19:00 . Mendag Zulhas: Dorong Produk UKM Indonesia Tembus Pasar Timur Tengah   |   18:00 . Sempat Tertunda Akibat Pandemi, Turnamen Sablon Cup III Kembali Digelar   |   17:00 . HUT AMPI Ke-44, Pengurus DPD AMPI Bojonegoro Resmi Dikukuhkan   |   16:00 . Begini Cara Mendaftar MyPertamina dengan Ponsel   |   10:00 . Puskesmas Tanggapi Curhatan Warga di Instagram Terkait Penanganan Sang Kakek   |   09:00 . Ruwatan Massal di Bojonegoro Kembali Digelar, Ini Jadwalnya   |   08:00 . 74 Polisi di Bojonegoro Naik Pangkat   |   07:00 . Menabung Saja Tidak Cukup, Ini Tips Ajarkan Anak Kelola Uang dengan Tepat   |   06:00 . Berani Bermimpi dan Gigih Menjemput Masa Depan   |   22:00 . Mendag Zulhas: Perjanjian Indonesia–UAE CEPA Ditandatangani, Upaya Tingkatkan Ekspor   |   21:00 . Roadshow, PMI Bojonegoro Lakukan Pembinaan dan Orientasi Pengurus Kecamatan   |   20:00 . Gubernur Lantik Komite Komunikasi Digital (KKD) Jatim   |   19:00 . Perangi Hoaks, Gubernur Jatim Lantik Komite Komunikasi Digital   |   18:00 . Program Agrosilvopastura, PEPC Inisiasi Kesadaran Kolektif Masyarakat Lestarikan Lingkungan   |   12:00 . Momen Hari Bhayangkara, Bupati Anna Ucapkan Selamat Kepada Pejuang Indonesia   |  
Sat, 02 July 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Unik...!!! Sulap Gedebog Pisang Jadi Cemilan Kriuk-kriuk

blokbojonegoro.com | Tuesday, 22 December 2020 14:00

Unik...!!! Sulap Gedebog Pisang Jadi Cemilan Kriuk-kriuk

Kontributor: Uul Lyatin

blokBojonegoro.com - Di lingkungan warga yang tinggal di pedesaan keberadaan pohon pisang sangatlah mudah dijumpai, lantaran pohon ini sangat mudah tumbuh dan berkembang meski tidak dirawat.

Saat buah pisang mulai masak, tentu batang pohon tinggal ditebang dan diambil buahnya, sedangkan untuk batangnya sendiri dibiarkan begitu saja di pekarangan rumah.

Seperti kebiasaan warga desa, setelah pohon pisang ditebang maka akan dibiarkan lantaran lama kelamaan batang akan membusuk dan hilang dengan sendirinya.

Di tangan kreatif, batang pohon pisang bisa dioleh menjadi produk yang bernilai ekonomis, mulai dari aneka macam kerajinan dan bahkan ada yang mencoba meramu batang pohon pisang atau biasa warga menyebutnya 'gedebog' menjadi cemilan yang enak.

Seperti Nuraini, ibu rumah tangga yang mencoba membuat olahan cemilan keripik dari batang pohon pisang yang banyak tumbuh di lahan miliknya.

"Awalnya saya hanya coba coba, namun ketika sudah ada hasilnya saya buat keripik ini lagi dan sekarang jadi usaha saya," kata Nuraini kepada blokBojonegoro.com.

Menurut Nuraini, gedebog pisang yang dipakai adalah bagian dalam dari batang pohon pisang. Batang pisang sendiri terdiri dari lapisan-lapisan kulit, nah kulit dari batang pisang akan dipotong dan diambil bagian tengahnya.

Selanjutnya batang ini akan dipotong tipis-tipis setelah itu direndam dengan air garam kurang lebih selama dua belas jam agar kuman dan bakteri hilang. Kemudian diangkat dan ditiriskan untuk selanjutnya diberi tepung dan digoreng.

Ibu satu anak ini sudah menekuni usaha membuat keripik dari gedebog pisang selama 5 bulan. Dalam sehari ia bisa menjualkan 5 hingga 6 kilogram keripik.

Untuk produksi 5 kilogram keripik, Nuraini memerlukan satu hingga dua gedebog pisang yang besar. "Dulu untuk pemasaran saya tawarkan ke tetangga, lalu saya titipkan di beberapa toko dan saya jual secara online," imbuhnya.

Dalam setiap kemasan yang ia jual berat bersih 75 gram, ia bandrol dengan harga Rp8 ribu. Kini menurut Nuraini, penjualannya lewat online mulai ramai pembeli, bahkan ada banyak pemesan online yang membeli langsung satu kilogram dengan harga Rp65ribu.

"Kalau untuk omset alhamdulillah lumayan. Cukup buat tambahan belanja setiap hari. Namun pastinya saya kurang menghitung. Soalnya saya berawal dari coba-coba saja. Jadi saya kurang memikirkan omset. Tapi ya alhamdulillah banyak respon baik dari pelanggan saya." tuturnya. [uul/mu]

Tag : keripik, cemilan, cemilan gedebog pisang, pisang, gedebog pisang



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat