Tiga Hari, Peserta ToF GAYATRI Antusias Jalani Simulasi Lapangan

Kontributor: Fajar Ulinuha

blokBojonegoro.com - Selama tiga hari, digelar Training of Fasilitator (ToF) Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI). Suasana pelatihan semakin hidup, karena dua hari sebelumnya peserta menerima pembekalan teori dan materi pendampingan, dan hari ketiga fokus pada simulasi dan praktik lapangan.

Pelatihan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) berlangsung di Kampus Universitas Bojonegoro (UNIGORO). 

Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi praktik, mulai dari simulasi pendampingan peternak ayam petelur, pengelolaan pakan, hingga penerapan biosekuriti dan kesehatan ternak.

ToF Program GAYATRI dilaksanakan secara online dan offline serta terbagi 4 gelombang dan 16 angkatan, yakni mulai tanggal 3 Oktober hingga 24 Oktober. ToF online dilaksanakan di masing-masing wilayah, sedang untuk offline digelar di kampus UNIGORO. 

ToF ini dilaksanakan melalui Perjanjian Kerjasama (PKS) Dinas Peternakan dan Perikanan dengan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Instruktur dari BBPP Batu turut memberikan arahan dan evaluasi terhadap simulasi yang dilakukan peserta. Melalui metode praktik langsung, peserta tidak hanya diuji pemahaman terhadap materi, tetapi juga kemampuan komunikasi, problem solving, dan pendampingan kelompok di lapangan.

Sekretaris Disnakkan Bojonegoro, Elfia Nuraini dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ToF dilakukan agar peserta memahami teknik pendampingan dan cara mendampingi program GAYATRI yang efektif dan efesien. Juga untuk membekali peserta dengan kemampuan dan keterampilan untuk menjadi fasilitator/pendamping yang berkualitas dan inspiratif, serta interaktif untuk mencapai tujuan program GAYATRI.

“Peserta ToF sebanyak 560 orang, terdiri perwakilan desa sebanyak 419 orang, kelurahan 11 orang, perwakilan kecamatan 28 orang, dan pendamping peternakan 102 orang,” paparnya.

Salah satu peserta ToF, Alif Farhanuddin dari Desa Gedongarum, Kecamatan kanor, Bojonegoro, mengaku mendapat banyak pengalaman baru selama kegiatan berlangsung.

“Awalnya saya agak gugup ketika simulasi, tapi setelah terjun langsung ternyata seru sekali. Kami belajar cara menyampaikan materi ke peternak dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami. Jadi bukan cuma tahu ilmunya, tapi juga tahu cara membaginya,” ungkapnya dengan semangat.

Melalui ToF Program GAYATRI, Disnakkan juga berharap para peserta mengembangkan strategi pendampingan yang efektif dan efisien. Sehingga nanti penerima manfaat dapat meningkatkan jumlah ayam petelur yang dimiliki dan dapat mengembangkan usaha peternakan yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan serta peningkatan pendapatan sehingga bisa menurunkan angka kemiskinan. [uha/mad]