07:00 . Pengaruh Puasa bagi Kesehatan Jiwa   |   18:00 . Bulan Ramadan, Begini Kondisi Taman Pinggir Gawan   |   17:00 . Jelang Lebaran, Masyarakat Ramai-ramai Serbu Toko Pakaian   |   15:00 . Hore...!!! Tunjangan GTT/PTT Segera Cair   |   14:00 . PEPC Berbagi dan Silaturahmi Bersama Masyarakat di Wilayah Operasi   |   12:00 . Pemerintah Terus Matangkan Program Vaksinasi Gotong Royong   |   08:00 . Tawarkan Suasana Baru, Go Fun Buka Kembali Hari Ini   |   07:00 . Gejala Serangan Jantung, Ini Perbedaannya pada Wanita dan Pria   |   05:00 . 3 Pasien Sembuh, Kasus Baru 3 Orang   |   19:00 . Serap Aspirasi, Komisi B Peduli Nasib Petani   |   16:00 . Gaji Buruh Tertunda Disnaker Bojonegoro Turun Tangan   |   15:00 . SMKN 5 Bojonegoro Berbagi Takjil   |   14:00 . Layani Penumpang Non Mudik, Bus di Terminal Rajekwesi Mulai Beroperasi   |   13:00 . Komisi C Akan Selidiki Masalah Demo Karyawan PT Shou Fong Lastindo   |   12:00 . Disinyalir THR Kecil, Karyawan PT Shou Fong Lastindo Mogok Kerja   |  
Sun, 09 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tanaman Porang Mulai Menjadi Primadona di Bojonegoro

blokbojonegoro.com | Sunday, 18 April 2021 13:00

Tanaman Porang Mulai Menjadi Primadona  di Bojonegoro

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Tanaman porang atau iles-iles, saat ini mulai menjadi primadona bagi masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. Harga tanaman umbi tersebut, saat ini cukup tinggi dan masyarakat pun mulai membudidayakannya dalam satu tahun belakangan ini.

Kepala Bidang Produksi dan Holtikultural Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Imam Nurhamid menjelaskan, budidaya tanaman porang saat ini bisa dikatakan menjadi hal baru di Bojonegoro, khususnya di wilayah sekitaran hutan. Walaupun tanaman yang memiliki nama latin Amorphophallus muelleri Bl ini, sudah banyak tumbuh liar di sekitaran hutan di Bojonegoro.

"Jumlah petani wilayah sekitar hutan, saat ini memang banyak yang memanfaatkan lahan perhutani untuk digunakan menanam Porang," ujarnya.

Dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian sendiri, belum mengetahui secara pasti, berapa banyak petani di Bojonegoro yang bertanam Porang. Akan tetapi, beberapa kawasan hutan di Bojonegoro yang sudah banyak dimanfaatkan untuk menanam Porang, di antaranya di KPH Padangan seluas 382,65 hektare dan di KPH Bojonegoro seluas 363,90 hektare.

"Porang hanya bisa tumbuh di bawah pepohonan penyangga seperti pohon jati. Ia akan gagal tumbuh di area persawahan," sambung Imam.

Menurutnya, selain sebagai bahan industri kesehatan, porang cukup populer karena tepung umbi tanaman ini mengandung glukomannan, yang bermanfaat untuk mengobati asma, nyeri payudara, batuk, hernia, luka bakar dan berbagai kelainan kulit. Tepung porang juga bermanfaat menekan peningkatan kadar glukosa darah sekaligus mengurangi kadar kolesterol serum darah yaitu makanan yang memiliki indeks glikemik rendah.

"Jika potensi Porang di wilayah itu cocok dikembangkan tentu kita dorong petani. Kalau kerjasama sekarang belum ada, tapi untuk hasil porang sudah banyak yang siap nampung, laporan dari petani,” pungkasnya.[din/lis]

 

 

Tag : Porang, budidaya, tanaman

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat