07:00 . Pengaruh Puasa bagi Kesehatan Jiwa   |   18:00 . Bulan Ramadan, Begini Kondisi Taman Pinggir Gawan   |   17:00 . Jelang Lebaran, Masyarakat Ramai-ramai Serbu Toko Pakaian   |   15:00 . Hore...!!! Tunjangan GTT/PTT Segera Cair   |   14:00 . PEPC Berbagi dan Silaturahmi Bersama Masyarakat di Wilayah Operasi   |   12:00 . Pemerintah Terus Matangkan Program Vaksinasi Gotong Royong   |   08:00 . Tawarkan Suasana Baru, Go Fun Buka Kembali Hari Ini   |   07:00 . Gejala Serangan Jantung, Ini Perbedaannya pada Wanita dan Pria   |   05:00 . 3 Pasien Sembuh, Kasus Baru 3 Orang   |   19:00 . Serap Aspirasi, Komisi B Peduli Nasib Petani   |   16:00 . Gaji Buruh Tertunda Disnaker Bojonegoro Turun Tangan   |   15:00 . SMKN 5 Bojonegoro Berbagi Takjil   |   14:00 . Layani Penumpang Non Mudik, Bus di Terminal Rajekwesi Mulai Beroperasi   |   13:00 . Komisi C Akan Selidiki Masalah Demo Karyawan PT Shou Fong Lastindo   |   12:00 . Disinyalir THR Kecil, Karyawan PT Shou Fong Lastindo Mogok Kerja   |  
Sun, 09 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Buka Peluang, Kunyit Bisa Bernilai Ekonomis Tinggi

blokbojonegoro.com | Thursday, 27 April 2017 11:00

Buka Peluang, Kunyit Bisa Bernilai Ekonomis Tinggi

Kontributor : Sutopo

blokBojonegoro.com -
Di Dusun/Desa Ngulan, Kecamatan Ngasem, terdapat usaha pengeringan kunyit. Usaha yang digeluti Junaidi, tersebut merupakan satu- satunya yang ada di Kecamatan Ngasem.

Walau demikian kunyit yang semula dianggap biasa bagi masyarakat pada umumnya . Di tangan Junaidi, pria asli Nagsem itu, kunyit bisa menjadi bernilai ekonomis tinggi.

Berbekal pengalaman dan semangat yang tinggi, pemuda tamatan Sekolah Dasar (SD) itu, merintis usaha kunyit dari 3 bulan yang lalu.

"Usaha ini berjalan sudah 3 bulan. Dulu pernah ikut usaha orang lain 2 tahun di Surabaya, dan akhirnya memutuskan membuka usaha sendiri di sini," kata pria 37 tahun ini.

Untuk mendapatkan kunyit kata Junaidi, dirinya mengambil dari berbagai daerah lain, seperti Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Seragen, Jawa Tengah.

"Untuk harga kunyit sendiri sekitar Rp1400 perkilogram untuk kunyit basah kualitas biasa dan Rp3500 untuk kunyit basah kualitas super," tegas bapak dengan 3 anak tersebut.

Pria yang mengaku memiliki sembilan bersaudara itu, bersma 4 karyawannya, melakukan pengolahan kunyit dengan menggunakan alat pemotong dan selanjutnya dijemur sampai kering, nantinya jika kualitas jemuran bagus bisa mendapat harga yang tinggi.

"Harga kunyit kering rata-rata Rp15000 per kilo gram, tergantung kualitas yang dihasilkan dari penjemuran," ujar Junaidi saat dijumpai blokBojonegoro.com di sela menjemur kunyit. [top/ito]

Tag : ngulan, ngasem, kunyit, usaha

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat