All Out Festival 2026 Sukses Digelar, Musisi Lokal dan Nasional Bersatu di Bojonegoro
Penampilan For Revenge memukau di panggung All Out Festival 2026 di GOR Utama Bojonegoro (Foto: blokBojonegoro.com/Rizki Nur Diansyah)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Gelaran All Out Festival 2026 sukses meramaikan halaman GOR Utama Bojonegoro, Senin (24/8/2026). Festival musik yang menghadirkan sejumlah band dan musisi tersebut mendapat sambutan antusias dari para penikmat musik di Bojonegoro.

Sejumlah musisi tampil dalam gelaran tersebut, di antaranya For Revenge yang berkolaborasi dengan Tepe (Teguh Prakoso), 510, Drizzly, Dizzy Youth, hingga Burn Goblin, band asal Bojonegoro. Beragam penampilan tersebut membuat suasana festival semakin semarak.

Project Manager FM Production, Fakhruddin Zamroni, mengatakan All Out Festival 2026 tidak hanya dirancang sebagai ruang hiburan, tetapi juga menjadi wadah bagi musisi untuk bertemu dan berinteraksi dengan para penikmat musik.

Menurutnya, keberadaan band lokal dalam festival tersebut menjadi bagian penting untuk menunjukkan bahwa musisi Bojonegoro memiliki potensi dan mampu tampil dalam satu panggung bersama musisi dari luar daerah.

“Kami ingin All Out Festival menjadi ruang bertemunya musisi dan penikmat musik. Tidak hanya menghadirkan musisi nasional, tetapi juga memberikan panggung bagi talenta lokal Bojonegoro,” ungkap Roni.

Penampilan Burn Goblin sebagai band asal Bojonegoro pun mendapat perhatian tersendiri. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa geliat skena musik lokal terus berkembang dan memiliki tempat di tengah industri musik yang lebih luas.

Tak hanya menyuguhkan hiburan, All Out Festival 2026 juga membawa pesan solidaritas. Di sela penampilannya, 510 dan For Revenge menyampaikan ucapan duka serta doa bagi para korban bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan di Kalimantan.

Pesan tersebut menjadi warna tersendiri di tengah kemeriahan festival. Para penonton tidak hanya diajak menikmati musik, tetapi juga diingatkan untuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Selain panggung musik, sejumlah tenant UMKM turut meramaikan area festival. Para pelaku usaha membuka lapak dan menawarkan berbagai produk kepada pengunjung, sehingga gelaran tersebut sekaligus menjadi ruang promosi bagi produk lokal.

Zamroni menambahkan, keterlibatan UMKM juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan festival yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bukan hanya selesai ketika musik berhenti, tetapi juga bisa memberikan ruang bagi UMKM dan ekosistem kreatif di Bojonegoro untuk terus tumbuh,” pungkasnya. [riz/mad]