2.269 Guru PAI Gelar Uji Kempetensi Tartil Al-Qur'an
Pelaksanaan uji kompetensi baca Al-Qur'an

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Kementerian Agama dalam sebulan terakhir memberikan pendidikan dan latihan (diklat) Tartil Al-Qur'an kepada 2.269 guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Diklat yang digelar secara online ini bertujuan meningkatkan kompetensi baca Al-Qur'an guru PAI.

"Serelah sebulan diklat, kami saat ini secara bertahap mulai menggelar uji kompetensi baca Al-Qur'an bagi guru PAI," terang Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno di Yogyakarta, kemarin.

Program Peningkatan Kapasitas Tartil Al-Qur’an bagi Guru PAI ini menurut Amin Suyitno merupakan tindak lanjut dari hasil Asesmen Tuntas Baca al-Qur’an (TBQ) Guru PAI yang dilakukan tahun 2025. Asesmen itu dilakukan Direktorat PAI bekerja sama dengan Universitas PTIQ Jakarta. Asesmen itu dilakukan pada guru PAI di enam provinsi, yaitu: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta. dan Jawa Timur.

Hasil asesmen menujukkan bahwa guru PAI yang  rata-rata di enam provinsi (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur) adalah 12,5% peserta asesmen berada pada level mahir (tartil dan memenuhi kaidah ilmu tajwid) dalam membaca Al-Qur’an. Sebanyak 30,6% pada level menengah 30,6% dan 56 % pada level pratama/dasar. 

Selain itu, Direktorat PAI bekerja sama dengan Univeristas PTIQ dan Badan Riset dan Inonasi Nasonal (BRIN) pada 2025 mengukur Indeks Baca Al-Qur’an untuk guru PAI pada sekolah umum. Pengukuran ini dilakukan pada 248.677 guru PAI. Hasilnya, secara nasional 11,3% guru PAI berada pada level mahir, 30,3% madya, dan 57,17% pratama/dasar.

“Mengacu pada hasil asesmen TBQ tahun lalu, maka kita lakukan pendidikan dan latihan peningkatan kompetensi Tartil Al-Qur’an. Untuk tahun ini ada 6.666 peserta dari provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta untuk mengikuti Program Peningkatan Kompetensi ini yang dibagi ke dalam 3 batch,” ujar Amien Suyitno.

Amien Suyitno berharap, program ini bisa membantu meningkatkan kemampuan baca (tartil) Al-Qur’an guru-guru PAI yang mengajarkan baca Al-Qur’an di sekolah-sekolah umum.

Program Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur’an angkatan 1 dilakukan sejak 7 September 2026 dan berakhir di tanggal 3 Oktober 2026, dengan uji kompetensi.

Direktur Pendidikan Agama Islam, M Munir menyampaikan bahwa uji kompetensi angkatan 1 ini dilakukan secara tatap muka untuk mendapatkan penilaian yang objektif. 

Uji kompetensi angkatan 1 ini diikuti 2.269 peserta denga sebaran: 504 peserta dari Banten, 184 peserta DI Yogyakarta, 258 peserta DKI Jakarta, dan 1.323 peserta di Jawa Barat.

“Kami masih bekerja sama dengan Univerisitas PTIQ Jakarta sebagai Universitas yang sudah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk pendidikan dan pelatihan Al-Qur’an. Saat ini sedang dilakukan uji kompetensi di empat titik lokasi, yakni di Yogyakarta (pondok pesantren al-Munawwir), Jawa Barat (Masjid Al-Jabbar), Banten (di Kanwil Kemenag Banten) dan di Jakarta (Univeristas PTIQ),” papar M. Munir saat memberikan arahan di hadapan 184 peserta yang mengikuti uji kompetensi di Pesantren Al-Munawwir Yogyakarta.

M. Munir berharap setelah sebulan dilakukan Pendidikan dan Latihan secara online, kemampuan Tartil Al-Qur’an Guru PAI pada Sekolah bisa meningkat. “Pada uji kompetensi ini hanya ada dua hasil, yakni lulus dan tidak lulus. Yang lulus adakan mendapatkan sertifikat dan  yang belum lulus harus melakukan pendidikan dan pelatihan lagi,” tegas M. Munir.

“Kita lakukan ini semua semata-mata untuk meningkatkan literasi baca Al-Qur’an siswa-siswi di Sekolah Umum, yang jumlahnya lebih dari 51 juta siswa. Dan alhamdullillah, program ini juga mendapatkan dukungan dari Kementerian PPN/Bappenas,” pungkasnya. [feb/mad]