19:00 . Ban Pecah, Truk Muatan Rongsokan Terguling di Sukowati   |   18:00 . Tak Perlu Diet, Hanya Butuh Makan Berkesadaran   |   16:00 . Warga Nekat Lewati Batas Pagar Jembatan TBT Sambil Joget, Ini Pesan Kepala BPBD   |   14:00 . Selamat, Vesta Farida Kembali Pimpin PAC Fatayat NU Kanor   |   12:00 . Harga Ayam Potong di Pasar Merangkak Naik   |   11:00 . Sah...! PR Fatayat NU se ANCAB Kanor Resmi Dilantik   |   10:00 . Malam Minggu di Jembatan Kanor Rengel Seperti Tahun Baru   |   09:00 . Tingkatkan Mutu Kampus, Mahasiswa UNUGIRI Hadiahkan Segudang Prestasi   |   07:00 . Toxic Relationship, Bagaimana Cara Menganalisa dan Mengatasinya?   |   19:00 . Mahasiswa Universitas Airlangga Gelar Pengabdian Masyarakat di Panggon Sinau Ademos   |   16:00 . Upaya Menciptakan Situasi Aman dan Kondusif, TNI - Polri di Bojonegoro Gelar Cangkrukan   |   12:00 . BumDes Usaha Bersama Kalitidu Kembangkan Olahan Camilan Pisang Ulin   |   11:00 . Wujudkan Bebas Korupsi dan Birokrasi Bersih, Dinkes Canangkan Zona Integritas   |   10:00 . Ada Aksi Damai Pedagang Pasar, Es Doger Laris Manis   |   09:00 . Jembatan TBT Hidupkan Kawasan Kanor Bojonegoro dengan Rengel Tuban   |  
Mon, 17 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Bappeda Jatim Sebut Pembangunan Jalan Tol Bojonegoro Tidak Gunakan Solo Valley

blokbojonegoro.com | Wednesday, 18 November 2020 16:00

Bappeda Jatim Sebut Pembangunan Jalan Tol Bojonegoro Tidak Gunakan Solo Valley

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Rencana Pembangunan jalan tol Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik saat ini masih terus dibahas, bahkan, Rabu (18/11/2020) pembahasan pembangunan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi yang melibatkan Bappeda provinsi Jatim, Bakorwil Bojonegoro, Direktur PDAM Provinsi Jatim, serta stakeholder dari beberapa Kabupaten dibawah naungan Bakorwil Bojonegoro serta BBWS.

Bapedda Provinsi Jatim yang diwakili Kasubid Kebinamargaan dan Infrastruktur, Bina Marga Provinsi Jatim, Ahmad Solehan mengatakan pembangunan jalan tol Ngawi, Bojonegoro, Tuban dan Lamongan ini merupakan salah satu pembangunan prioritas dari Gubernur Jawa Timur dan sesuai dengan Perpres 80, dimana Pembangunan tersebut untuk mendukung pertumbuhan perekonomian.

"Proyek pembangunan infrastruktur, sesuai dengan Perpres 80 itu, ditahun 2020 ini, 92 persen masih dalam tahap perencanaan dan penyiapan, sehingga masih dilakukan koordinasi dengan stakeholder dari beberapa Kabupaten yang ada," ucap Soleha.

Masih kata Solehan, meski masih dalam tahap perencanaan dan penyiapan pelaksanaan pembangunan proyek jalan tol, namun pihak Bappeda provinsi Jatim bersama mitranya, telah melakukan beberapa kajian, bahkan saat melakukan kajian itu ada 3 Trase (opsi) saat pembangunan tol Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik nantinya akan dikerjakan, diantaranya 3 opsi itu, nantinya pembangunan tol yang melewati Bojonegoro itu, tidak banyak memakai tanah Solo Valley.

"Ini baru tahap awal perencanaan pembangunan jalan tol tersebut," paparnya.

Dalam perpres no 80 itu pembangunan proyek nasional itu nantinya banyak dukungan BUMN, BUMN, BUMD, KPPU yakni 85 persen pendanaannya, dan 15 persen pendanaan berasal dari APBN, bahkan proyek yang akan dikerjakan sesuai Perpres no 80 itu sebanyak 210 pengerjaan yang nantinya bisa menghabiskan dana anggaran sekitar 294 Triliun.

"Untuk pembangunan proyek jalan tol Ngawi, Bojonegoro, Tuban dan Lamongan ini masuk proyek Super prioritas untuk segera dikerjakan," ucapnya.

Adapun dari trase atau opsi 3 itu, pembangunan jalan tol Bojonegoro nantinya akan melewati Kecamatan Margomulyo, Ngraho, Padangan, Purwoasri, Ngasem, Malo dan Trucuk. Meskipun, begitu rute tersebut baru opsi yang ditawarkan oleh pihak Bappeda provinsi Jatim saat pembangunan proyek jalan tol Ngawi, Bojonegoro, Tuban dan Lamongan.

Saat dikonfirmasi, terpisah, Kabid Fisik Bapedda Bojonegoro, Sahid mengaku kaget dengan adanya pembangunan proyek jalan tol yang melewati Bojonegoro tidak menggunakan lahan Solo Valley, pasalnya, selama ini, pihaknya sudah menyiapkan lahan pembangunan jalan tol itu memakai lahan Solo Valley.

"Saat Trase (opsi) yang ditawarkan oleh Bappeda provinsi Jatim untuk pembangunan proyek jalan tol tidak memakai tanah Solo Valley kurang sepakat," papar Sahid.

Meskipun begitu, Pemkab Bojonegoro, tetap mendukung pembangunan proyek jalan tol. Tidak hanya itu, inikan juga baru tahap perencanaan dan penyiapan sebelum masuk ketahap Pembangunan jalan tol, sehingga segala kemungkinan nanti bisa akan berubah.

"Pembangunan proyek jalan tol, prosesnya masih panjang," pungkas Sahid. [saf/ito]

Tag : jalan, tol, bojonegoro, bapedda, jatim



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat