16:00 . BMKG Juanda: Waspada Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang   |   15:00 . BPBD Jatim Beberkan Potensi Daerah Rawan Bencana, Termasuk Bojonegoro   |   13:00 . Jalan Darurat Jembatan Kedungjati Kembali Dibuka   |   12:00 . Bupati Bojonegoro Bersama Sekretaris Utama BMKG Tandatangani MoU Mitigasi Bencana   |   07:00 . Tak Perlu Tunggu Tua, Begini Cara Cegah Nyeri Sendi Sejak Muda   |   19:00 . Tren Hijab Segi Empat dan Pashmina Warna Pastel Jadi Idola   |   18:00 . Peringati Hari AIDS, STIKes Rajekwesi Edukasi Masyarakat   |   17:00 . Siapkan Atlet Muda, Igornas Jatim Gelar Balap Sepeda di Bojonegoro   |   15:00 . Damisda Buat Program Pemkab Lebih Terukur   |   14:00 . Berikut Para Juara Lomba pada Gebyar PAI SMA   |   13:00 . MGMP PAI Bojonegoro Gali Minat dan Bakat Siswa Melalui Lomba   |   11:00 . SMP Negeri 1 Kapas Terapkan Program Desasari   |   08:00 . Efek Kepak Sayap Kupu-Kupu   |   17:00 . Akibat Luapan Kali Pacal, Jembatan Penghubung di Sidobandung Ambruk   |   16:00 . BKC Bersama Pemuda Tlogohaji, dan Babinsa Sinergi Perbaiki Rumah Mbah Urip   |  
Tue, 06 December 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Harus Ada Kolaborasi Masyarakat Sipil dalam Kebencanaan

blokbojonegoro.com | Sunday, 20 November 2022 16:00

Harus Ada Kolaborasi Masyarakat Sipil dalam Kebencanaan

 

Reporter : M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Institute Development of Society (IDFoS) Indonesia menggelar diskusi bersama sejumlah media massa yang ada di Bojonegoro. Dalam kesempatan itu, IDFos membahas isu lingkungan dan cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini di Bojonegoro khususnya. 

Tak dipungkiri, sebagai kabupaten penghasil minyak, Bojonegoro merupakan salah satu daerah yang terkena dampak dari kerusakan lingkungan serta cuaca ekstrim. Salah satunya yang terjadi belakangan ini, bencana banjir bandang di Kecamatan Sekar Bojonegoro.

"Penanganan masalah kebencanaan perlu melibatkan peran berbagai pihak, termasuk peran masyarakat sipil. Dalam konteks SDGs penanganan kebencanaan harus sejalan dengan tujuan no.13. Penanganan perubahan iklim, dan no.17 kemitraan untuk mencapai tujuan," buka Joko Hadi P, Direktur IDFoS Indonesia pada diskusi, Jumat (18/11/2022) lalu di kawasan resto Kecamatan Kapas.

Perubahan iklim, lanjut Joko, ditandai dengan tingginya curah hujan memberi dampak meningkatnya bencana hidrometeorologi. Bencana ini salah satunya penyebabnya alih fungsi kawasan. Seperti kawasan hutan menjadi lahan pertanian, perkebunan hingga kerusakan pada DAS.

"Di Kabupaten Bojonegoro, luas kawasan hutan mencapai 94.397 atau kurang lebih 40 persen luas wilayah Kabupaten Bojonegoro. Namun kawasan hutan tersebut sudah banyak yang beralih fungsi menjadi lahan pertanian," lengkapnya lagi.

Pihaknya menambahkan, peranan hutan sangatlah penting dalam sistem penyangga kehidupan. Pemanfaatan lahan hutan menjadi lahan pertanian tentu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, namun di samping untuk pertanian juga harus ada tanaman sela atau tanaman kehutanan agar fungsi hutan tetap berjalan.

Bersamaan dengan itu, IDFoS Indonesia bersama puluhan organisasi sosial di Bojonegoro dan Tuban akan melaksanakan aksi tanam pohon dan aksi sosial untuk korban banjir bandang di Kecamatan Sekar Bojonegoro pada 27 November 2022 mendatang. [feb/col]

 

 

Tag : IDFoS, forum, masalah, sosial



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat