Skip to main content

Category : Fokus


Waspada Corona, Jangan Panik

Antisipasi Warga Pulang Kampung, Cek Tingkat Desa

Setelah satu warga dinyatakan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Pemkab Bojonegoro melalui Gugus Tugas Penanganan COVID-19, bertambah meningkatkan kewaspadaan. Terutama banyaknya warga yang dari luar kota pulang kampung.

Potensi Porang di Bojonegoro (3)

Disperta Dorong Galakkan Tanam Porang

Tanaman porang tahun 2020 ini, tengah menjadi perhatian oleh masyarakat yang berada di wilayah Selatan Kabupaten Bojonegoro. Tanaman porang tersebut mempunyai nilai jual cukup tinggi, dan hasilnya bisa mensejahterakan ekonomi masyarakat.

Potensi Porang di Bojonegoro (2)

Perdes yang Antisipasi Pencuri Porang

Harga yang mahal dan menjadi komoditi pertanian baru, tanaman porang di wilayah Kecamatan Gondang dan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, benar-benar dilindungi. Bahkan, Pemerintah Desa (Pemdes) Klino, Kecamatan Sekar membuat pagar dengan Peraturan Desa (Perdes).

Potensi Porang di Bojonegoro (1)

550 Hektare Porang di Selatan Bojonegoro

Potensi di wilayah Kabupaten Bojonegoro tidak ada habisnya. Selain kaya minyak dan gas bumi, sehinggga dijuluki Kota Migas, Bojonegoro ternyata juga menyimpan potensi tanaman porang yang luar biasa.

Kaleidoskop 2019 (11)

Tahun 2019, Jumlah Tambahan Pelanggan PDAM Tak Sesuai Target

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bojonegoro di tahun 2019 pihaknya telah targetkan 3.165 pelanggan saluran air baru. Namun, dari terget tersebut yang masuk hanya 2.944 saluran, seluruhnya termasuk yang tersebar di 14 kecamatan

Kaleidoskop 2019 (7)

Lebihi Target, 2019 PBB-P2 Capai Rp32 M Lebih

Penarikan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Bojonegoro di tahun 2019, realisasinya melebihi dari target yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro yakni sebesar Rp28 miliar atau Rp28.717.750.000.

Kaleidoskop 2019

519 Purna Tahun 2019, Pemkab Bojonegoro Kekurangan 3578 PNS

Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro hingga saat ini terus berkurang, karena jumlah yang pensiun dan yang diangkat menjadi PNS masih tidak sesuai dengan kebutuhan.