05:00 . 4 Hari Berturut-turut, Kasus Konfirmasi Positif di Bojonegoro Tetap 54 Orang   |   17:00 . Nyalip, Oleng, Pengemudi Mobil Meninggal Hantam Pohon   |   16:00 . Pelaksanaan Vaksinasi Dibagi di Rumah Sakit dan GOR SMT   |   15:00 . Pemerintah Upayakan Lansia Mudah Menjangkau Lokasi Vaksinasi   |   14:00 . Mendagri: Damkar Melayani Dalam Mendukung Kebiasaan Baru   |   13:00 . Pengunjung Agrowisata Belimbing Turun 50 Persen Saat Pandemi   |   12:00 . HUT Damkar Ke-102, Begini Pesan Bupati Bojonegoro   |   11:00 . Pemdes Desa Napis Siapkan Tempat Wisata Bersejarah   |   10:00 . Melepaskan Dan Menyimpan Masker Harus Memperhatikan Higienitas   |   09:00 . Lembaga Penyiaran Berperan Mengedukasi Masyarakat Mematuhi Prokes   |   07:00 . Kapan Waktu Paling Tepat untuk Memberi Susu Sapi pada Bayi?   |   06:00 . Pakai Masker yang Bisa Dikalungin? Praktis, Tapi ............   |   05:00 . 2 Bulan, 33 Orang Dinyatakan Positif Covid-19 Meninggal Dunia   |   23:00 . Pengendara Motor Tabrak Truk Parkir di Jalan   |   21:00 . MWC NU Ngasem Peringati Harlah NU ke 98   |  
Tue, 02 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kreatif dan Unik, Tas Kloso Buatan Tangan Khas Bojonegoro

blokbojonegoro.com | Wednesday, 20 January 2021 08:00

Kreatif dan Unik, Tas Kloso Buatan Tangan Khas Bojonegoro

Kontributor : Uul Lyatin

blokBojonegoro.com - Dahulu kala, daun pandan seringkali dimanfaatkan sebagai bahan baku tikar (kloso). Di tengah berkembangnya zaman, kloso pandan (tikar pandan) kini tidak lagi populer. Karena itu pula, ada inovasi mengkreasikan pandan menjadi beberapa kerajinan tas dan dompet cantik yang hasil jualnya cukup menyenangkan.

Sulastri produsen Tas Kloso yang beralamat di Jalan Basuki Rahmat Gang SDN No. 12 Desa Sukorejo Bojonegoro ini mulai memproduksi Tas Kloso sejak awal Tahun 2020 yang lalu. Bahkan hingga saat ini, banyak peminat Tas Kloso menjadi pelanggannya. 

Sulastri mengatakan awal ia memproduksi Tas Kloso ialah karena Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah berkunjung ke Kedungadem Bojonegoro. Banyaknya daun pandan di sana membuat Bupati ingin meningkatkan ekonomi dengan memanfaatkan pandan. Akhirnya Sulastri mulai membuat kreasinya melalui daun pandan tersebut hingga menjadi beberapa produk. 

"Ya awalnya waktu viral tahun lalu itu banyak sekali produsen yang membuat kreasi dari pandan ini, namun seiring berjalannya waktu, sekarang tinggal 2 orang yang bertahan. Saya dan teman saya." ujar Sulastri. 

Produsen Tas Kloso yang sering disapa Mbak Lastri itu membuat beberapa kreasi nya dari pandan. Tak hanya tas, namun ada juga dompet dan tempat tissue. Serta masih banyak lagi. 

Ia mengungkapkan bahwasannya pembuatan Tas Kloso ini cukup rumit. Berawal dari beberapa lembaran pandan dilem, dikeringkan lalu di potong sesuai pola dan di jahit. Selain itu juga ditambah beberapa bahan agar tas bertahan lebih lama dari biasanya serta layak digunakan oleh masyarakat. 

Dalam satu kali produksi, Sulastri memerlukan 15 tikar pandan ukuran besar untuk di sulap menjadi 80 tas. Ia mengatakan harga tas tersebut mulai Rp50.000.

"Saya produksi Tas Kloso ini sesuai dengan pesanan orang. Namun ada juga beberapa stok kreasi pandan ini di outlet. Salah satunya outlet CEC wilayah Pacul," imbuhnya.

Sementara itu, Sulastri mengatakan bahwa modal awal yang ia gunakan untuk menyulap Kloso menjadi beberapa produk ini membutuhkan modal kisaran Rp1,5 juta. Namun untuk omzet yang ia dapat tidak dapat diperkirakan. 

"Ya kalau ditanya omzet saya bingung jawab. Soalnya nggak pasti juga. Tapi Alhamdulillah peminat Tas Kloso ini cukup banyak bahkan hingga saya kuwalahan dan ada beberapa pemesan yang saya tolak karena kendala dari bahannya yang terbilang minim," tandasnya dengan tawa. [uul/col]

 

Tag : Tas, Kloso, oandan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat