21:00 . Total, 91 Orang Tekonfirmasi Positif di Bojonegoro   |   17:00 . Ini Alasan KSBB Difokuskan di Daerah Perbatasan   |   16:00 . Bupati Resmi Buka Karya Bakti Skala Besar Tahun 2020   |   15:00 . DPRD : Pemenuhan Hak Disabilitas Perlu Diperhatikan   |   14:00 . Antisipasi Kekeringan, BPBD Mulai Petakan Wilayah Rawan Kekeringan   |   13:00 . Hedonisme dan Pertaruhan Kredibilitas KPK   |   12:00 . 3 Hari, 613 Calon Mahasiswa Rapid Tes di Labkesda Bojonegoro   |   11:00 . Sebelum Operasi Sikat Semeru 2020, ini yang Dilakukan Polres Bojonegoro   |   10:00 . RUU PKS Ditarik dari Prolegnas, Kopri Bojonegoro Kecewa Kepada DPR   |   09:00 . Asti Pelihara Belasan Kucing Ras dan Kampung   |   08:00 . Haji Ditunda, 9 Jamaah Haji Ajukan Pembatalan Pelunasan BPIH 2020   |   22:30 . 2 Hari Stagnan Tak Ada Tambah Sembuh dan Positif Covid-19   |   16:00 . Total Hadiah Tabungan Jutaan Rupiah, ini Rincian untuk Lomba Foto   |   15:00 . Inilah Jadwal Pelayanan Donor Darah PMI Bojonegoro Juli 2020   |   14:00 . Hari Bhayangkara ke 74, PPA dan PDKB Kanor Gelar Bakti Sosial   |  
Tue, 07 July 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 31 May 2020 18:00

Sulap Barang Bekas Jadi Media Tanam Sayuran

Sulap Barang Bekas Jadi Media Tanam Sayuran

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Di tengah pandemi Covid-19 jika tidak ada keperluan mendesak sesuai anjuran pemerintah, masyarakat diharapkan tetap stay at home atau tinggal di rumah. Menghadapi ini, masyarakat harus putar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup terutama pangan. Bercocok tanam di pekarangan rumah salah satu solusinya.

Bercocok tanam di lingkungan rumah yang memanfaatkan lahan terbatas dengan sistem tanam langsung di tanah atau memanfaatkan barang bekas sebagai media tanam sangat mudah diterapkan. Di tengah pandemi Covid-19 ini pekerjaan kantor dilaksanakan dari rumah Work From Home (WFH), maka banyak waktu yang tersisa untuk dimanfaatkan merawat tanaman.

Salah satunya adalah Moh Saiful Anam, warga Ngumpakdalem Kecamatan Dander yang sehari-harinya berprofesi sebagai seorang Dosen di salah satu kampus di Bojonegoro ini mengisi kegiatannya di sela WFH dengan menanam berbagai macam sayuran. Seperti cabai, tomat, terong, sawi dan kangkung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saat ini kita dianjurkan tetap di rumah maka di sela WFH saya menanam berbagai macam sayuran dengan memanfaatkan media yang mudah didapat seperti polybag, bekas botol air mineral, handuk bekas dan ban mobil bekas sebagai media tanam. Sayuran yang saya tanam ada cabai, tomat, terong, sawi dan kangkung. Perawatannya pun tidak terlalu sulit," ujarnya kepada blokBojonegoro.com.

Ia menyebutkan, sampah tidak hanya bisa didaur ulang untuk disulap menjadi barang bernilai ekonomi. Namun, bisa juga menjadikan proses bercocok tanam jauh lebih efektif dan menyenangkan.

Pria yang akrab disapa Anam ini menceritakan satu persatu tanaman yang ditanamnya. Tanaman yang paling cepat bisa ia panen adalah kangkung dan bayam. Tanaman sayur lainnya perlu waktu lama untuk bisa dipanen. Bahkan agar tanaman bisa tumbuh subur ia memanfaatkan urin kelinci untuk dijadikan pestisida alami dan kotoran kelinci dijadikan pupuk.

“Sawi dan kangkung sayuran yang cepat tumbuh dan dipanen, hanya membutuhkan waktu satu bulan. Biar subur saya kasih fermentasi urin dan kotoran kelinci, yang kebetulan saja juga beternak kelinci," kata Anam.

Sebenarnya, sistem tanam menggunakan barang bekas ini telah ia lakukan dua tahun lalu. Namun, di tengah pandemi covid-19 yang mengharuskan segala aktivitas dilakukan di rumah maka ia mempunyai inisiatif membuat gerakan milenial menanam, dengan mengajak pemuda sekitar desa untuk memanfaatkan pekarangan rumah agar lebih produktif.

Selain sebagai upaya untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga, juga sebagai pembelajaran bagi para pemuda untuk lebih mencintai lingkungan. Akan tetapi, untuk membuat gerakan milenial juga tidak semudah apa yang dibayangkan, lantaran kebanyakan anak milenial sedikit sulit untuk diajak menanam.

"Makanya saya mulai dari diri sendiri dan mengajak para pemuda yang mau, karena untuk memulai menanam harus dari kemauan masing-masing," imbuhnya.

Lulusan Magister Manajemen tersebut kedepanya berencana bakal mengembahkan ke arah aquaponik ataupun hidroponik. Namun saat ini, sementara masih memaksimalkan barang bekas untuk mengajak para pemuda agar mau bertanam.[dinmu/]

Tag : menanam, tanaman, barang bekas


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat