18:00 . Tradisi Nyekar Ke Makam, Sebelum Lebaran   |   17:00 . Jelang Lebaran, Pendapatan Salon Meningkat   |   16:00 . 99,13 Persen Warga Bojonegoro Terintegrasi JKN-KIS   |   15:00 . Harga Jilbab Merangkak Naik, Jelang Lebaran Pembeli Juga Meningkat   |   14:00 . Kapolres Bojonegoro Imbau Warga Tidak Melakukan Takbir Keliling   |   13:00 . Jembatan Glendeng Ambles, Kapolsek Soko Tinjau Kembali   |   10:00 . SMK Migas Bojonegoro Bagi Takjil Kepada Masyarakat   |   09:00 . Jelang Lebaran, Jasa Ekspedisi Kebanjiran Paket Barang   |   08:00 . Chef Sarwan Berbagi dengan Yatim-Dhuafa Sarangan   |   07:00 . Cukup Makan Telur 1-2 Butir Sehari, Ini Efeknya Bila Berlebihan!   |   06:00 . Chef Sarwan Bersama Yatim dan Dhuafa   |   22:00 . Tiga Narapidana Lapas Bojonegoro Langsung Bebas Saat Lebaran   |   21:00 . Komisi A DPRD Bojonegoro Tanggapi Aduan Masalah Rekrutmen Perangkat Desa   |   20:00 . EMCL Salurkan Dukungan 1,320 Sembako di Wilayah Operasi   |   19:30 . PBNU Tetapkan Hari Raya Idul Fitri1 Syawal 1442 H Kamis 13 Mei 2021   |  
Wed, 12 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Panen Pertama, Harga Tembakau di Kecamatan Kedungadem Anjlok

blokbojonegoro.com | Sunday, 16 August 2020 13:00

Panen Pertama, Harga Tembakau di Kecamatan Kedungadem Anjlok

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Sejumlah petani dan tengkulak tembakau di Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, mengeluhkan anjloknya harga tembakau pada masa panen pertama 'Gowok an', yang bakal menyebabkan para petani merugi.

Seperti halnya yang diungkapkan oleh petani tembakau asal Desa Jamberejo, Dwi Pranowo. Petani berusia 54 tahun tersebut mengaku, untuk saat ini harga tembakau kering miliknya hanya laku Rp12 ribu perkilogramnya, padahal pada tahun lalu perkilogram tembakau miliknya laku sebesar Rp22 ribu rupiah.

"Kalau panen pertama tahun lalu tembakau saya laku sampai Rp22 ribu, tetapi saat ini hanya laku Rp12 ribu saja," ujarnya, Minggu (16/8/2020).

Ia mengaku tidak tahu pasti penyebab jatuhnya harga tembakau pada panen pertama kali ini. Dugaan Pranowo, kondisi cuaca yang tak pasti dan belum dibukanya salah satu tempat penyetoran atau pembeli tembakau dari para petani menjadi alasan utama anjloknya harga tembakau.

"Beberapa hari terakhir didaerah sini memang sempat turun hujan beberapa kali, mungkin salah satu faktornya itu," imbuh Pranowo.

Sementara itu salah satu tengkulak di Kecamatan Kedungadem, Yadik (54) menjelasnya anjloknya harga tembakau kering di tataran para petani disebabkan karena kualitas yang sangat buruk. Buruknya kualitas tersebut disebabkan kurang maksimalnya dalam proses pengeringan tembakau.

Pria yang telah menekuni bidang pertanian tembakau selama 20 tahun ini mengaku, selain kualitas tembakau yang buruk. Salah satu perusahaan besar yang biasanya menampung tembakau para petani, belum melakukan pembelian tembakau milik petani.

"Untuk harga tembakau saat ini memang berfariasi, sekitaran Rp10 ribu sampai Rp16 ribu perkilogramnya dan tergantung kualitas tembakaunya. Dan memang salah satu perusahaan yang selama ini menjadi tempat penyetoran juga belum buka, dan rencananya Selasa depan baru buka," imbuhnya.

Oleh karena itu, ia belum berani mematok harga tembakau dari para petani. Mengingat, belum menerimanya perusahaan yang selama ini menjadi tempat penyetor tembakau milik petani di area Kabupaten Bojonegoro.[din/ito]

 

Tag : Harga, tembakau, kedungadem, bojonegoro

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat