21:00 . UDD PMI Bojonegoro Meski Idul Fitri Stok Darah Aman   |   20:00 . Tambah 1 Lagi di Kota, Kumulatif 51 Orang Positif Covid-19 di Bojonegoro   |   19:00 . Bupati Bojonegoro Hadiri Penyaluran BLT DD di Kepohbaru   |   18:00 . Sekda: Kenaikan Tunjangan DPRD Diproses Sejak 2019   |   17:00 . Kenaikan Tunjangan DPRD Bojonegoro, Begini Prosesnya Hingga Diundangkan   |   16:00 . 3 Bulan, Transaksi Pengiriman Barang di Kantor Pos Meningkat   |   15:00 . Tahun 2020, Sebanyak 181 Penyandang Disabilitas Bakal Dapat Bantuan Rp1,5 Juta   |   14:00 . Heemm...! Tunjangan Wakil Rakyat Naik   |   13:00 . 11 Penjaga Makam Leluhur Terima Gaji Rp750 Ribu   |   12:00 . Libatkan Relawan Jadikan Kampung Tangguh   |   11:00 . Disperta Isi Ikan di 50 Embung   |   10:00 . Bantu APD, Wihadi Dukung Kampung Tangguh di Bojonegoro   |   09:00 . Petani Tembakau Dapat Bantuan 2 Jenis Bibit   |   08:00 . Klaim Triwulan Pertama, Santunan Jasa Raharja Tembus Rp5 M   |   07:00 . 5 Tips Menghindari Bau Apek pada Hijab   |  
Fri, 29 May 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 20 May 2020 15:00

Waspada Corona, Jangan Panik

Di Webinar, Bupati Sampaikan Penanganan Covid-19 di Bojonegoro

Di Webinar, Bupati Sampaikan Penanganan Covid-19 di Bojonegoro

Reporter: M. Safuan, Parto Sasmito

blokBojonegoro.com -  CISDI berkolaborasi bersama Komisi Nasional HAM menyelenggarakan webinar dalam jaringan (daring) dengan tajuk “Kendali Penanganan COVID-19: Milik Pusat atau Daerah?”, Rabu (20/5/2020).

Webinar tersebut dengan menampilkan praktisi kesehatan, pemerhati kebijakan dan HAM, serta perwakilan pemimpin daerah. Di antaranya, Komisioner HAM Beka Ulung Hapsara, Senior Adviser on Gender and Youth WHO Diah Saminarsih, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,serta Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bojonegoro, Bupati Anna Mu'awanah menyampaikan, meskipun ada larangan mudik, namun tak dapat dipungkiri dengan kondisi tertentu, misalkan orang yang di perantauan sudah tidak bisa bekerja karena tutup, kemungkinan ada warga yang nekat untuk pulang kampung. Sehingga pemerintah Kabupaten Bojonegoro, menyiapkan shelter atau tempat untuk mengisolasi, baik di kabupaten maupun di masing-masing desa.

Selain itu, sebagai upaya untuk mencegah dan menangani Covid-19, Pemkab Bojonegoro menggunakan asas gotong royong dengan membuat tim gugus tugas mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa dengan melibatkan unsur pemerintah, TNI, Polri dan tim kesehatan.

"Kami tidak menerapkan lockdown ataupun PSBB, pengetatan di Kabupaten Bojonegoro sudah sangat ketat," ujar bupati.

Bupati menambahkan, trend di Jawa Timur,salah satu dari Kabupaten Bojonegoro. Begitu menemukan positif dan meninggal dunia, maka langkah pemkab yakni dengan melakukan tracking. Ada 10 pasar kabupaten dan 70 pasar masuk dalam dasar list tracking.

"Tentunya setelah tracking, kami menghitung rasio, hampir 25 persen reaktif, kami menyiapkan selter yang bisa kami gunakan untuk tempat penampungan," papar bupati.

Salah satu kendala sebelumnya di Kabupaten Bojonegoro belum mempunyai fasilitas swab, karena Bojonegoro melakukan tracking mayoritas, Pemrprov memberikan perhatian kepada rumah sakit rujukan untuk melakukan swab.

"Kabupaten Bojonegoro mendapatkan kepercayaan melalui RSUD Sosodorodjatikoesomo Bojonegoro,  untuk melakukan SWAB, sehingga penangannya bisa lebih cepat," imbuh Bupati.

Untuk jumlah warga yang warga Bojonegoro yang masuk kategori OTG ada 364, ODP 225 orang, dan positif covud-19 ada 30 orang. Dari jumlah orang yang positif ada yang sembuh 2 orang dan meninggal 5 orang.

Meskipun upaya telah dilakukan, namun juga persoalan yang ditemi. Menurut bupati, yang pertama adalah tingkat kesejahteraan masyarakat. Kemudian waktu, sampai kapan akan berkahir? Sedangkan tim sudah bekerja sejak 15 Maret 2020, sekitar 2 bulan lebih bekerja terus menerus juga pasti ada kelelahan. Belum lagi jika PSBB dibuka, pasti tim akan bekerja lebih ekstra.

Selain Sosial Distancing, Phsyical Distancing serta protokol kesehatan sudah dijalankan, di Bojonegoro juga mengedepankan social control di masyarakat. Di mana, jika ada warga dari zona merah pulang ke rumah, maka dengan inisiatif sendiri melapor ke gugus tugas desa. Untuk selanjutnya dilakukan isolasi selama 14 hari.


"Social Control ditekankan, masyarakat di basis desa, jika tidak patuh lapor. Dinamika pasti bisa, Mari kita lawan Covid-19 dengan riang dan serius. Itu kuncinya," tegas bupati. [saf/ito]

Tag : Waspada, corona, bojonegoro, webinar, bupati


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat