08:00 . Petugas Gabungan Perketat Titik Penyekatan Kedewan-Cepu   |   07:00 . Menjaga Kesehatan di Hari Idul Fitri di Masa Pandemi Covid-19   |   19:00 . Pasca Macet....!!! Jembatan Glendeng Ditutup   |   18:00 . Macet...!!!! Kondisi Jembatan Glendeng saat Lebaran   |   17:00 . Renginang Jajanan Jadul Saat Lebaran   |   16:00 . AJI Sesalkan Penggunaan Data Jurnalis Sepihak oleh Pemkab Bojonegoro   |   15:00 . Jembatan Glendeng Penghubung Bojonegoro-Tuban Kembali Ditutup Sementara   |   14:00 . Lebaran, Harga Daging Sapi Merangkak Naik   |   13:00 . BAB di Bengawan, Bocah 13 Tahun Tenggelam   |   07:00 . Kenalkan Pola Makan Sehat Pada Anak, Apa yang Perlu Diperhatikan?   |   17:00 . Umat Katolik Bojonegoro Rayakan Kenaikan Isa Al Masih   |   16:00 . Bupati Bojonegoro dan Forkopimda Salat Ied di Masjid Agung Darrusalam   |   15:00 . Lebaran, Minuman Herbal Kekinian Banjir Pesanan   |   13:00 . Lebaran Agrowisata Belimbing Ngringinrejo Tetap Buka   |   11:00 . Libur Dua Hari, Berikut Jadwal Jam Operasional Kantor Selama Lebaran   |  
Sat, 15 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Waspada, Pemberian MPASI Kurang Tepat Bisa Berisiko Stunting

blokbojonegoro.com | Monday, 28 September 2020 07:00

Waspada, Pemberian MPASI Kurang Tepat Bisa Berisiko Stunting

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Makanan pendamping air susu ibu ( MPASI) yang diberikan pada bayi sejak usia 6 bulan adalah bagian dari pemenuhan gizi optimal di masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak.

Jika pemberiannya tepat, MPASI dapat mendukung tumbuh kembang si kecil lebih optimal. Sebaliknya, pemberian yang kurang tepat bisa menyebabkan stunting.

Oleh karena itu, ada beragam “aturan” yang mesti diketahui orangtua saat mengenalkan MPASI pada anak. Berikut di antaranya.

Berikan tepat waktu

MPASI harus diberikan tepat waktu, yakni ketika bayi sudah siap menerima makanan padat pertamanya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan MPASI diberikan saat bayi memasuki usia 6 bulan.

Anak yang sudah siap menerima MPASI memiliki beberapa kriteria seperti, otot leher sudah cukup kuat untuk menopang berat kepalanya sendiri, memiliki minat untuk makan, mampu menelan makanan dengan tekstur yang lebih kental daripada ASI, dan refleks untuk melepeh makanan berkurang.

Adekuat

Sesuai saran ikatan dokter anak Indonesia (IDAI), pemberian MPASI harus dilakukan dengan adekuat. Maksudnya, di dalam kandungan MPASI harus bisa menyediakan energi, protein, dan mikronutrien yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi si kecil yang sedang tumbuh.

Oleh karena itu, generasi bersih dan sehat (Genbest) jangan ragu untuk memberikan menu lengkap pada MPASI anak meskipun usianya baru 6 bulan.

Menu lengkap MPASI berarti harus ada sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak, serta vitamin dan mineral berupa zat besi, kalsium, zinc, vitamin C, vitamin A, dan folat.

Tekstur

Tekstur MPASI juga perlu diperkenalkan secara bertahap. Untuk bayi usia 6-9 bulan, tekstur makanannya disaring terlebih dahulu hingga menuju lumat.

Untuk bayi berusia 9-12 bulan, teksturnya seperti dicincang halus dan kasar. Saat si kecil sudah mencapai usia 1 tahun, ia sudah boleh diberi makanan dengan tekstur yang sama seperti yang disajikan pada keluarga.

Aman dan higienis

Faktor kebersihan MPASI juga sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Sebab, jika MPASI-nya bergizi tapi tidak ditunjang faktor kebersihan tentu tidak berarti.

Makanan yang terkontaminasi bakteri dapat membuat si kecil sakit dan terganggu pertumbuhannya.

Untuk itu, pisahkan peralatan masak dan makan yang digunakan untuk pembuatan MPASI anak.

Jangan lupa selalu mencuci tangan selama menyiapkan atau menyuapkan MPASI. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang membutuhkan tingkat kebersihan ekstra.

Takaran

Dalam laman resmi IDAI dijelaskan, untuk bayi usia 6-9 bulan, frekuensi pemberian MPASI adalah sebanyak 2-3 kali makan besar, dan 1-2 kali makan selingan.

Sementara itu, porsinya sendiri sebanyak 3 sendok makan hingga setengah mangkuk ukuran 250 mililiter (ml).

Pada bayi berusia 9-12 bulan, frekuensi makannya menjadi 3-4 kali makan besar, dan 1-2 kali makanan selingan. Untuk porsinya sebanyak setengah mangkuk 250 ml.

Saat si kecil sudah mencapai usia 1 tahun, ia sudah boleh diberi makanan keluarga dengan porsi disesuaikan.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan, anak, balita, bayi

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat