MPM Honda Jatim dan SMKN 3 Bojonegoro Servis GratIs 50 Motor Penyandang Disabilitas
Teknisi MPM melakukan servis dan ganti oli gratis bagi penyandang disabilitas di Bojonegoro (Foto: blokBojonegoro/M. Anang Febri)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) bersama SMK Negeri 3 Bojonegoro dan AHASS Soni Sakti menggelar kegiatan servis dan ganti oli gratis bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan SMKN 3 Bojonegoro Jl. Panglima Polim No.49 Sumbang tersebut menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) MPM Honda Jatim sekaligus upaya memadukan kepedulian sosial dengan pembelajaran vokasi. Sebanyak 50 sepeda motor milik penyandang disabilitas mendapatkan layanan pemeriksaan dan perawatan secara gratis.

Media Relation & CSR Section Head MPM Honda, Nur Azizah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian MPM Honda sebagai distributor sepeda motor Honda untuk wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Jadi kegiatan hari ini merupakan salah satu kegiatan CSR atau Corporate Social Responsibility yang diadakan MPM, distributor sepeda motor Honda untuk wilayah Jatim dan NTT. Kami bersinergi dengan SMKN 3 Bojonegoro yang merupakan sekolah binaan Honda dan tentu saja dengan AHASS Soni Sakti Motor," ujar Nur Azizah.

Menurutnya, layanan servis dan ganti oli gratis diberikan khusus bagi penyandang disabilitas di wilayah Bojonegoro. Sebab, sepeda motor menjadi salah satu sarana penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja maupun mobilitas lainnya.

"Kami memberikan layanan berupa servis dan ganti oli gratis untuk teman-teman disabilitas di area Bojonegoro. Teman-teman disabilitas ini juga ada yang pengguna Honda. Harapannya, dengan layanan ini, mereka dalam berkendara, mungkin ada yang menjadi ojek online atau untuk transportasi sehari-hari, bisa lebih nyaman dan tidak ada kendala," jelasnya.

Nur Azizah menambahkan, kegiatan serupa telah dilakukan MPM Honda selama kurang lebih lima tahun di berbagai kota di Jawa Timur. Ke depan, program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian layanan servis gratis, tetapi berkembang pada peningkatan kompetensi penyandang disabilitas.

"Harapannya tidak hanya mandek di acara seperti ini atau service-service gratis ini, tapi kita akan berikan yang lain, misalnya pelatihan mekanik, kompetensi dari teman-teman disabilitas," katanya.

Selain melibatkan penyandang disabilitas sebagai penerima manfaat, kegiatan ini juga menjadi ruang praktik bagi siswa Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TSM) Honda SMKN 3 Bojonegoro. Para siswa mendampingi mekanik AHASS Soni Sakti selama proses pemeriksaan dan perawatan sepeda motor.

Pihaknya menjelaskan, keterlibatan sekolah memiliki tujuan penting dalam penguatan pendidikan vokasi. Siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di bengkel dan berinteraksi dengan konsumen.

"Kenapa kita libatkan sekolah? Karena anak-anak ini juga istilahnya bibit-bibit yang akan bekerja di AHASS. Tentu saja ada pendampingan. Jadi, misalnya saat servis, mereka menjadi asisten dari mekanik," jelasnya.

Ia menegaskan, sepeda motor peserta tetap ditangani oleh mekanik yang berpengalaman. Sementara siswa mendampingi sekaligus belajar dari proses tersebut. "Jangan khawatir kalau motornya ini bukan diservis dengan anak-anak, tapi benar-benar mekanik yang sudah ahli. Anak-anak mendampingi sambil belajar," tegasnya.

Kepala SMKN 3 Bojonegoro, Firman Andik Saputro, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman praktik langsung kepada siswa sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pengalaman praktik langsung kepada siswa sekaligus mengajarkan kepedulian kepada masyarakat. Ini menjadi bagian dari pembelajaran vokasi yang tidak hanya membangun kompetensi, tetapi juga karakter siswa" tutur Firman Andik.

Keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan teknis sekaligus soft skill, seperti komunikasi, pelayanan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.

Sementara itu, Ketua PDKB, Moh. Sanawi, menyampaikan apresiasi kepada MPM Honda Jatim yang telah memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas di Bojonegoro.

"Terima kasih kepada MPM, sudah peduli dengan saudara disabilitas yang ada di Bojonegoro. Ini sangat bermanfaat, karena kalau kita aktivitas motoran enak, tidak trouble, bisa lancar," kata Sanawi.

Menurutnya, kondisi kendaraan yang terawat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi penyandang disabilitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia usaha, pendidikan vokasi, tenaga teknis, dan komunitas penyandang disabilitas. MPM Honda Jatim berharap program serupa dapat terus dikembangkan di Bojonegoro dengan sasaran dan bentuk kegiatan yang lebih beragam. [feb/mad]