Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com – Di tengah hamparan perbukitan dan ladang-ladang hijau Desa Soko, Kecamatan Temayang, geliat pembangunan mulai terasa. Sebanyak 150 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) gabungan dari tiga matra TNI—Darat, Laut, dan Udara, tiba dengan semangat penuh untuk memulai tugas mulia yakni mendukung pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 tahun 2025.
Mereka bukan hanya datang sebagai prajurit, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat desa. Selama program berlangsung, para personel Satgas TMMD ini akan tinggal di rumah-rumah warga yang kini menjadi orang tua asuh mereka. Sebuah kolaborasi hangat antara rakyat dan tentara yang bukan hanya membangun secara fisik, tapi juga emosional.
"Program TMMD ini adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Para prajurit akan tinggal bersama warga, hidup bersama mereka, dan membangun bersama," ungkap Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Czi Arief Rochman Hakim, SE., MM, dalam apel penyambutan personel BKO di Makodim 0813 Bojonegoro, Selasa (22/7/2025).
Satgas yang terlibat terdiri dari 1 SST Brigif 16 Wira Yudha, 1 SST Yonif 503 Mayangkara, 1 SSR Pasmar 2, 1 SSR Lanud Iswahyudi, serta personel Kodim 0813 Bojonegoro. Turut diperkuat oleh tim teknis dari Batalyon Zeni Tempur (Zipur) 5/Arati Bhaya Wigina dan Korem 082/CPYJ, termasuk personel Bintaljarah dan tim kesehatan.
Selama hampir satu bulan ke depan, yakni 23 Juli hingga 21 Agustus 2025, mereka akan mengerjakan berbagai proyek fisik seperti pembangunan jalan beton penghubung Desa Soko–Pajeng, rehabilitasi check dam di Dusun Sekonang, peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu), serta pembuatan lima unit sumur bor.
Akan tetapi, TMMD bukan semata soal pembangunan fisik. Ada juga misi non-fisik yang tak kalah penting, layaknya penyuluhan tentang wawasan kebangsaan, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), bahaya narkoba, ketahanan pangan, kesehatan, hingga pencegahan stunting.
"Untuk non-fisik sasaranya seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, kamtibmas, narkoba, hanpangan, kesehatan, peternakan/perikanan, pelayanan KB dan serta penyuluhan stunting," jelas Letkol Arief.
Mengusung tema Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah, program ini merupakan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Kodim 0813. Tujuannya bukan hanya pembangunan fisik, namun juga pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan.
Di balik seragam loreng dan komando militer, para prajurit ini membawa tekad untuk membaur, mengabdi, dan menjadi bagian dari denyut kehidupan desa. TMMD 125 bukan sekadar program pembangunan, ia adalah jembatan rasa antara TNI dan rakyat yang terus dijaga. [Feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published