11:00 . HUT ke-38, SMP Negeri Kapas Tonjolkan Rakitan Sepeda Energi Listrik   |   07:00 . Jangan Cukur Bulu Kemaluan Saat Vagina Sedang Dalam Kondisi Begini   |   18:00 . Persibo Bojonegoro Melaju ke Babak 16 Besar   |   17:00 . Program Rantang Kasih Moe Tingkatkan Gizi Lansia   |   16:00 . Awal Bulan Harga Emas 24 Karat Antam Terjun   |   15:00 . Full Time, Persibo Taklukkan 1-0 Mitra Surabaya   |   14:30 . Half Time, Persibo Unggul 1-0 dari Mitra Surabaya   |   14:00 . Transparansi Pemdes Tlogorejo Raih Tiga Kategori KIP Se - Jawa Timur   |   13:45 . Menit 31 Persibo Berhasil Mencetak Gol Pertama ke Gawang Mitra Surabaya   |   13:00 . Persibo Tiba di Gresik, Kondisi Siap Tempur   |   12:00 . Harga Cabai di Pasar Bojonegoro Meroket Jelang Natal dan Tahun Baru   |   11:00 . Pemkab Bojonegoro Terima Penghargaan Kategori Tertinggi Komisi Informasi Jatim   |   10:00 . Program Aladin Bangun 7.041 Rumah Tak Layak Huni   |   08:00 . Musnahkan Barang Bukti dan Lelang   |   07:00 . Ketahui 5 Tanda ASI Kekurangan Nutrisi, Bisa Berdampak pada Kesehatan Bayi   |  
Fri, 03 December 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Revolusi Industri, Ekonomi Syariah Bisa Terus Jadi Rujukan

blokbojonegoro.com | Thursday, 28 March 2019 17:00

Revolusi Industri, Ekonomi Syariah Bisa Terus Jadi Rujukan

 
Reporter: Parto Sasmito
 
blokBojonegoro.com - Kaum milenial berpendidikan kedepannya menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, termasuk memasuki revolisi industri 4.0. Termasuk penguatan ekonomi syariah akan terus jadi rujukan meskipun tantangan kedepan semakin berat dengan adanya teknologi informasi.
 
Seperti yang diungkapkan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Poempida Hidayatulloh. Kalau satu tantangan tentang basis perekonomian dimasa yang akan datang. Sebab nanti eksitensi perekonomian syariah atau perekonomian Islam itu bisa tetap eksis. Namun sekarang dengan lajunya teknologi digital, teknologi informasi itu yang memang tantangannya menjadi lebih berat.
 
"Karena bagaimanapun sistem perekonomian yang terbangun sekarang adalah sistem perekonomian berbasis riba. Sehingga ini menjadi tantangan bagi para pelaku ekonomi syariah, untuk masuk ke tataran yang namanya revolusi industri 4.0 ini yang dimotorin oleh teknologi digital itu," ungkapnya usai mengisi kuliah umum di Sekolah tinggi ekonomi dan bisnis islam Al-Rosyid (STEBIA) Dander, Bojonegoro, Kamis (28/3/2019).
 
Dalam kuliah umum bertema 'peran ekonomi islam dalam mewujudkan kesejahteraan tenaga kerja yang berkelanjutan' itu dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan adalah untuk periode 2016-2021 menjelaskan, teknologi digital ini kalau tidak dimulai sekarang melakukan gerakan yang nanti dimungkinkan kita akan tersisihkan.
 
"Karena sekarang kan yang namanya 'pirtupir lending' itu sudah berbasisnya basis bunga. Sebab dengan bunga yang sangat tinggi, terjadi satu praktek riba yang maha dahsyat. Karena bunganya tinggi dan ini seolah-olah menjadi kesejahteraan rakyat, padahal sebenarnya ini suatu metode eksploitasi baru," jelasnya.
 
Poempida Hidayatulloh Djatiutomo, nama lengkap Pak Poempida mengintkan dalam konteks perekonomian itu suka atau tidak suka para pelaku ekonomi syariah harus siap menghadapi. Serta jangan bosan-bosan melakukan sosialisasi, bahwa basis perekonomian yang benar itu adalah basis perekonomian syariah yang berdasarkan bagi hasil basisnya. Kalau sistem bunga itu mau tidak mau apalagi dengan bunga tinggi itu pasti riba dan ribanya itu sangat menyengsarakan.
 
"Tujuan saya sebenarnya membukakan cara berfikir terhadap anak-anak mahasiswa, karena ketika mereka sudah mempunyai satu garis pemikiran yang baik, begitu mereka masuk ke dunia nyata mereka akan siap dan akan kuat dan tentu mereka punya konsep-konsep secara teori ekonomi syariah yang mereka kuasai," terangnya.
 
Pejabat kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, menambahkan, praktek perekonomi syariah bisa dilakukan secara informal dengan pinjam meminjam sistem bagi hasil. Melalui sistem bagi hasil, 80 persen perekonomian Indonesia berbasis UMKM, kalau praktek kerja sama gotong royong seperti itu dibudidayakan walaupun tidak formal yang penting mensednya sama kepercayaan terbentuk.
 
"Saya rasa ekonomi syariah bisa sangat berkembang dengan sangat cepat, ketimbang basis-basis kapitalisme yang sekarang kita lihat," imbuhnya.
 
Sementara itu pengasuh pondok pesantren Al-Rosyid, KH. Alamul Huda mengucapkan terimakasih atas pengalaman dan pemantapan ilmu mengenai perekonomian syariah. Sehingga para siswa dapat mengerti dan memahami tantangan kedepan.
 
"Semoga apa yang disampaikan dapat bermanfaat. Serta kuliah umum ini belum tentu bisa diterima saat proses belajar mengajar," pungkas Gus Huda.
 
Tampak dalam kuliah umum selain para mahasiswa, beberapa dosen kampus yang baru berdiri itu begitu antusias mengikuti acara tersebut. Termasuk banyak mahasiswa maupun siswa kelas XII MA Al-Rosyid bertanya soal ekonomi syariah dan tantangannya kedepan.(ito)

Tag : al rosyid, kuliah



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 22 November 2021 14:00

    Resensi

    Dibalik Buku 00.00

    Dibalik Buku 00.00 Buku judul 00.00 merupakan karya kedua dari Anugrah Ameylia Falensia atau yang kerap dikenal dengan panggilan Amey atau cumi oleh teman-teman maupun para teman pembacanya....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 10 November 2021 10:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more