Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Aktivitas pemotongan dan penjualan daging sapi di Kabupaten Bojonegoro kembali berjalan setelah Paguyuban Jagal Sapi Bojonegoro sempat menghentikan aktivitas selama dua hari. Meski sudah kembali buka, persoalan pasokan sapi siap potong belum sepenuhnya teratasi.
Ketua Paguyuban Jagal Sapi Bojonegoro, Agus Setyono, mengungkapkan seluruh jagal saat ini telah kembali beraktivitas. Namun, sebagian jagal masih kesulitan memperoleh sapi dari supplier.
“Sudah mulai buka, Mas. Kami tutup total dua hari kemarin, 20 sampai 21 Agustus. Sekarang sudah buka,” ungkap Agus, saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).
Agus menjelaskan, kondisi pasokan sapi memang mulai bergerak, tetapi belum sepenuhnya normal. Sejumlah jagal masih harus mencari supplier untuk memenuhi kebutuhan sapi siap potong.
“Beberapa jagal masih susah mencari supplier sapi. Tapi sudah buka semua untuk jagal yang ada di Bojonegoro,” jelasnya.
Namun, ditengah kembali normalnya aktivitas jagal, harga daging sapi di tingkat konsumen masih tergolong tinggi. Saat ini, harga daging sapi masih berada di kisaran Rp140.000 per kilogram.
Agus berharap, pemerintah terus memberikan dukungan agar persoalan pasokan sapi siap potong segera mendapatkan solusi sehingga aktivitas jagal dan perdagangan daging sapi dapat kembali stabil.
Sebelumnya, Pemkab Bojonegoro bersama jagal, supplier, dan pihak terkait menggelar rapat untuk membahas kelangkaan sapi siap potong yang sempat membuat aktivitas jagal terhenti.
Salah satu hasil rapat tersebut yakni Rumah Potong Hewan (RPH) ditetapkan sebagai tempat resmi pemotongan sapi. Pemotongan hewan di luar RPH nantinya akan ditertibkan oleh Satpol PP bersama aparat penegak hukum.
Setiap sapi yang akan dipotong juga diwajibkan menjalani pemeriksaan dokter hewan. Sapi yang tidak memenuhi ketentuan kesehatan maupun persyaratan pemotongan tidak diperbolehkan untuk disembelih.
Pemkab Bojonegoro juga menegaskan larangan penyembelihan sapi betina produktif. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan populasi ternak di daerah. Sementara sapi betina yang mandul atau tidak produktif tetap dapat dipotong sesuai ketentuan.
Dari sisi harga, pemerintah bersama peserta rapat menyepakati penyesuaian harga daging sapi di tingkat konsumen dengan mengacu pada Harga Acuan Pembelian (HAP), yakni sekitar Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram. [riz/mad]