15:00 . Jelang Tutup Bulan, Harga Emas Melesat Naik   |   14:00 . Hari Jadi Provinsi Jatim, Pelaku UMKM Di Bojonegoro Raih Penghargaan Economy Hybrid   |   13:00 . Capaian Vaksinasi Belum Sampai 50%, Bojonegoro Masih pada PPKM Level 3   |   12:00 . Malam ini Grand Final Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur   |   09:00 . Tunggu Burung Emprit, Warga Dander Disambar Petir   |   21:00 . Otodidak, Pemuda Warga Deru Ini Buka Usaha Gitar Custom   |   20:00 . Kadin Goes To Campus STIE Permata dan STIE Cendekia   |   19:00 . Bupati Bojonegoro Berharap BPD Turut Aktif dalam Abpednas   |   15:00 . Tingkatkan Mitigasi Bencana, Bupati Bojonegoro Pimpin Gelar Apel Siaga Pasukan   |   14:00 . Cuaca Panas Ekstrem Diprediksi Akan Menurun Bulan November Mendatang   |   13:00 . Harga Cabai Rawit Alami Penurunan 35%   |   08:00 . Tak Lelah Edukasi Pentingnya Vaksinasi Covid-19   |   07:00 . Tanaman Obat, Ini 7 Manfaat Daun Ketumbar   |   19:00 . Lasiran, PLT Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Wafat   |   18:00 . DPD Partai Golkar Bojonegoro Gelar Vaksinasi Massal Dosis Kedua   |  
Tue, 26 October 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Pandemi, Pertamina Siarkan Pentas Abirama Budaya Bengkala Secara Virtual

blokbojonegoro.com | Sunday, 01 November 2020 13:00

Pandemi, Pertamina Siarkan Pentas Abirama Budaya Bengkala Secara Virtual

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Dampak pandemi Covid-19 bermunculan di masyarakat. Tanpa terkecuali dirasakan oleh kelompok masyarakat inklusi Desa Bengkala, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, yang tergabung dalam Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) Bengkala.

Didominasi oleh penyandang kolok atau tuli, kelompok ini sangat merasakan dampak pandemi Covid-19. Roda perekonomian yang biasanya didorong dari penjualan produksi produk-produk yang mereka hasilkan seperti tenun, dupa dan inka (piring khas Bali) kini terhambat karena turunnya serapan produk hasil karya mereka.

Ketua Paguyuban Kolok, Ketut Kanta menjelaskan, dalam kesehariannya warga di Desa Bengkala membuat batik, menenun bahkan memproduksi jamu. Hasil karya mereka tersebut kemudian dititipkan di pusat oleh-oleh di wilayah Bali.

"Jika hari biasa produk buatan warga Desa Bengkala dititip ke toko-toko souvenir atau ke wisatawan yang berkunjung ke desa ini,” ujarnya.

Kanta menambahkan, warga Desa bengkala paling kena dampak karena pandemi ini. Apalagi kalau ada tamu asing datang, mereka (turis) pasti memborong produk warga sini. Sejak pandemi ini turis ke Bali sangat sedikit, bahkan tak ada kunjungan  wisatawan internasional. Otomatis pendapatan warga Desa Bengkala menurun juga.

Terlebih lagi, dampak yang dirasakan oleh para seniman penari di KEM Bengkala yang kehilangan panggung pementasan semenjak pandemi melanda. Warga Desa Bengkala yang juga aktif berkesenian, biasanya, kolok melakukan pertunjukan tari dalam berbagai acara di tingkat lokal bahkan nasional. Hal ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke KEM Bengkala.

Namun, pandemi yang belum dapat dipastikan kapan akan berakhir, memberikan dampak bagi  impian mereka untuk tetap eksis melalui bakat seni tari yang dimilikinya. Tidak mempersoalkan keterbatasan fisik yang dimiliki, kelompok Binaan Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina (Persero) Depot Pengisian Pesawat Udara Bandara Ngurah Rai ini terus berupaya bertahan di tengah pandemi.

Selain terus berupaya menggerakkan penjualan hasil produksi, pelestarian budaya khusunya kesenian tari warga Desa Bengkala juga terus diupayakan. Pertamina melalui Marketing Region Jatimbalinus melaksanakan kegiatan seni Panggung Virtual Abirama Budaya Bengkala. Panggung virtual diadakan pada Hari Minggu (1/11/2020). Pada kali pertama, ragam tari yang dipertunjukkan adalah tari khas Kolok Bengkala yaitu Tari Jalak Anguci dan Tari Bebila serta pertunjukan seni tradisional Bali, Sekaa Genjek Bondres Bengkala.

Pentas ini disiarkan live di berbagai social media, antara lain di akun instagram, facebook dan twitter Pertamina MOR V @pertaminamor5 serta facebook dan instagram DPPU Ngurah Rai @dppu_ngurahrai. Pertunjukkan secara langsung dimulai pada pukul 16.00-17.00 WITA dan akan disiarkan ulang secara berkala.

Selain menampilkan pentas tari secara online, Panggung Virtual Abirama Bengkala ini juga menggalang donasi dukungan dari audiens yang akan dimanfaatkan untuk masyarakat yang tergabung dalam KEM Bengkala.

“Kami menggelar virtual performance (pertunjukan secara dalam jaringan) seni tari KEM Bengkala agar para seniman  Desa Bengkala bisa mendapatkan lagi panggungnya yang hilang sejak pandemi melanda, agar dapat terus berkarya dan melestarikan budaya,” pungkas Operation Head Pertamina DPPU Ngurah Rai, Abraham Sapulete pada gelaran tersebut.

Tag : ingat pesan ibu, jaga jarak, hindari kerumunan , pakai masker, cuci tangan, covid 19, virus corona, satgas covid 19



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat