Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Ruang pelatihan Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Bojonegoro di Desa Ringin Tinggal, Kecamatan Gayam, mendadak semarak pada awal pekan ini. Dua puluh pemuda dari berbagai kecamatan hadir, duduk berhadapan dengan papan tulis, kolam percontohan, hingga pakan ikan. Suara diskusi bercampur dengan gemericik air, menandai dimulainya Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda dan Kompetisi Wiramuda 2025, yang berlangsung tiga hari, 22–24 September.
Fokus pelatihan kali ini adalah budidaya ikan air tawar, khususnya Nila dan Lele. Materi dirancang sistematis, hari pertama dimulai dengan perkenalan, kontrak belajar, dan pre-test, sebelum siang harinya masuk ke materi peluang serta prospek usaha ikan lele, dilanjutkan manajemen kolam.
[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/09/22/pemuda-bojonegoro-belajar-olah-singkong-dari-omah-menyok-lahir-semangat-wirausaha/]
Hari kedua, peserta mendalami manajemen pakan, pengelolaan air, pengendalian hama dan penyakit, serta teknik pemeliharaan berkelanjutan. Puncaknya di hari ketiga, praktik langsung budidaya, manajemen keuangan sederhana, analisis usaha lele, hingga post-test menjadi bekal untuk melangkah ke dunia nyata.
Tak hanya sekadar belajar, peserta juga ditantang dengan kriteria penilaian ketat, mulai dari manajemen pengelolaan, pencatatan keuangan usaha, jaringan pemasaran yang terbangun, sistem pengelolaan limbah produksi, hingga evaluasi Business Model Canvas (BMC). Sebagai ujungnya, mereka harus mampu memaparkan rencana usaha dalam bentuk pitching deck atau presentasi PowerPoint.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Bojonegoro, Arief Nanang Suhianto menekankan bahwa kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Bootcamp 2025 kiranya dapat menambah kekuatan wirausaha muda Bojonegoro untuk produktif, serta memberi dampak nyata pada masyarakat sekitar.
"Generasi muda jangan hanya berpikir menjadi pegawai dengan kuota terbatas, melainkan harus mampu berkembang, mandiri, serta menyebarkan semangat kewirausahaan kepada pemuda lainnya. Ini gerakan bersama untuk menciptakan multiple player effect," tegasnya.
Ia juga meminta agar peserta tetap menjaga kesinambungan setelah pelatihan. "Kami minta PIB bersedia memfasilitasi peserta agar tetap belajar, berkumpul, dan mengembangkan kemampuan pasca pelatihan," tambahnya, Senin (22/9/2025).
Harapan itu dijawab oleh perwakilan PIB Bojonegoro, Arifin, yang menegaskan komitmen lembaganya. Pihaknya membuka lebar bagi para pemuda yang ingin belajar bagaimana seluk beluk perikanan yang ada di sana.
"PIB Bojonegoro menyambut baik dan berkomitmen mendukung penuh program Bootcamp 2025. Semoga dari program ini lahir wirausaha muda yang sukses," ujarnya.
Suara optimis juga datang dari peserta. M. Ali Amrozi, pemuda asal Kecamatan Balen, mengaku pelatihan ini memberinya banyak pengetahuan baru. Ia berharap tidak berhenti pada teori, tetapi ada pendampingan berkelanjutan.
"Saya masih memiliki keterbatasan pengetahuan, namun ingin menjadi pemuda yang bergerak maju," pungkasnya.
Bootcamp Wiramuda 2025 menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Bojonegoro dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan generasi muda sekaligus menekan angka pengangguran. Dari teori hingga praktik, dari manajemen kolam hingga pitching rencana usaha, semua diarahkan agar pemuda berani melangkah lebih jauh.
Seperti air kolam yang tenang namun penuh kehidupan, bootcamp ini menjadi ladang harapan. Dari sinilah diharapkan lahir pemuda-pemuda Bojonegoro yang tak hanya mencari pekerjaan, melainkan menciptakan peluang, membangun usaha, menyerap tenaga kerja, dan membawa perubahan bagi daerahnya. [Feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published