14:00 . Arus Balik Lebaran, Ribuan Pemudik Tinggalkan Bojonegoro   |   13:00 . Situasi Arus Balik Lebaran di Perbatasan Bojonegoro-Ngawi   |   16:00 . Perspektif Siapa Pemenang Sejati dari Kemenangan ini?   |   15:00 . Menko PMK RI Prof Pratikno Halal bi Halal   |   12:00 . Program KUSUMO, Bupati Bojonegoro Berdialog Langsung di Rumah Warga   |   11:00 . Jalur Bojonegoro Padat Merayap   |   10:00 . Lebaran ke 2, Jalan Nasional di Bojonegoro Mulai Macet   |   09:00 . Banyak Atraksi Kesenian di Wisata Sambut Pemudik saat Libur Lebaran   |   18:00 . Dilengkapi Rambu Petunjuk Arah, Berikut Jalur Alternatif Hindari Macet Bojonegoro   |   17:00 . Evaluasi Rutin Program Prioritas 100 Hari Pemkab Bojonegoro   |   15:00 . Perdana, Bupati dan Wabup Bojonegoro Gelar Open House   |   12:00 . Cek Saat Mudik Lebaran, Layanan Dinas Damkarmat Bojonegoro Tetap Buka 24 Jam   |   09:00 . Limit Transaksi Debit BRImo Bantu Nasabah Kelola Keuangan Digital   |   06:00 . Parade Oklik Malam Lebaran Idul FItri   |   05:00 . Sambutan Bupati Bojonegoro pada Salat Idul Fitri 1446 H   |  
Sat, 05 April 2025
Jl. Desa Sambiroto, Kec. Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tilik Masjid Tertua di Bojonegoro, Dibangun Prajurit Mataram Islam

blokbojonegoro.com | Saturday, 12 September 2020 12:00

Tilik Masjid Tertua di Bojonegoro, Dibangun Prajurit Mataram Islam

Kontributor: Yudi Kuswanto

blokBojonegoro.com – Masjid Jami’ Nurul Huda yang terletak di Desa Cangaan, Kecamatan Kanor menjadi masjid tertua di Kabupaten Bojonegoro. Meski begitu bangunan masjid sudah terlihat modern, hal itu tak lepas dari proses pemugaran masjid yang sudah dilakukan lima kali. Terakhir di pugar pada April 2015 serta selesai di tahun 2016.

Pemugaran dilakukan dengan alasan, seringkali jika musim penghujan, Masjid Jami’ Nurul Huda terendam banjir dari luapan Sungai Bengawan Solo. Atas dasar tersebutlah maka diputuskan untuk memugar, tapi tetap mempertahankan arsitek lama.

Ditemui di kediamanya, Jum’at (11/9/2020), Abdul Khakim, Ketua Takmir Masjid Jami’ Nurul Huda menuturkan, jika keberadaannya dulu masjid dibangun oleh seorang prajurit Kerajaan Mataram islam bernama Ki Ageng Wiroyudo yang lari akibat kejaran pemerintahan kolonial Belanda.

“Ceritanya ada seorang prajurit kerajaan Mataram Islam, konon ceritanya dikejar-kejar Belanda kemudian merakit perahu getek yang terbuat dari pohon pisang menyusuri Bengawan Solo, kemudian sang prajurit itu pertama kali bersandar di Desa Kabalan, di situ kurang lebih satu tahun.

"Kok dirasa kurang nyaman atau gimana kemudian ke sini, mungkin disambut oleh masyarakat lalu setelah di sini beliau membuat gubuk semacam musala,” ceritanya kepada blokBojonegoro.com

Untuk mengetahui atau memastikan tahun dari muasal masjid tersebut tidaklah sulit. Di pintu masuk ada angka arab tertulis 1262 muharrom/hijriyah atau 1847 masehi.

Jika berkunjung ke Masjid Jami’ Nurul Huda maka akan disuguhkan dengan bangunan masjid dengan luas 15x20 meter. Empat pilar masjid bagian dalam yang terbuat dari pohon jati, kubah masjid yang menyerupai buah nanas dan terbuat dari kuningan, serta bencet alat untuk menentukan waktu salat pada zaman dahulu.

“Termasuk bencet tapi sudah dimodifikasi, bencet sendiri alat untuk mengetahui waktu salat sekarang kan jam, dulu kan belum ada jam,” tambah Abdul Khakim. [mu]

Tag : Masjid, prajurit, masjid tertua



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




    No comments

    blokBojonegoro TV

    Redaksi

    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

    Lowongan Kerja & Iklan Hemat