20:00 . Gaungkan Seni Drama, Kata Aksara Gelar Lakon 'Pelacur Terhormat'   |   19:00 . Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdik Bojonegoro Gelar PKKS   |   18:00 . Rantai Distribusi Vaksin Telah Siap, Begini Alurnya   |   17:00 . Harga Bawang Merah Turun Lagi, Per Kilogram Rp30.000   |   16:00 . Masih Ada Warga yang Tak Taat Prokes saat di Luar   |   15:00 . Polres Bojonegoro Salurkan Bantuan Korban Banjir   |   14:00 . Berikut Hasil Uji Kualitas Udara di Bojonegoro   |   13:00 . Dimsum Seribuan Laris Manis   |   12:00 . Mengapa Kita Perlu Imunisasi?   |   11:00 . Pemohon Banpres BPUM Dinkop Bojonegoro Capai 31.502   |   10:00 . PLN Perpanjang Promo Diskon Tambah Daya Super Merdeka untuk UMKM   |   09:00 . Sejak Dulu Imunisasi Cegah Penyakit Menular   |   08:00 . Presiden Kutuk Terorisme di Sigi   |   07:30 . Kesembuhan Covid-19 di Provinsi ini Meningkat Pesat   |   07:00 . Membangun "Chemistry" Kuat dengan Percakapan Sederhana   |  
Tue, 01 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 06 September 2020 15:00

Festival Layang-layang Pilanggede

Puluhan Layang-Layang Hiasi Langit di Desa Pilanggede

Puluhan Layang-Layang Hiasi Langit di Desa Pilanggede

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Pemerintah Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro punya cara unik untuk mengungkapkan rasa syukur dan menyambut Pesta Musim Panas. Mereka menggelar festival layang-layang dengan bentuk dua dimensi, Minggu (6/9/2020).

Bertempat di lapangan dan tanggul Taman Pinggir Gawan (TPG), puluhan layang-layang besar beraneka ragam bentuk dan tema mewarnai langit sore Desa Pilanggede. Mulai dari bentuk ular naga, garuda, perahu hingga jenis hewan ditampilkan para peserta lomba.

“Lomba layang-layang ini yang pertama kali digelar dengan jumlah peserta mencapai 43 orang. Mereka berasal dari lokal Bojonegoro saja, karena untuk peserta dari luar daerah tidak diperbolehkan,” kata Ketua Panitia  Festival Layang-layang Iwan Zuhdi.

Menurut Iwan, terselenggaranya lomba layang-layang ini sebagai ajang kompetisi para pehobi layang-layang yang banyak digandrungi warga Pilanggede. Selama ini, kata dia, kesenangan warga terhadap layang-layang hanya disalurkan sekadar untuk mengisi waktu luang tanpa menghasilkan apa-apa.

“Sudah menjadi hal yang biasa setiap musim angin seperti sekarang, warga Pilanggede membuat layang-layang ukuran besar yang dikenal dengan sebutan 'Sowangan' kemudian menerbangkannya di lapangan atau tepi bengawan solo, sehingga menjadi salah satu ide untuk membuat festival layang-layang," lanjut Iwan.

Adapun beberapa kategori penilaian dalam lomba layang-layang tersebut, kata Iwan, di antaranya melihat dari unsur Keindahan, Keunikan, Ketenangan, Ketinggian dan yang terpenting bisa terbang. Tak sedikit layang-layang tersebut mempunyai keunikan dan bentuk indah, namun saat diterbangkan ternyata mogok dan tidak bisa terbang.

“Total hadiahnya sebesar 2,5 juta, dengan juara 1,2,3 dan 2 juara harapan," imbuhnya.

Dirinya juga menjelaskan, untuk setiap sesi perlombaan masing-masing diikuti sebanyak 5 peserta dan setiap sesi para peserta diberi waktu selama 15 menit. Bahkan, saat diterbangkan ada juga beberapa layang-layang yang bertubrukan saat berada di udara.

Sementara itu, Kepala Desa Pilanggede, Yaskun menambahkan, selain menggelar festival Layang-Layang, sebelumnya pihak pemerintah desa juga menggelar lomba bersih - bersih lingkungan. Acara tersebut, sengaja digelar memang untuk kebersihan lingkungan desa setempat.

Pasalnya, Desa Pilanggede menjadi salah satu desa yang mendapatkan penghargaan untuk kategori utama sebagai lokasi Kampung Iklim 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

"Lomba lingkungan ini memang kegiatan rutin yang digelar oleh Pemdes Pilanggede, guna mengajak masyarakat untuk tetap menjaga dan merawat Lingkungannya," tutup Yaskun.[din/ito]

Tag : festival, layang, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat