18:00 . Wacana TikTok Shop Dilarang di Indonesia Tuai Pro Kontra Pedagang dan Afiliator   |   17:00 . Peserta Siap Ikuti 3 Hari Pekan MADARIS Kanor   |   16:00 . Kepala Kemenag Buka Pekan MADARIS Kanor di Sarangan   |   15:00 . Diisukan Jadi Pj Bupati Bojonegoro, Ini Profil Adriyanto, Petinggi Kemenkeu RI   |   14:00 . Disebut Jadi Pj Bupati Bojonegoro, Adriyanto: Saya Belum Terima SK   |   13:00 . Menulislah! Agar Orang Lain Terinspirasi dan Termotivasi   |   09:00 . Pekan MADARIS V KKMI Kanor Siap Digelar   |   06:00 . PEPC Gelar Kuliah Umum Industri Hulu Migas di 7 Kampus Bojonegoro   |   21:00 . Empat Karyawan PT WBS Dihadirkan Sebagai Saksi   |   20:00 . Sewa Lahan PT KAI Dinilai Mahal, Ratusan Warga Pasirkambang Wadul DPRD Bojonegoro   |   19:00 . Pelamar Non Honorer Bisa Daftar Seleksi PPPK 2023, Dibuka 2.844 Formasi PPPK   |   18:00 . Kemenag Bojonegoro Beri Pembinaan dan Pembekalan 40 Peserta MTQ Kabupaten   |   17:00 . Pemkab Bojonegoro Buka 2.844 Formasi PPPK Guru, Kesehatan dan Teknis   |   16:00 . Kisah Joni, 5 Tahun Jadi Driver Bupati Anna   |   15:00 . Unugiri Bojonegoro Launching Pojok Statistik   |  
Sat, 23 September 2023
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Dari Masker Bantu Ekonomi Tetangga

blokbojonegoro.com | Wednesday, 21 October 2020 13:00

Dari Masker Bantu Ekonomi Tetangga

Reporter: Nur Muharrom

blokBojonegoro.com - Pandemi covid-19 memang sangat berdampak bagi semua sektor, baik itu pendidikan hingga ekonomi  masyarakat Indonesia.

Agar ekonomi tidak terus melemah pemerintah membolehkan warga beraktivitas kembali setelah sebelumnya aktivitas di luar rumah dibatasi untuk menekan penyebaran covid 19.

Dimulainya adaptasi kebiasaan baru ini pemerintah tidak serta merta membebaskan warga beraktivitas seperti biasa, namun semua lapisan masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu 3M, memakai masker saat keluar rumah atau beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta sering-sering mencuci tangan dengan sabun.

Tak sedikit para pelaku usaha yang terdampak pandemi covid 19 memutar otak agar tetap bisa mendapatkan penghasilan guna memenuhi kebutuhan keluarga, salah satunya Laila Hikmatus Sholikhah.

Wanita 28 tahun ini sebelumnya aktif menggeluti kerajinan tangan handycraft, selain itu Laila juga sering mengisi pelatihan kerajinan berbahan dasar handycraft.

Saat pandemi mulai masuk Indonesia tentu aktivitas mengisi materi di berbagai tempat juga terkena dampak, karena pemerintah membatasi aktivitas masyarakat guna menekan penyebaran virus corona, alhasil ia sering menghabiskan waktu di rumah.

Kreatifitas warga Kelurahan Ledok Kulon, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur ini terus berputar, agar ia tak berhenti membantu ekonomi keluarganya. Saat itu awal pandemi, kebutuhan akan masker medis sangat luar biasa meningkat, di beberapa apotek yang ada di Kota Bojonegoro kehabisan stok.

Melihat hal itu, ibu tiga anak ini berinisitif membuat masker berbahan dasar kain.

Saat membuat masker kain, Laila belajar secara otodidak dan mencari panduan lewat media sosial seperti youtube. Dasar ketelatenan dan pengalaman selama menggeluti dunia handycraft dan rajut tentu adalah modal utama wanita 28 tahun ini.

"Alhamdulillah belajar sendiri dan lihat di youtube bisa buat masker kain, karena memang dasarnya saya suka membuat kerajinan tangan," kata Laila kepada blokBojonegoro.com.

Setelah ia mulai membuat masker, ibu tiga anak ini langsung memasarkan baik via online maupun offline, ia bersyukur banyak masyarakat suka masker hasil buatan tangannya.

Masker kain yang diproduksi Laila berbahan dasar kain katun, ada juga masker rajut, selain itu ada berbagai motif masker. Laila juga menerima pesanan masker dengan logo baik lembaga atau tulisan-tulisan sesuai keinginan konsumen.

"Untuk harga bervariasi tergantung motif atau desain masker yang diinginkan oleh masyarakat yang memesan," jelas wanita Asal Kelurahan Ledok Kulon Kota Bojonegoro.

Waktu ramai Laila pernah mendapatkan pesanan hingga 3.000 masker. Alhasil ia harus mencari tenaga bantu untuk memproduksi masker agar pesanan bisa selesai sesuai target waktu yang diinginkan pemesan.

Tenaga kerja yang membantu produksinya ini ia ambil dari para tetangga-tetangganya yang bisa menjahit. Tentu pekerjaan ini bisa untuk menambah pemasukan para tetangga-tetangganya, apalagi saat pandemi.

Menurut Laila, masker yang ia buat juga dipesan dari berbagai daerah, seperti Bali, Jakarta hingga Makasar.

"Alahmdulillah banyak yang suka bahkan dari luar kota juga ada," tutur Laila Hikmatus Sholikhah.

Untuk omset yang didapat naik turun, tentu tergantung banyak dan sedikitnya pesanan yang ia kerjakan. Saat pesanan banyak omzet bisa tembus Rp50 juta.

"Tetap bersyukur berapapun pesanan yang diperoleh, semoga bisa semakin naik untuk kedepannya," harap laila saat ditemui blokBojonegoro di kediamannya.

Selain produksi masker, Laila juga membuat konektor, atau alat yang sangat dibutuhkan oleh para wanita berhijab yang akan memakai masker dengan tali telinga. Konektor ini ia buat dengan bahan benang rajut.

Konektor sendiri berfungsi menyambungkan tali masker ke belakang hijab.

"Kebanyakan wanita yang memakai hijab akan kesusahan memakai masker dengan tali telinga, melihat hal itu saya membuat konektor ini, sehingga mempermudah pemakaian masker," terang Laila.

Ide dan kreativitas dalam melihat peluang Laila Hikmatus Sholikhah patut diacungi jempol, karena bisa turut membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Di masa pandemi pemerintah masih terus menghimbau warga untuk memakai masker saat keluar rumah, apabila warga membeli masker hasil karya tetangganya tentu juga turut membantu ekonominya. [mu]

Tag : ingat pesan ibu, pakai masker, ekonomi, usaha, wirausaha, produksi masker, pesan masker, masker, kerajinan tangan, kreatifitas



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat