Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Sebanyak 2.414 jamaah dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro diberangkatkan Bupati Bojonegoro dan Kapolres Bojonegoro menuju Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah Satu Abad NU di Kota Malang, Sabtu (7/2/2026).
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono berpesan, agar para jamaah menjaga adab, norma, serta kepatuhan terhadap aturan selama perjalanan hingga kegiatan di Malang. Ia mengingatkan seluruh jamaah agar saling menjaga dan saling mengingatkan demi keselamatan bersama.
“Kita saling menjaga diri dan saling mengingatkan satu sama lain,” pesan Bupati Wahono kepada para jamaah.
Menurutnya, sikap dan perilaku jamaah selama mengikuti kegiatan akan mencerminkan nama baik daerah dan organisasi Nahdlatul Ulama. Sebab, lanjut Wahono, jika adab tidak dijaga, bisa berdampak terhadap seluruh masyarakat Bojonegoro.
“Kalau menjadi tamu, jadilah tamu yang baik. Kalau adab itu tidak dijaga, bukan hanya Bapak Ibu yang terdampak, tetapi seluruh masyarakat Bojonegoro dan khususnya warga Nahdlatul Ulama,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi turut memberi pesan perihal keselamatan berlalu lintas selama perjalanan pergi maupun pulang. Pihaknya menekankan pentingnya peran jamaah dalam mengingatkan pengemudi kendaraan rombongan agar tetap mengutamakan keselamatan.
“Saya mohon, kalau supirnya ngebut jangan malah dipanas-panasi. Jangan ‘wah keri iki’ terus malah ditambah gas. Tapi diingatkan, agar selalu hati-hati. Keselamatan itu yang utama,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi lalu lintas di Kota Malang relatif padat, sehingga seluruh jamaah diminta tetap waspada dan saling menjaga satu sama lain.
“Malang itu padat. InsyaAllah jamaah kita sampai disana dengan selamat dan kembali ke Bojonegoro juga dengan selamat,” jelasnya.
Sementara, Ketua Panitia Pemberangkatan Rombongan PCNU Bojonegoro, Hasan Bisri, mengungkapkan bahwa jumlah jamaah yang diberangkatkan jauh melampaui kuota awal yang telah ditetapkan.
“Antusiasme warga Nahdliyyin Bojonegoro sampai 2414 jamaah. Kita gak bisa membatasi hanya bisa mengkordinir,” terang Bisri singkat. [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published