Setetes Kepedulian di Tengah Keterbatasan, Wartawan Bojonegoro Berbagi untuk Lansia

Reporter: M. Anang Febri 

blokBojonegoro.com – Senyum renta Murni (72) dan Darwati siang itu seakan menjadi penawar lelah. Di tengah rumah sederhana dan hidup serba terbatas, mereka menerima bingkisan sembako dari wartawan Bojonegoro yang tergabung dalam Aktivis Ketahanan Pangan (AKP). Bukan sekadar paket bantuan, melainkan perhatian yang membuat hati mereka terasa hangat.

Paket sembako berisi 30 kilogram beras, satu kardus mie instan, lima kilogram gula pasir, dan empat liter minyak goreng itu mungkin terlihat biasa. Namun bagi Murni dan Darwati, bantuan tersebut ibarat oase yang menenangkan.

"Alhamdulillah, matur nuwun sanget," ungkap mereka lirih, sembari menerima paket itu dengan mata berkaca-kaca.

Sebelum sampai ke rumah para lansia, AKP meminta bantuan perangkat kelurahan. Lurah Ngrowo Hj. Hetty Puspitowati, ST, bersama dua stafnya dengan sigap mengantar. Kehadiran lurah membuat suasana berbagi terasa semakin akrab, memperlihatkan bahwa kepedulian bisa tumbuh lebih kuat bila dijalani bersama-sama.

Salah seorang wartawan AKP, sebut saja Kak Wio, pun menyampaikan harapannya agar aksi kecil ini tak berhenti sampai di sini.

"Tolong doakan kami agar bulan depan bisa ke sini lagi ya, Mbah," ujarnya tulus.

Apresiasi datang dari Lurah Ngrowo. Menurut Hetty, kepedulian para wartawan benar-benar membantu warganya yang paling membutuhkan.

"Bantuan ini sangat bermanfaat, apalagi bagi warga lansia yang memang benar-benar membutuhkan. Kami berterima kasih dan berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut, sehingga semakin banyak warga yang terbantu," ungkap Lurah Ngrowo, Senin (22/9/2025).

Kehidupan Murni dan Darwati memang penuh keterbatasan. Murni tinggal hanya bersama cucunya, sementara Darwati harus berbagi atap dengan delapan anggota keluarganya dalam rumah yang jauh dari kata layak huni.

Saat musim hujan tiba, keluarga Darwati bahkan terpaksa mengungsi ke rumah tetangga karena khawatir bangunan rapuh itu tak kuat menahan derasnya air. Lebih memilukan lagi, rumah kedua keluarga tersebut berdiri di atas tanah milik PJKA.

Kondisi ini membuat mereka tidak bisa tersentuh program Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) dari Pemkab Bojonegoro. Di tengah keterbatasan yang berlapis, setetes kepedulian seperti paket sembako dari wartawan AKP terasa begitu berharga—menjadi pengingat bahwa harapan selalu ada, selama masih ada tangan yang mau berbagi.

Dalam hidup yang penuh keterbatasan, bantuan tak selalu harus besar untuk berarti. Seringkali, kepedulian kecil justru menjadi cahaya yang paling terang di tengah gelap. Bagi Murni dan Darwati, sembako dari wartawan AKP bukan sekadar beras, gula, atau minyak, melainkan tanda bahwa mereka masih dilihat, masih diperhatikan, dan tidak sendirian menapaki hari tua. [feb/mad]