Otimalkan Sumberdaya Pengurus se Kabupaten, LAZISNU Bojonegoro Gandeng Masjid Jogokariyan Yogyakarta
Pelatihan Fundraising dan Penguatan Kapasitas Pengurus LAZISNU MWCNU se Kabupaten Bojonegoro

Kontributor: Ayu Rahma Fadila

blokBojonegoro.com - Pembelajaran secara berkelanjutan terus dilakukan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Bojonegoro. Kali ini, pengurus dari tingkat cabang sampai kecamatan diajak belajar bersama, Minggu (9/8/2026).

Tidak tanggung-tanggung, PC LAZISNU Bojonegoro mendatangkan Gus Moch Rofi'i Boenawi (Sekretaris LAZISNU PWNU Jawa Timur), Rizki Baldi Munada (Tim Media Fundraising Masjid Jogokariyan Yogyakarta) dan Haidar Muhamad Tilmitsani ( Sekretaris Masjid Jogokariyan).

Acara dengan tema besar "Pelatihan Fundraising dan Penguatan Kapasitas Pengurus LAZISNU MWCNU se Kabupaten Bojonegoro" itu digelar di Auditorium Santoso UNUGIRI Bojonegoro.

Hadir saat proses pembukaan kegiatan Syuriah PCNU Bojonegoro KH. Maimun Syafi'i, Ketua dr. Kholid Ubed, Sp.PD, dan sejumlah pengurus harian. Sementara itu peserta pelatihan hampir selurus pengurus PC LAZISNU dan perwakilan seluruh LAZISNU MWC NU se Bojonegoro.

dr. Kholid Ubed saat memberikan pengarahan menekankan pentingnya amanah dan profesionalitas dalam mengelola dana yang dihimpun dari masyarakat, termasuk melalui program Koin NU.

Menurutnya, dana yang dikumpulkan dari jamaah harus dikelola secara transparan dan akuntabel serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para mustahiq.

“Ketika kita diamanahi dari jamaah berupa Koin NU, maka harus dikelola secara amanah, transparan dan akuntabel. Kita mendapatkan Koin NU yang rata-rata dari orang tidak punya, maka program harus sampai bawah, terdistribusikan kepada mustahiq dan tepat sasaran,” ujar dr. Kholid Ubed.

Ia juga mengingatkan agar dana Koin NU yang telah berhasil dihimpun tidak sekadar disimpan, tetapi dikelola melalui program-program yang memberikan dampak langsung kepada jamaah dan masyarakat.

“Uang Koin NU yang terkumpul jangan hanya disimpan, tetapi harus dikelola sehingga berdampak dan manfaatnya kembali kepada jamaah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua LAZISNU PCNU Bojonegoro Eko Arief Cahyono mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pengelola LAZISNU di tingkat MWCNU.

Menurutnya, penguatan kapasitas diperlukan agar pengelolaan fundraising di setiap MWCNU semakin terarah, profesional dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Ia berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai teknik fundraising, tetapi juga mampu mengembangkan strategi penghimpunan dana yang kreatif dan sesuai dengan karakter masyarakat di masing-masing wilayah.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat kapasitas LAZISNU MWCNU, terutama dalam fundraising, pengelolaan program dan membangun kepercayaan jamaah. Harapannya, potensi zakat, infak dan sedekah di Bojonegoro dapat dikelola semakin baik dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Eko.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman dan strategi antarpengelola LAZISNU, sehingga setiap MWCNU dapat mengembangkan pola fundraising yang efektif sekaligus memperkuat tata kelola lembaga.

Materi yang disampaikan oleh Rofi’i Boenawi dan Rizki Baldi Mun Ada diharapkan memberikan perspektif baru bagi para peserta dalam membangun strategi fundraising, komunikasi publik serta penguatan hubungan dengan jamaah dan donatur.

Dengan adanya pelatihan tersebut, LAZISNU PCNU Bojonegoro mendorong pengelolaan dana umat agar tidak berhenti pada aspek penghimpunan, tetapi berlanjut pada pengelolaan program yang tepat sasaran, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. [ayu/mad]