20:00 . Tradisi Ritual Ijuk Nganten di Sraturejo Tetap Lestari hingga Kini   |   18:00 . M. Sholikhuddin Zuhdi Terpilih Secara Aklamasi Nahkodai BPC HIPMI Bojonegoro Periode 2024-2027   |   15:00 . Wamenag: Jemaah Jaga Kesehatan Saat Puncak Haji   |   12:00 . Gua Hira, Cahaya Firman Berpendar ke Semesta   |   11:00 . Tiga Srikandi Amirul Hajj, NU, Muhammadiyah dan Kemenag   |   09:00 . Pengusaha Muda Nasional Deklarasikan Diri Maju Calon Ketua BPC HIPMI Bojonegoro   |   22:00 . Sekolah Tertua di Sukosewu Sukses Gelar Wisuda Purnasiswa   |   21:00 . 300 Jemaah Lansia dan Disabilitas Non Mandiri Tempati Hotel Transit   |   20:00 . Puasa Tarwiyah dan Arafah, Ini Panduan Lengkapnya   |   19:00 . Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah   |   18:00 . Bawa Kerikil dan Snack Berat dari Arafah   |   17:00 . Berkat Holding Ultra Mikro (UMi) Pengusaha Olahan Singkong Asal Gayam Bisa Raup Omzet Fantastis   |   14:00 . Polisi Tetapkan Tersangka Perangkat Desa di Bojonegoro Usai Bacok Adik Iparnya   |   13:00 . Kisah Inspiratif Perajut Pamerkan Produk Lewat Platform Localoka dan Link UMKM   |   12:00 . Hikmah Pembagian Daging Kurban   |  
Sat, 15 June 2024
Jl. Desa Sambiroto, Kec. Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Dua Kali Dibronjong, 7 Kali Jalan Dipindah

blokbojonegoro.com | Thursday, 19 January 2017 12:00

Dua Kali Dibronjong, 7 Kali Jalan Dipindah

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Longsor yang memutuskan jalan di Dusun Jantok, Desa Bogo, Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro sudah berulang kali terjadi. Sehingga pemerintah desa bersama masyarakat setempat terpaksa memindahkan jalur utama menuju Kota Bojonegoro itu.

Baca juga [Longsor Akibat Banjir, Jalan Desa Bogo Kembali Terputus]

"Sejak longsor, jalan sudah pindah tujuh kali. Longsornya sekitar 23 meter," kata Kasun Jantok, Syahid kepada blokBojonegoro.com, Kamis (19/1/2017).

Longsor pertama retak-retak, terjadi tahun 1982, kemudian semakin parah di tahun 2003, selain itu jalan yang sering dilalui warga itu dulunya kendaraan roda empat masih bisa melintas. Namun kata Kasun, sekarang ini kendaraan roda dua yang melintas harus ekstra hati-hati.

"Upaya yang sudah dilakukan, dua kali diberi bronjong. Bronjong pertama sudah hilang, bronjong yang kedua ini baru tiga bulan selesai dikerjakan," terangnya.

Padahal, lanjut Syahid, bronjong yang dibangun pertama sekitar tahun 2006 panjangnya sekitar 200 meter dengan dua pondasi dan sebanyak delapan trap. Sedangkan bronjong kedua yang baru tiga bulan ini panjangnya mencapai 86 meter dengan 13 trap.

"Setidaknya ada delapan rumah yang berada di sekitar bengawan, juga terancam longsor," jelasnya. [zid/mu]

Tag : longsor, desa bogo



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 19 February 2024 20:00

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG Perwakilan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina mengunjungi kantor redaksi blokBojonegoro.com (Blok Media Group/BMG), di BMG CoWorking Space, Jalan Semanding-Sambiroto, Desa Sambiroto, Kecamatan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 09 June 2024 15:00

    Santri Al Manshur Bulu, Dilatih Praktik Menulis Berita

    Santri Al Manshur Bulu, Dilatih Praktik Menulis Berita Untuk mempermudah kecakapan menulis berita, mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) Prodi PAI, Fakultas Tarbiyah, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri mengadakan rencana tindakan lanjut (RTL) dengan mereview hasil praktik menulis berita di...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat