Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Tim dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pengembangan bahan ajar berbasis teknologi bagi guru di bawah naungan Yayasan Pesantren Tinggi Al Manshur, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (14/4/2026).
Mengusung tema “Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Augmented Reality bagi Guru di Pesantren Tinggi Al Manshur Bojonegoro dalam Mendukung Implementasi Asta Cita Presiden,” kegiatan ini diikuti para guru dari berbagai unit pendidikan dengan penuh antusiasme.
Tim pelaksana terdiri dari Moh. Yusuf Efendi, Ahmad Shofiyuddin, Ahmad Rifqi Azmi, dan Alaika Abdi Muhammad. Program ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik agar adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
Ketua tim, Moh. Yusuf Efendi, menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak yayasan dan seluruh peserta yang telah menerima kami dengan sangat baik. Antusiasme para guru menjadi energi positif bagi kami. Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama yang lebih luas dan berkesinambungan," ujar Yusuf.
Ia menegaskan, kegiatan pengabdian ini bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan bagian dari upaya bersama membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Pelatihan Interaktif dan Aplikatif
Pelatihan berlangsung secara sistematis melalui penyampaian materi, demonstrasi, hingga praktik langsung. Peserta diperkenalkan pada konsep dasar Augmented Reality (AR) serta pemanfaatannya dalam menciptakan bahan ajar yang lebih interaktif dan kontekstual.
Para guru tampak aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari pengenalan aplikasi hingga praktik membuat konten sederhana berbasis AR yang disesuaikan dengan mata pelajaran masing-masing.
Teknologi sebagai Media Pembelajaran
Salah satu pemateri, Ahmad Shofiyuddin, menekankan pentingnya sikap terbuka terhadap perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.
"Teknologi itu tidak bisa dihindari dan tidak seharusnya dibenci. Justru, kita perlu memanfaatkannya sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran," jelasnya.
Ia juga mengaitkan pemanfaatan teknologi dengan sejarah dakwah dalam Islam.
"Nabi dan para sahabat juga menggunakan media dalam menyampaikan syariat Islam, sesuai dengan kondisi zaman saat itu. Artinya, penggunaan media dalam pembelajaran bukan hal baru, melainkan bagian dari strategi dakwah yang terus berkembang," tambahnya.
Shofiyuddin turut membagikan kisah inspiratif seorang insinyur arsitektur asal Jerman yang mendapatkan hidayah saat merancang bangunan berdasarkan gambaran surga dalam Al-Qur’an. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa media dapat menjadi sarana penyampaian nilai yang kuat.
"Ini menunjukkan bahwa media memiliki peran besar dalam menyampaikan pesan, termasuk dalam pendidikan. Maka, guru perlu memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang efektif," tegasnya.
Dukungan Yayasan dan Respons Peserta
Ketua Yayasan Pesantren Tinggi Al Manshur, Ahmad Manshur, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi guru.
"Kami sangat berterima kasih kepada tim dosen UNUGIRI yang telah berbagi ilmu dan pengalaman. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru-guru kami, khususnya dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital," ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut guna meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan yayasan.
Respons positif juga datang dari peserta. Salah satu guru, Rudi, mengaku mendapatkan wawasan baru dari pelatihan ini.
"'Pelatihan ini sangat membuka wawasan kami sebagai guru. Kami mendapatkan pengetahuan baru tentang bagaimana teknologi seperti Augmented Reality dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif," ujar Rudi.
Ia menambahkan, materi mudah dipahami karena dilengkapi praktik langsung.
"Penyampaian materi sangat jelas dan aplikatif. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga kami bisa terus mengembangkan kompetensi dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif bagi siswa," tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dalam mendorong transformasi pembelajaran yang lebih inovatif dan adaptif. Para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan hasil pelatihan dalam proses belajar mengajar sehari-hari.
Tim pelaksana juga menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUGIRI atas dukungan pendanaan sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi para guru di bawah naungan Yayasan Pesantren Tinggi Al Manshur Bojonegoro. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published