16:00 . BPBD Rutin Lakukan Penyemprotan Disinfektan   |   15:00 . Penyesuaian Tatanan Baru, Jam Kunjung Perpusda Dikurangi   |   13:00 . Pedagang Sayur di Pasar, Patuh Protokol Kesehatan   |   12:00 . Update Terbaru Perkembangan Covid di Indonesia   |   11:00 . Momentum Sumpah Pemuda, Satlantas Gandeng FKOB Bagikan Masker   |   10:00 . Hujan Deras, Sejumlah Wilayah Bojonegoro Banjir   |   09:00 . Sempat Merugi Puluhan Juta dan Berhenti Produksi Saat Awal Pandemi Covid-19   |   08:00 . Hari Ke-3 Pencarian, Orang Tenggelam di Bengawan Solo Ditemukan di Balen   |   07:00 . Jangan Remehkan Manfaat Menulis Jurnal   |   06:00 . 2 Pasien Sembuh, 5 Positif Covid-19 di Bojonegoro   |   05:00 . Razia Pelanggar, Tetap Ingatkan Masyarakat Patuhi Prokes Covid-19   |   04:00 . Satgas Covid-19: Tingkat Kesembuhan Pasien di Indonesia Terus Meningkat   |   23:00 . Jatim Bebas Merah, Bojonegoro Zona Risiko Rendah   |   22:00 . Kemenag isi Kekosongan Jabatan dan Merotasi Kepala KUA   |   21:00 . Libur Panjang Saat Pandemi, Kapolres Himbau Liburan Sehat di Rumah Saja   |  
Wed, 28 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 03 September 2020 21:00

Tradisi Nyadran Masih Lestari di Desa Ini

Tradisi Nyadran Masih Lestari di Desa Ini

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Hampir setiap tahun, sebagian masyarakat Jawa melakukan tradisi nyadran. Nyadran sendiri merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan setiap tahun oleh masyarakat Jawa.

Seperti halnya di Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kamis (3/9/2020). Masyarakat tampak antusias berbondong-bondong menghadiri tradisi Nyadran di samping makam leluhur desa atau orang Jawa biasan menyebutnya dengan 'Cungkup'.

Sebagian warga ada yang membawa berbagai masakan yang ditaruh dalam wadah dari anyaman bambu, tak lupa diberi alas daun pisang sebagai piring yang nantinya akan dihidangkan di pinggir makam dalam ritual Nyadran.

Sampainya di lokasi, warga duduk berjajar di atas tikar yang telah disediakan. Berkumpul bersama dalam suasana sederhana dan mengikuti rangkaian acara yang digelar, seperti tahlil, doa bersama hingga ambengan.

"Tradisi nyadran masih digulirkan di Desa Sarangan pada setiap tahunnya," jelas Nur Syam, salah satu tokoh agama Desa Sarangan.

Mbah Kiai Nur, sapaan karibnya menjelaskan, bahwa Nyadran juga merupakan bentuk lain untuk menjaga tradisi leluhur dan internalisasi kearifan lokal yang kini semakin terkikis perkembangan zaman, serta wujud syukur masyarakat kepada Tuhan yang maha kuasa.

Salah satunya, dibagikannya makanan yang telah mereka bawa kepada handai taulan atau siapapun yang datang dalam ritual tersebut, merupakan bentuk lain dari rasa syukur itu.

"Melalui ritual Nyadran ini kita berharap akan memetik rasa kekeluargaan kepada sesama masyarakat dari berbagai latar belakang kepercayaan golongan tertentu, berkumpul dalam kegembiraan dan menanggalkan perbedaan," tambahnya kepada blokBojonegoro.com. [lin/mu]

Tag : nyadran, adat, budaya


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 16:00

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang M. Anang Febri Efendi reporter blokTuban.com resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi kedua, dilaksanakan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat