Masuk Tahap Penentu, Kandidat Lima Kepala OPD Bojonegoro Adu Gagasan
Salah satu kandidat Kepala OPD di Pemkab Bojonegoro saat memaparkan makalah gagasan dihadapan pansel (Foto: istimewa)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Seleksi terbukan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di lingkungan Pemkab Bojonegoro memasuki tahap penentu. Para kandidat pengisian lima Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) adu gagasan dan kompetensi dihadapan panitia seleksi (Pansel), Senin-Selasa (8-9/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk mengukur kapabilitas, kompetensi, dan kesiapan peserta dalam mengemban jabatan strategis di lingkungan Pemkab Bojonegoro.

Seleksi terbuka tersebut diikuti peserta yang melamar pada lima kursi Kepala OPD, yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkopum), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP).

Baca juga: https://blokbojonegoro.com/2026/05/22/24-asn-berebut-lima-kursi-kepala-opd-pemkab-bojonegoro

Dalam prosesnya, penilaian dilakukan Pansel, yang terdiri dari unsur internal maupun eksternal. Pansel internal melibatkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro selaku Ketua Pansel, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, serta Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro. Sementara itu, tiga anggota pansel eksternal turut mengikuti proses secara langsung maupun melalui Zoom Meeting.

Sekda Bojonegoro, Edi Susanto mengungkapkan, tahapan wawancara dan pendalaman ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang benar-benar siap menjalankan amanah jabatan secara profesional dan bertanggung jawab.

"Kami menghendaki calon yang nantinya terpilih benar-benar siap melaksanakan tugas dan kewajiban yang diamanahkan,” ungkap Edi.

Pada sesi penentu ini, lanjut Edi, pihaknya ingin memastikan para peserta memiliki kemauan dan kemampuan yang kuat. Sehingga, dapat menjalankan jabatan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.

“Pada saat pendalaman ini, kami ingin memastikan adanya kemauan yang kuat dari masing-masing peserta sehingga ketika nanti dipercaya memegang jabatan, mereka dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” tegas Edi.

Pada tahapan ini, setiap peserta diberikan waktu selama 30 menit untuk memaparkan gagasan dan mengikuti sesi wawancara mendalam. Komposisinya meliputi 10 menit presentasi makalah dan 20 menit wawancara oleh panitia seleksi.

Sementara, Anggota Panitia Seleksi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Tuhana mengemukakan, penilaian dilakukan secara menyeluruh melalui tiga instrumen utama, yakni kualitas makalah, kemampuan presentasi, dan hasil wawancara.

"Penilaian dilakukan melalui tiga instrumen, yaitu penilaian makalah, penilaian presentasi, dan penilaian wawancara,” jelas Tuhana.

Pada tahap wawancara, Tuhana menjelaskan, terdapat sejumlah aspek yang harus dicermati oleh panitia seleksi untuk memastikan kompetensi peserta sesuai dengan kebutuhan jabatan pimpinan tinggi pratama.

Tuhana menambahkan, seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif dengan instrumen yang telah ditetapkan sesuai ketentuan seleksi terbuka JPT Pratama. 

“Hasil dari keseluruhan proses akan menjadi dasar bagi panitia seleksi untuk menentukan peserta terbaik yang direkomendasikan mengisi jabatan yang dilamar,” pungkasnya. [riz/mad]