09:00 . Per Juli Beli Pertalite Lewat MyPertamina, Daerah Kamu Salah Satunya?   |   08:00 . Bupati Bojonegoro Bersedia Terima Aset Jembatan Glendeng, Bupati Tuban Absen Rapat   |   07:00 . Alergi pada Anak, Ini Cara Memperkuat Barrier Tubuhnya   |   20:00 . Kontingen Bojonegoro Tambah Tiga Medali   |   19:00 . Mendag Zulhas Bertemu Dubes Amerika Serikat, Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan Indo-Pasifik   |   18:00 . Liburan Tetap Belajar Kenapa Tidak?   |   17:00 . Ketua Kontingen Bojonegoro Apresiasi Prestasi Atlet Judo   |   16:00 . Ada 1 Juta lebih DPB, Didominasi Perempuan   |   15:00 . KPU Bojonegoro Gelar Rakor Pemutakhiran DPB   |   14:00 . Atlet Judo Bojonegoro Sumbang 3 Medali   |   13:00 . Atlet Taekwondo Bojonegoro Raih Satu Medali Perak   |   10:00 . Bebas PMK, 9.308 Ekor Sapi di Bojonegoro Siap kurban   |   09:00 . Cabor Angkat Besi Sumbang 3 Emas Lagi   |   08:00 . Prorprov Jatim, Bojonegoro Bertahan di Sepuluh Besar Perolehan Medali Sementara   |   07:00 . 4 Tips agar Emosi Kamu Tetap Stabil ketika Sedang Dipuji   |  
Wed, 29 June 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Mencari Solusi Problematika Petani Hutan, SEC Gelar Seminar

blokbojonegoro.com | Monday, 10 December 2018 08:00

Mencari Solusi Problematika Petani Hutan, SEC Gelar Seminar

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Hampir sebagian besar wilayah Kabupaten Bojonegoro berada di kawasan hutan. Banyak pula desa-desa yang di dalam hutan dengan akses ke kawasan membutuhkan waktu dan tenaga ekstra dibanding dengan desa lainnya.

Di desa-desa yang berada di kawasan hutan, mayoritas warga bekerja sebagai petani pesanggem atau penggarap lahan hutan milik Perhutani. Dalam proses penggarapan lahan itu, antara desa satu dengan yang lainnya menggunakan sistem yang berbeda. Ada yang harus membagi hasil panen dengan Perhutani, ada juga yang harus mengeluarkan biaya sewa cukup tinggi karena tanah yang digarap ternyata bukan lahan kawasan hutan. Padahal, Lahan garapan adalah salah satu harapan utama bagi petani untuk bertahan hidup.

Hal itu, adalah salah satu probelematika petani hutan di Bojonegoro. Sehingga, Non Government Organization (NGO) Society Education Centre (SEC) Bojonegoro menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema 'Problematika Petani Hutan; Pendidikan dan Agraria', Senin (10/12/2018) siang nanti.

Ketua SEC, Parto Sasmito menjelaskan, selain terkait lahan garapan, problem lainnya yang dihadapi petani hutan adalah pendidikan. Secara formal, rata-rata pendidikan para petani hutan adalah lulusan SMP atau di bawahnya.

"Akses juga kendala. Meski ada sekolah, namun pada kondisi tertentu tenaga pengajar tidak berangkat untuk mengajar. Sehingga ketika jam sekolah para siswa tidak mendapatkan pelajaran," papar alunmi IKIP PGRI Bojonegoro itu.

Sementara itu, Koordinator Acara, Ali Ibrohim menyampaikan, dalam seminar ini, mengundang Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Mu'awanah sebagai keynote speaker. Kemudian ada 4 narasumber yang akan menyampaikan pandangan dan data masing-masing, serta mencari solusi terbaik terkait problem petani hutan.

Di antaranya narasumber yang sudah terkonfirmasi yang bakal hadir ada dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Indonesia, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro, Slamet Juwanto Wakil Adm Tengah, Anggota DPRD Bojonegoro, Anam Warsito dan akademisi dari UINSA Surabaya, Nuril Huda.

"Peserta dari perwakilan petani hutan dan mahasiswa dari berbagai kampus di Bojonegoro. Total sekitar 35 peserta lebih. Karena konfirmasi ada yang hadir bersama 3 sampai 5 orang dari undangan," jelas pemuda asal Desa Prambatan, Kecamatan Balen ini.

Seminar akan dilaksanakan di lantai 2 gedung Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK), jalan Veteran Bojonegoro mulai pukul 13.00 sampai 16.00 WIB. [saf/mu]

Tag : seminar, nasional, perhutani, sec, bojonegoro, agra, agraria, petani



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat