Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com – Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro terus mempercepat program normalisasi sungai sebagai upaya mitigasi banjir. Hingga pertengahan 2025, total 8 kilometer normalisasi telah diselesaikan di 18 lokasi.
"Target kita tahun ini 20 kilometer. Saat ini yang sudah kita selesaikan 8 kilometer di 18 lokasi, sisanya masih dalam proses," ungkap Kepala Dinas PU SDA, Helmy Elisabeth melalui Galuh Setiawan dari Bidang Operasional dan Pemeliharaan (OP) PU SDA Bojonegoro, Kamis (31/7/2025).
Dari sisa target, lima titik masih dalam pengerjaan. Program ini menyasar wilayah-wilayah rawan seperti Kecamatan Gondang, yang kerap terdampak banjir bandang. Lokasi tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab PU SDA.
Sementara untuk sungai besar seperti Semar Mendem yang berada di bawah kewenangan pusat, PU SDA bekerja sama dengan BBWS Bengawan Solo.
"Kalau wilayah sungainya masuk kategori Orde 1 dan seterusnya, terutama yang terhubung langsung dengan Bengawan Solo, kami tidak bisa langsung mengerjakan. Proposal dari desa akan kami teruskan ke BBWS untuk ditindaklanjuti," jelas Galuh.
Di luar wilayah rawan, normalisasi dilakukan berdasarkan pengajuan desa, dengan alokasi sekitar satu kilometer per tahun untuk saluran irigasi tersier dan pembuangan sawah (apur dan atur). Namun, pelaksanaan tetap menunggu rekomendasi BBWS.
"Jika ada pengajuan dari desa, kami lakukan verifikasi terlebih dahulu, apakah kewenangan tersebut berada di BBWS atau PU SDA. Namun untuk penanganan darurat seperti tanggul jebol atau mitigasi bencana, itu bisa langsung dikerjakan oleh siapa saja," tambahnya.
Salah satu pengajuan yang sedang diproses berasal dari Kecamatan Dander, menyusul banjir bandang sebelumnya. PU SDA menyatakan siap menindaklanjuti melalui program normalisasi. [Feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published