20:00 . Merdeka Cup 2022 dalam Kemeriahan Kemerdekaan RI ke-77   |   19:00 . Ratusan Masyarakat Bojonegoro dan Tuban Deklarasikan LaNyalla Capres 2024   |   18:00 . Fenomena Fashion Week, Budayawan Berharap Bisa Tampilkan Produk Batik Lokal   |   17:00 . Kader Berpretasi Asal Bojonegoro, Mantapkan Maju Caketum PP IPPNU   |   16:00 . Profil Coach Persibo Masdra Nurriza, Awali Karir dari Bangku SMP   |   15:00 . Harga Antam Turun Tajam, Berikut Daftar Harganya   |   14:00 . Realisasi PAD Bojonegoro Capai Rp47,8 M, PPJ Sumbang Angka Tertinggi   |   13:00 . Persibo Buka Seleksi Pemain, Eks Liga 2021 Apakah Masih Digunakan?   |   12:00 . Resmi Mendaftar, Gerindra Bojonegoro-Tuban Satukan Kekuatan Menangkan Prabowo   |   11:00 . Suarakan Tuntutannya, Federasi Serikat RTMM SPSI Akan Ikuti Long March Sejuta Buruh di Surabaya   |   10:00 . FGD VMTS, Prodi PAI Proyeksikan Buka Kelas International   |   09:00 . Terdakwa Percobaan Pemerkosaan Tetangga di Dander Divonis 2,6 Tahun Penjara   |   07:00 . Sangat Berharga bagi Penderita Depresi, Begini Cara Membantu Penyintas Gangguan Mental   |   20:00 . Sinergi Energi 2022, AAPG UGM -SC Belajar Industri Hulu Migas dengan EMCL   |   19:00 . PAC ISNU Balen Gembira Bersama Yatim-Piatu   |  
Wed, 10 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Waspada Corona, Jangan Panik

Inilah Perbedaan Rapid Test, PCR dan TCM

blokbojonegoro.com | Monday, 18 May 2020 06:00

Inilah Perbedaan Rapid Test, PCR dan TCM

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com – Ketika wabah Virus Corona atau Covid-19 menyerang banyak negara, termasuk Indonesia, berbagai tes dilakukan untuk mendeteksi warga terpapar virus atau tidak. Sejauh ini terdapat tiga jenis uji yang terkadang belum dipahamai secara utuh oleh masyarakat awam.

Yakni dengan Rapid Test (RT), Polymerase Chain Reaction (PCR) dan alat Tes Cepat Molekuler (TCM). Apa perbedaan tiga jenis tes tersebut?

RT (Rapid Test)

Pemeriksaan rapid test ini menggunakan sampel darah. Seseorang yang terinfeksi akan membentuk antibodi yang disebut immunoglobulin, yang bisa dideteksi di darah. Immunoglobulin inilah yang dideteksi dengan rapid test.

Rapid test bisa dilakukan di mana saja dan hanya butuh waktu 15-20 menit untuk mendapatkan hasilnya dengan menggunakan kit. Kelemahannya adalah bisa menghasilkan 'false negative' yakni ketika hasil tes tampak negatif meski sebenarnya positif. Ini terjadi jika rapid test dilakukan kurang dari 7 hari setelah terinfeksi.

PCR (Polymerase Chain Reaction)

Jenis pemeriksaan ini menggunakan sampel usapan lendir dari hidung atau tenggorokan. Lokasi ini dipilih karena menjadi tempat virus bereplikasi.

Virus yang aktif memiliki material genetika yang bisa berupa DNA maupun RNA. Pada virus Corona, material genetiknya adalah RNA. Nah, RNA inilah yang diamplifikasi dengan RT-PCR sehingga bisa dideteksi.

Pemeriksaan PCR jelas membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan hasil karena hanya dapat dilakukan di laboratorium yang sudah ditunjuk pemerintah.

TCM (Tes Cepat Molekuler)

Untuk jenis pemeriksaan TCM sebelumnya dikenal untuk mendiagnosis penyakit tuberkulosis (TB) berdasarkan pemeriksaan molekuler. Pemeriksaan pada TCM ini menggunakan dahak dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge.

Tes ini akan mengidentifikasi RNA pada virus corona pada mesin yang menggunakan cartridge khusus yang bisa mendeteksi virus ini.

Hasil tes TCM ini dapat diketahui dalam waktu kurang dari dua jam, untuk menentukan pasien positif maupun negatif. Saat ini mesin pemeriksaan tes TCM ini sudah terdapat di banyak rumah sakit, termasuk di RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

Jika sukses diujicoba Senin besok ini, maka nantinya tes tidak perlu melakukan pemeriksaan spesimen ke laboratorium seperti PCR yang sebelumnya dilakukan. [ito/mu]

Tag : covid, virus, corona, rapid tes, swab test, pcr



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat