18:00 . Pakar Stikosa AWS: Gen Z dalam Pilkada 2024 Jangan hanya Dijadikan Obyek!   |   10:00 . Pamit Berjemur di Depan Rumah, Pria di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Irigasi   |   09:00 . Polsek Kapas Sita Belasan Liter Miras saat Razia   |   08:00 . Klinik Aswaja, dari Forum Konsultasi Mahasiswa Unugiri Hingga 'Nguri-Nguri' Ngaji   |   21:00 . Kejari Periksa 150 Kades di Bojonegoro Soal Mobil Siaga   |   20:00 . Rugby UNUGIRI Bojonegoro Raih Juara 3 Kejurnas Mahasiswa di Surabaya   |   19:00 . Lomba Mewarnai, Ramaikan Harlah YPSPP Ulul Albab Plesungan   |   18:00 . Presiden Jokowi Teken PP Nomor 21 Tahun 2024 tentang Tapera   |   17:00 . Berantas Rokok Ilegal, Satpol-PP Jatim Sosialisasi di Bojonegoro   |   14:00 . Selama Penyidikan, Kejari Periksa 150 Kades di Bojonegoro Soal Mobil Siaga   |   10:00 . KPU Bojonegoro Lantik 1.290 PPS untuk Pilkada 2024   |   09:00 . Sebuah Pesan untuk Guru dan Siswa   |   08:00 . Jamaah Haji Meninggal di Masjidil Haram, Kemenag Bojonegoro Kunjungi Rumah Duka   |   07:00 . Kenakan Pakaian Adat, MIN 1 Bojonegoro Lepas 159 Siswa   |   20:00 . Gali Potensi Istimewa Mahasiswa, BEM KM UNUGIRI Adakan Kajian Filsafat   |  
Thu, 30 May 2024
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Disiplin Protokol Kesehatan, Upaya Menekan Peningkatan Kasus Aktif

blokbojonegoro.com | Saturday, 26 December 2020 14:00

Disiplin Protokol Kesehatan, Upaya Menekan Peningkatan Kasus Aktif

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Perkembangan terkini penanganan Covid-19 per 24 Desember 2020, terjadi penambahan kasus positif sebanyak 7.199 kasus, dengan kasus aktif 108.269 atau 15,6% dibandingkan rata-rata dunia 27,40%. Jumlah kesembuhan 563.980 atau 81,4% dibandingkan rata-rata dunia 70,39%. Pada  pasien meninggal 20.589 kasus atau 2,97% dibandingkan rata-rata dunia 2,19%.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito kembali menyoroti tren perkembangan kasus aktif yang menunjukkan tren yang memburuk, kenaikannya semakin lama semakin cepat. Salah satu faktor yang memperparah, ialah keterkaitan ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan dan masa libur panjang.

"Dapat disimpulkan, dalam setiap kenaikan kasus aktif selalu diiringi oleh kenaikan persentase daerah yang tidak patuh protokol kesehatan. Dan selalu berawal dari even libur panjang," tegasnya memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, yang juga disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dari grafik perkembangan, pada periode Maret - Juli 2020, kasus aktif meningkat dari 1.107 kasus menjadi 37.342 kasus. Peningkatan pada periode ini membutuhkan waktu selama 4 bulan. Pada periode ini juga, peningkatan kasus aktif dibarengi dengan peningkatan testing Covid-19 secara mingguan hingga 50 persen. Dan periode ini juga terdapat masa libur panjang Idul Fitri tanggal 22 - 25 Mei 2020.

Pada periode selanjutnya, Agustus - Oktober, kasus aktif meningkat dari 39.354 menjadi 66.578 kasus. Peningkatan ini terlihat hanya dalam waktu 2 bulan. Testing mingguan periode ini juga meningkat 40 persen, dan persentase daerah yang tidak patuh protokol kesehatan juga meningkat, dari 28,57 persen menjadi 37,12 persen. Pada periode ini juga terjadi libur panjang di tanggal 17, 20 - 23 Agustus 2020.

"Kenaikan tertinggi dalam waktu yang tersingkat, terjadi pada periode bulan November hingga Desember ini. Kasus aktif meningkat dua kali lipat dari 54.804 kasus, menjadi 103.239 kasus hanya dalam waktu satu bulan," Wiku merincikan. Bahkan kenaikan kasus aktif ini, malah dibarengi dengan peningkatan testing yang lebih rendah dari sebelumnya yakni 40 persen. Sedangkan persentase daerah yang tidak patuh protokol kesehatan juga meningkat 48,01 persen. Pada periode ini juga terdapat masa libur panjang di tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2020.

Saat ini, kata Wiku, meskipun angka testing mingguan meningkat, tetapi tidak dibarengi dengan penurunan kasus aktif. Seharusnya meskipun testing meningkat, angka kasus aktif harus terus menurun. Hal ini menunjukkan, kondisi saat ini masih tingginya laju penularan sehingga masih banyak kasus baru yang ditemukan dari hasil pemeriksaan.

Selain itu, situasi seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat masih ceroboh. Sehingga mereka membahayakan diri sendiri dan orang lain di tengah pandemi yang belum berakhir ini.

Momentum libur Natal dan Tahun Baru 2021 yang sedang berjalan ini, harusnya dapat dijadikan pembuktian bagi masyarakat untuk dapat berjalan dari pengalaman burukbyang sudah terjadi pada masa libur panjang sebelumnya. Dengan mendukung upaya pemerintah dalam menekan laju kasus dan menurunkan angka kasus aktif.

"Mari kita menjadi kelompok masyarakat yang berperan dalam menyelamatkan diri sendiri, dan orang terdekat yang kita cintai dengan memilih untuk tidak berpergian dan menghindari kerumunan," pesan Wiku.

 

Tag : virus corona, ingat pesan ibu, pakai masker, jaga jarak , hindari kerumunan, cuci tangan pakai sabun, satgas covid 19, mutasi virus corona, corona virus



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 19 February 2024 20:00

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG Perwakilan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina mengunjungi kantor redaksi blokBojonegoro.com (Blok Media Group/BMG), di BMG CoWorking Space, Jalan Semanding-Sambiroto, Desa Sambiroto, Kecamatan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat