Satu Langkah Akhir, Seribu Langkah Awal: Haru Pelepasan 211 Siswa SMKN Sugihwaras
Kepala SMKN Sugihwaras, Umi Kulsum bersama segenap guru usai acara pelepasan siswa kelas XII (Foto: Istimewa)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Barisan guru berdiri rapi di halaman sekolah. Satu per satu siswa kelas XII berjalan mendekat, menyalami, menunduk, lalu memohon doa restu. Tak sedikit air mata yang jatuh—dari siswa maupun guru. Momen itulah yang menjadi puncak haru dalam prosesi pelepasan siswa SMK Negeri Sugihwaras tahun pelajaran 2025/2026 di halaman sekolah setempat.

Kepala SMKN Sugihwaras, Umi Kulsum, menyebut kegiatan ini tak sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan atas perjalanan panjang para siswa selama tiga tahun menempuh pendidikan.

"Kegiatan pelepasan dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi siswa selama belajar, sekaligus menjadi sarana mempererat tali persaudaraan sebelum mereka melangkah ke masa depan masing-masing. Ini juga bentuk pengembalian tanggung jawab sekolah kepada orang tua," ungkapnya kepada blokBojonegoro.com, Selasa (5/5/2026).

Tahun ini, sebanyak 211 siswa dilepas, terdiri dari berbagai jurusan, yakni Desain dan Produksi Busana 20 siswa, Teknik Pemesinan 23 siswa, Teknik Komputer dan Jaringan 97 siswa, serta Teknik Kendaraan Ringan 71 siswa.

Meski digelar secara sederhana, suasana tetap terasa hangat dan meriah. Menurut Umi Kulsum, konsep tersebut justru lahir dari keinginan para siswa sendiri.

"Kegiatan ini merupakan inisiasi dari siswa kelas XII. Mereka menginginkan pelepasan yang sederhana, tetapi memiliki makna mendalam sebagai puncak perayaan kelulusan mereka," jelas perempuan berkacamata itu.

Tampilan tarian tradisional di acara pelepasan siswa SMKN Sugihwaras

Dalam acara tersebut, sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi sebagai bentuk motivasi dan kenang-kenangan. Namun lebih dari itu, tema yang diusung, “Satu langkah akhir, seribu langkah awal”, menjadi refleksi perjalanan sekaligus harapan.

Bagi sekolah, tema tersebut menandai berakhirnya tanggung jawab dalam mendidik siswa selama tiga tahun. Sementara bagi siswa, itu adalah awal dari perjalanan baru yang penuh pilihan dan tantangan.

"Satu langkah akhir adalah penutup masa belajar di SMK, tetapi ke depan akan ada seribu langkah awal. Banyak jalan terbuka untuk meraih masa depan sesuai pilihan masing-masing," tutur Kepala Sekolah yang akrab disapa Bu Umi ini.

Ia pun berpesan agar para lulusan menjaga nama baik almamater, serta menjunjung tinggi etika dan profesionalisme di mana pun berada.

"Sesuai jargon SMK BMW, yaitu Bekerja, Melanjutkan, dan atau Wirausaha, kami berharap lulusan dapat memilih jalan terbaiknya. Ilmu yang didapat selama di sekolah maupun praktik kerja lapangan semoga bisa diimplementasikan di dunia kerja," tambahnya.

Data per 5 Mei 2026 mencatat, satu siswa telah diterima melalui jalur SNBP, sebanyak 96 siswa sudah bekerja, sementara lainnya masih mengikuti seleksi perguruan tinggi maupun melanjutkan usaha keluarga.

Di tengah berbagai pilihan itu, satu hal yang sama. Yakni langkah mereka baru saja dimulai. Dan di balik jabat tangan serta doa restu para guru, tersimpan harapan agar setiap langkah ke depan membawa mereka lebih dekat pada impian. [feb/mad]