Membumikan Ilmu Langit dan Melangitkan Penduduk Bumi
Suasana penutupan Kaderisasi Ahli Hisab Rukyat Lembaga Falakiyah (LF) PWNU Jawa Timur yang diselenggarakan di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro

Oleh: Drs. KH. Mochammad Charis, M.M.Pd*

blokBojonegoro.com - Kaderisasi ahli Falak bukan sekadar proses transfer pengetahuan tentang matahari, bulan, bintang, dan pergerakan benda-benda langit. Lebih dari itu, kaderisasi merupakan ikhtiar menyiapkan generasi penerus yang mampu membaca tanda-tanda kebesaran Allah SWT di alam semesta, sekaligus menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi kemanfaatan bagi kehidupan manusia.

Semangat itulah yang tercermin dalam kegiatan Kaderisasi Ahli Hisab Rukyat Lembaga Falakiyah (LF) PWNU Jawa Timur yang diselenggarakan di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, dengan penanggung jawab Pengurus Cabang LF PCNU Bojonegoro, selama dua hari, tanggal 7–8 November 2026. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses.

Mengapa kaderisasi ahli Falak menjadi penting? Karena ilmu Falak adalah ilmu yang mempertemukan ketelitian akal dengan ketundukan iman. Ia mengajarkan manusia untuk memahami keteraturan alam, menghitung dengan cermat, mengamati dengan teliti, sekaligus menyadari bahwa di balik seluruh keteraturan itu terdapat kekuasaan Allah Yang Maha Mengatur.

Membumikan ilmu langit berarti menghadirkan ilmu Falak agar tidak hanya berhenti di ruang-ruang pembelajaran, rumus-rumus astronomi, atau pengamatan benda-benda langit. Ilmu itu harus turun ke bumi, memberikan manfaat nyata bagi umat: menentukan arah kiblat, menyusun kalender hijriah, menentukan awal bulan Qamariah, serta menjawab berbagai persoalan ibadah yang membutuhkan ketepatan perhitungan.

Sementara melangitkan penduduk bumi adalah mengajak manusia agar tidak hanya sibuk memandang ke bawah, mengejar kepentingan dunia, tetapi juga bersedia menengadah, merenungi keluasan semesta, dan menemukan jalan untuk semakin mengenal kebesaran Sang Pencipta.

Di sinilah makna strategis kaderisasi. Kita tidak cukup hanya melahirkan orang-orang yang pandai menghitung dan menguasai perangkat astronomi. Kita membutuhkan kader yang memiliki ketajaman intelektual, kedalaman spiritual, ketelitian ilmiah, serta keikhlasan dalam mengabdi. Sebab, ilmu yang tinggi harus melahirkan kerendahan hati, dan pengetahuan tentang langit harus menghadirkan kemaslahatan di bumi.

Semoga kaderisasi ini bukan sekadar kegiatan dua hari yang selesai bersama berakhirnya acara, tetapi menjadi awal perjalanan panjang dalam melahirkan generasi ahli Falak yang berilmu, berintegritas, dan berdedikasi. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang manfaat dan berkah, terus tumbuh, berkembang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Dari Bojonegoro, kita belajar membaca langit. Dari ilmu Falak, kita belajar memahami kebesaran Tuhan. Dan melalui pengabdian, kita hadirkan manfaatnya bagi seluruh penduduk bumi.

Bumikan ilmu langit, langitkan penduduk bumi. 

*Ketua Pengurus Cabang Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro