Aset Hulu Migas di Indonesia Tembus Rp743 Triliun
Kepala Devisi Program dan Komunikasi SKK Migas Heru Setyadi tengah menyampaikan materi di Lokakarya Media 2026 (Foto: blokBojonegoro.com/Muhammad)

Reporter: Muhammad

blokBojonegoro.com - Industri hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) terus berkembang di Indonesia. Bahkan, total dari aset mencapai US$ 71,37 Billion atau setara Rp743,49 triliun pada harga perolehan.

Hal itu disampaikan Kepala Devisi Program dan Komuniasi SKK Migas, Heru Setyadi saat Lokakarya Media 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). Ditambahkan, jika total luasan wilayah mencakup onshores dan offshores 460.000 kilometer persegi. 

"Dari jumlah tersebut terdapat 649 platform, 2 LNG plant, 7 LPG plant, 22 FPSO/FSO/FPU dan 47.000 km pipe line," kata Heru.

Ditambahkan, total cadangan minyak update 31 Agustus 2026 sebesar 2,10 BBO (potensial) dan 2,33 BBO (terbukti). Sedangkan cadangan gas ada 21,07 TCF (potensial) dan 34,78 TCF (terbukti).

"Total cekungan sedimen (basins) se Nusantara ada 128, dengan 20 berproduksi dan 65 belum di eksplorasi. Jumlah tersebut termasuk terbesar di Asia Pasifik," tambahnya.

Berapa jumlah wilayah kerja (WK) se Indonesia? Jumlah WK totalnya ada 165, dengan 107 WK eksploitasi, 55 WK eksplorasi dan 3 WK eksplorasi dalam proses terminasi. [mad]