Dian Pandu, Pebisnis Kuliner Otak-Otak dan Bandeng Presto, Bertekad Kembangkan Usaha dan Buka Lowongan Kerja
blokbojonegoro.com | Friday, 17 November 2023 16:00
Reporter: Lizza Arnofia
blokbojonegoro.com - Dian Pandu, pelaku bisnis kuliner otak-otak ikan laut dan bandeng presto dari Bojonegoro, terus mengembangkan usahanya dengan meracik otak-otak khasnya dari ikan Barracuda dan Tenggiri yang kaya akan lemak omega 3.
Dian Pandu mengungkapkan, keunggulan kandungan di ikan Barracuda dan Tenggiri ini sangat luar biasa. Sejak tahun 2021, bisnisnya telah merebut hati pecinta kuliner dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa,
Setiap harinya, Dian mampu memproduksi 2 Bandeng segar dan 3 kilogram adonan otak-otak ikan Tenggiri. Harga jual otak-otak mencapai Rp500 per biji, sedangkan bandeng presto dijual dengan harga Rp13.000-35.000, tergantung ukuran Bandeng. Meskipun mengalami pasang surut dalam bisnisnya, Dian menerapkan strategi pintar, seperti mengurangi produksi dan memanfaatkan promosi media sosial.
Seiring berjalannya waktu dan pemulihan dari pandemi, omzet penjualan otak-otak dan bandeng presto milik Dian Pandu kini membaik. Saat ini, fokusnya lebih pada penitipan di beberapa ritel dan menerima pemesanan langsung dari pelanggan.
Untuk memperluas usahanya, Dian Pandu juga memilih bergabung sebagai nasabah kredit usaha rakyat (KUR) BRI. Dengan modal KUR sebesar Rp25 juta, ia berharap bisa membuka toko Bandeng sendiri dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) hingga September 2023 mencapai Rp107,84 triliun dari target total Rp194,4 triliun. Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menyatakan komitmen tinggi bank ini terhadap penyaluran KUR, meskipun baru dalam bulan September perangkat kebijakan baru lengkap.
Hingga September 2023, BRI telah menyalurkan kredit kepada UMKM sebesar Rp 394 triliun, naik 18,1 persen dibandingkan periode yang sama pada 2022. Meskipun KUR baru tersalurkan 55,47 persen, pertumbuhan kredit mikro komersial BRI mencapai 57,5 persen. Terbukti, masyarakat tidak hanya mengandalkan KUR, dan pertumbuhan kredit mikro komersial BRI mencapai 57,5 persen.
Dian Pandu berharap ke depannya dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui bisnisnya yang unik dan berkualitas. [liz/lis]
* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini