mungkin Pak Umar sedang sibuk," imbuh Jasmo.

Boromania juga mematok Liga 2 adalah harga mati. Artinya jika Persibo sudah dikembalikan ke Pemkab Bojonegoro dan Bupati menunjuk manajemen baru, manajemen ini harus berhasil mengakuisisi ataupun marger dengan tim liga 2. Jika tidak, lebih baik Persibo difakumkan pada musim kompetisi tahun 2020 ini.

"Kita serahkan sepenuhnya kepada Bupati Bojonegoro selaku pemangku kebijakan tertinggi di Kabupaten Bojonegoro untuk segera ditindaklanjuti," tutupnya. [din/mu]

Tag : persibo, boromania, sepakbola


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat